Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

An Islamic Law Sociology Review on Menre’ Bola Baru Tradition in Bugis Community Alim Mappiasse, Achmad Habibul Alim; Achmad, Mukhsin
Syarah: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Vol. 13 No. 1 (2024): SYARAH : Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/syarah.v13i1.2548

Abstract

Menre’ Bola Baru or moving to a new house is a local Bugis culture. The focus of this research is that among the Bugis tribe, especially South Sulawesi, there are differences of opinion regarding the Menre’ Bola Baru tradition because some rituals are considered deviating from Islamic teachings, so it is necessary to know the sociology of Islamic law. This research aims to further review the Menre’ Bola Baru tradition as a tradition of the Bugis community according to the Sociology of Islamic Law. The research uses a library research approach by adopting a descriptive-qualitative method. The research data sources come from interviews and secondary data, which the author gets from journals, books and observation results. While the research data analysis adopted the Miles and Huberman analysis technique, which was carried out by reducing data, presenting data and drawing conclusions. This research found that the Menre’ Bola Baru ceremony inherited from the ancestors of the Bugis tribe has a series of stages that contain local wisdom values so that these traditional activities or ceremonies still exist today. Meanwhile, Menre’ Bola Baru in the review of Islamic Law Sociologists experiences a combination of Islamic law and customs to become a religious practice. The role of religion is indeed very important as a source of values adopted by the community as a benchmark for action. Thus, religion determines the social structure of a society.
INTEGRASI SAINS DAN AGAMA: Peluang dan Tantangan bagi Universitas Islam Indonesia Achmad, Mukhsin
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 2 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma integrasi sains dan agama telah banyak diteorisasikan oleh banyak sarjana Muslim baik dalam negeri maupun luar negeri seperti Ismail Raji Al Faruqi, Osman Bakar, Sardar, Kuntowijoyo, M. Amin Abdullah dan sarjana Muslim yang lain, namun dalam prakteknya masing masing mempunyai kontekstualisasinya sendiri sendiri. Semangat membaca realitas kauniyah berbasis kehadiran ilahiyah merupakan praktek implementasi teoritis integrasi sains dan agama. Bagi UII integrasi sains dan agama merupakan peluang yang besar selain dari visi dan misi universitas juga mendukung ke arah pemikiran tersebut juga harapan masyarakat yang besar kepada UII sebagai Perguruan Tinggi Islam pertama dan tertua di Indonesia yan berusaha mencetak ulama intelek yang berjiwa ulil albab yakni menggabungkan antara tradisi fikir, dzikir dan ikhtiyar ilmiah yang dibekali dengan ketrampilan dan akhlaqul karimah.
Perkembangan dan Tantangan Peradaban Islam Dalam Konteks Teknik Sipil Kristianti, Novita; Achmad, Mukhsin
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol5.iss1.art5

Abstract

Islam merupakan agama yang kaffah dimana hamper semua cabang keilmuan terkandung dalam ajaran agama Islam termasuk keilmuan teknik sipil. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perdaban Islam dalam konteks keilmuan teknik sipil. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan kajian literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Islam membangun peradaban dengan menjadikan pembangunan sebagai symbol dan nilai yang bermanfaat bagi berbagai aspek kehidupan social dan kemasyarakatan. Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah di Madinah adalah mendirikan masjid, Masjid Quba dan masjid Nabawi. Islam terus berkembang hingga mencapai masa keemasan dan dalam rentang waktu 1250-1500 Masehi, peradaban dan kebudayaan Islam mengalami berbagai tantangan yang mengakibatkan kemunduran politik, ekonomi, dan intelektual. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kemunduran ini adalah serangan dan penaklukan dari bangsa Mongol dan penerus mereka, seperti Dinasti Ilkhanate dan Timur Lenk. Proses dari masa kejayaan (keemasan) hingga masuk dalam masa kemunduran peradaban Islam pada periode pertengahan yang disampaikan adalah merupakan sebuah contoh bahwa suatu peradaban akan roboh jika terdapat celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak luar. Tantangan-tantangan yang ada dalam integrasi nilai keislaman pada teknik sipil di peradaban Islam modern ini dapat dilakukan dengan merekonstruksi nilai-nilai yang tertanam dalam diri untuk dapat merefleksikan diri berdasarkan nilai keislaman. Keywords: Peradaban islam, infrastruktur, teknik sipil, kejayaan Islam.