Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STEREOTIP PEREMPUAN PADA NOVEL RAPIJALI KARYA DEWI LESTARI: FEMALE STEREOTYPES IN THE NOVEL RAPIJALI BY DEWI LESTARI Selfi Novia Pratiwi; Sabhan; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stereotip tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali karya Dewi Lestari. Novel yang menjadi bagian dalam trilogi Rapijali karya Dewi Lestari, yakni Rapijali 1: Mencari, Rapijali 2: Menjadi, dan Rapijali 3: Kembali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stereotip perempuan dalam novel trilogi Rapijali menampilkan stereotip yang bersifat positif dan negatif. Pemberian stereotip terhadap tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali ditentukan berdasarkan fisik, sifat, atau psikis yang dimiliki oleh tokoh perempuan tersebut. Fisik yang mayoritas dimiliki oleh tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali, yakni cantik. Sifat yang mayoritas dimiliki oleh tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali, yakni baik, labil, teliti, dan tegas. Psikis yang mayoritas dimiliki oleh tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali, yakni kuat mental dan memiliki perasaan yang sensitif. This study aims to describe the stereotypes of female characters in the novel Rapijali trilogy by Dewi Lestari. The novels that are part of Dewi Lestari's Rapijali trilogy are Rapijali 1: Mencari, Rapijali 2: Menjadi, and Rapijali 3: Kembali. The method used in this study is a qualitative description. The results of this study indicate that the stereotypes of women in the novel Rapijali trilogy display positive and negative stereotypes. The giving of stereotypes to female characters in the novel Rapijali trilogy is determined based on the physique, nature, or psychology possessed by these female characters. The physique that the majority of the female characters in the Rapijali trilogy novels have is beautiful. The characteristics possessed by the majority of female characters in the Rapijali trilogy novels are kind, unstable, conscientious, and firm. The psychic that the majority of the female characters in the Rapijali trilogy possess, is mentally strong and has sensitive feelings.
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL ``NEGERI 5 MENARA`` KARYA A. FUADI: CHARACTERS IN THE NOVEL ``NEGERI 5 MENARA`` BY A. FUADI Muhammad Ilham Fikri; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter yang dimiliki setiap tokoh pada novel yang berjudul Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Deskriptif-kualitatif ialah metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini. Hasil riset menerangkan bahwa karakter yang dimiliki oleh para tokoh pada novel yang menjadi objek penelitian tersebut terbagi menjadi dua jenis, yakni karakter positif dan negatif. Karakter positif dimiliki oleh semua tokoh yang menjadi fokus pembicaraan, yakni Alif Fikri, Amak, Ayah, Raja Lubis, Baso Salahuddin, Atang Yunus, Dulmajid, dan Said Jufri. Adapun karakter negatif hanya ditunjukkan oleh tokoh Alif Fikri, Amak, Said Jufri, dan Baso Salahuddin,. Para tokoh yang menunjukkan karakter positif tercermin melalui perilaku optimis, peduli, disiplin, jujur, berjiwa besar, penyayang, bijaksana, dapat dipercaya, dermawan, setia kawan, rajin, humoris, dan kreatif. Adapun perwujudan karakter negatif tercermin melalui perilaku labil, ambisius, keras kepala, suka cari perhatian, dan penyendiri. This study aims to describe the characters possessed by each character in the novel entitled Negeri 5 Menara by A. Fuadi. Descriptive-qualitative is the method applied in this study. The results of the research explain that the characters possessed by the characters in the novel which are the object of the research are divided into two types, namely positive and negative characters. Positive characters are shared by all the figures who are the focus of the conversation, namely Alif Fikri, Amak, Ayah, Raja Lubis, Baso Salahuddin, Atang Yunus, Dulmajid, and Said Jufri. The negative characters are only shown by the figures Alif Fikri, Amak, Said Jufri, and Baso Salahuddin. The characters who show positive character are reflected in optimistic, caring, disciplined, honest, big-hearted, compassionate, wise, trustworthy, generous, loyal friends, diligent, humorous, and creative behaviors. The embodiment of negative character is reflected through unstable behavior, ambitious, stubborn, attention-seeking, and a loner.
