Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

CAMPUR KODE DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM “WARGABANUA”: MIX THE CODE IN THE COMMENTS COLUMN OF THE INSTAGRAM “WARGABANUA” ACCOUNT Rahima Nursafitri; Sabhan; Faradina
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan campur kode yang terdapat pada komentar akun Instagram. Campur kode terdiri dari penyisipan unsur berwujud kata yang merupakan satu bentuk campur kode yang disisipi dari 2 bahasa yaitu bahasa Banjar dan bahasa Asing. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif-analitis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan-kualitatif. Subjek penelitian ini komentar ialah akun Instagram Wargabanua. Data penelitian ini berupa data verba atau beberapa postingan akun Instagram Wargabanua. Data ini diperoleh dari hasil melihat, mencatat, dan pengamatan di kolom komentar sesama pengikut akun Instagram Wargabanua. Penggunaan bahasa pada akun tersebut terdiri dari bahasa Indonesia, bahasa Banjar, dan bahasa   Inggris, yang mana ketiga bahasa tersebut menyebabkan campur kode dalam kolom komentar akun Instagram Wargabanua. Jadi, campur kode dalam kolom komentar tersebut berwujud kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN “POWTOON” DALAM PELAJARAN TEKS EKSPLANASI UNTUK KELAS XI SMAN 2 BANJARMASIN: DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA "POWTOON" IN EXPLANATION TEXT LESSONS FOR GRADE XI SMAN 2 BANJARMASIN Uswatun Hasanah; Sabhan; Lita Luthfiyanti
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah, yaitu bagaimana proses pengembangan media pembelajaran powtoon, bagaimana efektivitas penggunaan produk pengembangan media powtoon, bagaimana respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis powtoon. Metode penelitian yang digunakan pengembangan atau Research and Development (R&D). Sumber data, yaitu kelas XI E-10 SMAN 2 Banjarmasin, data diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil validasi dari ahli materi, memperoleh nilai (%) sebesar 97, 22% yang dideskripsikan berkriteria sangat valid, dan hasil presentasi ahli materi sebesar 81, 25% yang dideskripsikan berkriteria sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebelum menggunakan media powtoon dengan presentase 57,79, sedangkan setelah menggunakan media powtoon dengan prosentase 87,36. Perbandingan antara pretest dan posttest adalah 29,57. Tingkat efektivitas penggunaan media powtoon terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI E-10 SMAN 2 Banjarmasin berkategori cukup efektif dengan rata-rata 41%.
TOPONIMI DESA DI KECAMATAN KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU: VILLAGE TOPONYMY IN KUSAN HULU DISTRICT, TANAH BUMBU REGENCY Amalia Puteri; Sabhan; Lita Luthfiyanti
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi toponimi dan makna kultural desa di Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan cerita masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara terhadap sebelas narasumber dari sebelas desa. Toponimi dikaji melalui pendekatan antropolinguistik dan semantik untuk memahami peran bahasa dan makna dalam penamaan tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebelas desa terdapat lima desa termasuk dalam aspek perwujudan, tiga desa dalam aspek kemasyarakatan, dan tiga desa dalam aspek kebudayaan. Sementara itu, makna kultural penamaan desa ditinjau dari tujuh unsur kebudayaan universal, dengan dominasi unsur bahasa, sistem mata pencaharian