CITRA ORANG TUA DALAM NOVEL ``KELUARGA CEMARA`` KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO: THE IMAGE OF PARENTS IN THE NOVEL ``KELUARGA CEMARA`` BY ARSWENDO ATMOWILOTO Rizki Amalia Agustin; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra orang tua yang tergambar dalam novel Keluarga Cemara karangan Arswendo Atmowiloto. Pendekatan yang diaplikasikan dalam penelitian ini ialah deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra orang tua dibagi menjadi empat jenis, yakni citra ayah dalam hubungannya dengan diri sendiri, citra ayah dalam hubungannya dengan keluarga, citra ibu dalam hubungannya dengan diri sendiri, dan citra ibu dalam hubungannya dengan keluarga. Citra tokoh ayah dan ibu digambarkan sebagai orang tua yang mampu bekerjasama dengan baik dalam mendidik anak, orang tua yang bekerja keras demi mengupayakan perekonomian keluarga untuk kebahagian anak, orang tua yang tegas dalam mengambil setiap keputusan, orang tua yang penuh kasih sayang dalam mendampingi tumbuh-kembang anak, orang tua yang mampu bersikap adil terhadap anak sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial antara ketiga anaknya, dan orang tua yang berhasil menjadi sosok panutan dan pedoman dalam keluarga. This study aims to describe the image of parents depicted in the novel Keluarga Cemara by Arswendo Atmowiloto. The approach applied in this research is descriptive-qualitative. The results of this study indicate that the image of parents is divided into four types, namely the image of the father in relation to oneself, the image of the father in relation to the family, the image of the mother in relation to oneself, and the image of the mother in relation to the family. The image of father and mother figures is described as parents who are able to work well together in educating children, parents who work hard to strive for the family's economy for the happiness of children, parents who are firm in making every decision, parents who are full of affection in accompanying their growth. child development, parents who are able to be fair to children so that there is no social jealousy between their three children, and parents who have succeeded in becoming role models and guidelines in the family.
KALIMAT DEKLARATIF DALAM FILM “DILAN 1990”: DECLARATIVE SENTENCES IN THE FILM "DILAN 1990" Hamidah; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v6i2.155

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan bentuk dan makna kalimat deklaratif dalam film Dilan 1990. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi dan observasi simak dan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah identifikasi dan klasifikasi. Data penelitian adalah dialog para pemeran film Dilan 1990.Data pada penelitian ini disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kalimat deklaratif jenis ungkapan perasaan dalam film Dilan 1990.Kalimat deklaratif meliputi: (1) ungkapan harapan; (2) ungkapan keyakinan; (3) ungkapan kebencian; (4) ungkapan kekhawatiran; (5) ungkapan serah diri/pasrah; (6) ungkapan kasih sayang; (7) ungkapan nasihat/peringatan; dan (8) ungkapan perumpamaan. This study aims to describe the form and meaning of declarative sentences in the film Dilan 1990. The approach used in this research is a qualitative-descriptive approach. The data collection technique used is documentation and observation with observing and note-taking techniques. The data analysis method used is identification and classification. The research data is the dialogues of the Dilan 1990 film actors. The data in this study are presented in the form of descriptions. The results of the study showthat there are declarative sentences with the type of expression of feelings in the Dilan 1990 film. The declarative sentences include: (1) expressions of hope; (2) expression of belief; (3) expressions of hatred; (4) expressions of concern; (5) expressions of surrender/surrender; (6) expressions of affection; (7) expressions of advice/warning; and (8) suppositional expressions/parables.
KARAKTER KEPEMIMPINAN ISLAM DALAM NOVEL ``PENAKLUK BADAI`` DAN ``DAHLAN``: ISLAMIC LEADERSHIP CHARACTER IN THE NOVEL ``PENAKLUK BADAI`` AND ``DAHLAN`` Nabylla, Nuranisa; Hermawan, Sainul; Sabhan
LOCANA Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v6i2.164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan karakter tokoh mengenai kepemimpinan Islam dalam novel Penakluk Badai karya Aguk Irawan MN dan Dahlan karya Haidar Musyafa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter yang dimiliki tokoh mengenai kepemimpinan Islam dalam kedua novel tersebut berpedoman pada delapan prinsip, yakni prinsip saling menghormati dan memuliakan, prinsip menyebarkan kasih sayang, prinsip keadilan, prinsip persamaan, prinsip perlakuan yang sama, prinsip berpegang pada akhlak yang utama, prinsip kebebasan, dan prinsip menepati janji. Perbandingan antara kedua novel tersebut menunjukkan persamaan dan perbedaan dalam kepemimpinan Islam. Persamaan kedua novel tersebut terletak pada pembuatan organisasi keislaman dan tujuan dalam menyebarkan Islam. Perbedaan kedua novel tersebut berkaitan dengan lokasi atau tempat penyebaran Islam. This study aims to describe and compare the characters regarding Islamic leadership in the novel Conqueror of Storms by Aguk Irawan MN and Dahlan by Haidar Musyafa. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the characters possessed regarding Islamic leadership in the two novels are guided by eight principles, namely the principle of mutual respect and glorification, the principle of spreading affection, the principle of justice, the principle of equality, the principle of equal treatment, the principle of adhering to the main character, the principle of freedom, and the principle of keeping promises. The comparison between the two novels shows the similarities and differences in Islamic leadership. The similarities between the two novels lie in the creation of an Islamic organization and the goal of spreading Islam. The difference between the two novels relates to the location or place of the spread of Islam.
WACANA ARGUMENTASI DALAM DEBAT PUBLIK CALON WALI KOTA BANJARBARU Hilmina, Rina; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.181

Abstract

Penelitian ini mempunyai maksud untuk menguraikan bentuk wacana argumentasi yang dikemukakan oleh setiap paslon atau pasangan calon dalam debat terbuka terkait pemilihan umum sebagai wali kota Banjarbaru tahun 2020 pada kanal YouTube. Penelitian ini mengaplikasikan deskriptif-kualitatif sebagai model pendekatannya. Penelitian ini menerapkan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data. Penelitian ini mengimplementasikan deskriptif analitik sebagai teknik untuk menganalisis data yang sudah terkumpul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa argumentasi yang dituturkan oleh setiap paslon atau pasangan calon dalam debat terbuka terkait pemilihan umum sebagai wali kota Banjarbaru tahun 2020 pada kanal YouTube memuat bentuk yang beragam, yakni argumentasi berbentuk tanggapan, argumentasi berbentuk pernyataan, dan argumentasi berbentuk pertanyaan. Argumentasi yang dikemukakan oleh setiap paslon atau pasangan calon pada debat tersebut juga mempunyai berbagai sifat, yakni mengklaim, menyerang, dan bertahan.Kata kunci: wacana, argumentasi, dan debat
The Ability to Make Pantun for Indonesian Language Teachers at Banjarmasin City High School Sabhan
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 1 (2024): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/sti.v9i1.2538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membuat pantun guru bahasa Indonesia Kota Banjarmasin. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode analisis deskriptif-kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 14 guru. Data yang diperoleh berjumlah 52 pantun. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif melalui teknik analisis deskriptif. Dari analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) sebagian besar guru (85 %) sangat mampu dalam membuat pantun, yakni dari segi kriteria; (2) sebagian besar guru (80 %) sangat mampu dalam membuat pantun, yakni dari segi tema. Dengan demikian, Sebagian besar guru (82 %) sangat mampu membuat pantun.
PERSEPSI PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MEDIA “QUIZIZZ MODE KERTAS” PADA PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI : EDUCATORS AND STUDENTS PERCEPTIONS OF “PAPER MODE’S QUIZIZZ” IN APPRECIATION POETRY LEARNING Tamaliani, Putri Rizky; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i2.220

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menguraikan persepsi pendidik juga peserta didik terhadap penggunaan media quizizz mode kertas pada pembelajaran Apresiasi Puisi, juga untuk mengetahui keefektifan media. Jenis penelitian ini ialah penelitian kombinasi (mix method) model sequential transformative strategy dengan menyebar tes awal dan tes akhir, dilanjutkan dengan kualitatif deskriptif. Persepsi yang dihasilkan pendidik adalah persepsi positif mengenai penerimaan media tersebut, tetapi masih terdapat kendala yang dirasakan pendidik berkenaan dengan cara kerja media. Persepsi yang diungkap peserta didik juga terdiri dari persepsi positif. Persepsi positif berkenaan dengan meningkatnya partisipasi, rasa senang, dan kesadaran. Selain itu, juga motivasi serta fokus peserta didik. Sejalan dengan persepsi pendidik, peserta didik juga merasakan beberapa kendala dalam penggunaannya sehingga persepsi negatif juga muncul. Selanjutnya, dalam mengetahui keefektifan penggunaan media digunakan perhitungan n-gain. Nilai rerata tes awal diperoleh 60,5 sedangkan rerata nilai tes akhir adalah 81,5. Dalam perhitungan n-gain didapat nilai 81,5 dengan klarifikasi “cukup efektif”. Kata kunci: persepsi, quizizz, dan media pembelajaran Abstract This research aims to describe the perceptions of educators and students of using "paper mode's quizizz" in a appreciation poetry learning, also to knows affectiveness of the media. This type research is a combination research model of sequential transformative strategy by distributing initial test papers and final tests, follows by using descriptive qualitative methods to perception. The perception produces by educators is a positive perception about the acceptance of the media, but educator stills feel about the problems the media performance. Then, perceptions students consist of positive and negative. Positive perceptions relate to increased participations, enjoyment, and awareness. Then, it is also the motivation and focus of student. They also feel several obstacles in their use so that negative perceptions also there. Furthermore, to determine the effectiveness of media using n-gain. The average per-test score was 60,5 while the average post-test score was 81,5. In the n-gain calculations, a score of 56,17 obtained with the clarification "quite effective'. Keywords: perception, quizizz, and learning media
KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS IX-F MTs “Al-FALAH PUTRI” KOTA BANJARBARU: SHORT STORY WRITING ABILITY CLASS IX-F STUDENTS MTs "AL-FALAH PUTRI" BANJARBARU CITY Disty, Disty Benita Aryannillah Juanta; Sabhan; Rusma Noortyani
LOCANA Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i1.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis siswa Kelas IX-F MTs“Al-Falah Putri” jika ditinjau berdasarkan unsur intrinsik cerpen. Pendekatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa Kelas IX-F MTs“Al-Falah Putri” berjumlah 32 orang. Pemilihan sampel berdasarkan populasi yang ada menggunakanteknik Cluster Random Sampling. Hasil penelitian dari kemampuan menulis cerpen siswa Kelas IX-FMTs “Al-Falah Putri” ditinjau dari unsur intrinsik dikategorikan telah mampu dan memadai denganhasil yang cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari hasil siswa dalam menulis cerpen yang mencapai80,0 dengan KKM Bahasa Indonesia minimal 75. Hasil observasi lapangan, ada beberapa faktor yangmempengaruhi kemampuan siswa Kelas IX-F MTs “Al-Falah Putri” dalam menulis yaitu motivasi daninspirasi. Untuk kedepannya diharapkan literasi siswa lebih ditingkatkan lagi agar minat menulis siswalebih bagus lagi.
KETERAMPILAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN CERPEN YANG DIDENGAR SISWA KELAS IX-D SMPN 1O BANJARMASIN: SKILLS WRITE STORIES BASED ON SHORT STORIES HEARDS STUDENTS CLASS IX-D SMPN 10 BANJARMASIN Niken, Niken Ellysa Putri; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i1.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis cerpen berdasarkan cerpenyang didengar siswa kelas IX-D SMPN 10 Banjarmasin. Penelitian ini mendeskripsikan keterampilansiswa berdasarkan struktur dan unsur pembangun cerpen. Jenis penelitian metode deskriptif denganpendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa siswa masih kurangdalam membuat cerpen berdasarkan aspek struktur dan aspek kesastraan. Berdasarkan aspek struktur,dari 28 siswa, ada 9 siswa (32,14%) dikategorikan sangat baik, 1 siswa (3,58%) dikategorikan baik, 4siswa (14,28%) dikategorikan cukup, 14 siswa (50%) dikategorikan kurang. Berdasarkan data tersebut,keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX-D SMPN 10 Banjarmasin pada aspek strukturdikategorikan kurang (kurang terampil), dengan persentase (50%). Berdasarkan aspek kesastraan, 8siswa (28,57%) dikategorikan baik, 6 siswa (21,43%) dikategorikan cukup baik, 14 siswa (50%)dikategorikan kurang baik. Berdasarkan data tersebut, keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX-DSMPN 10 Banjarmasin pada aspek kesastraan dikategorikan kurang baik (kurang terampil) denganpersentase (50%).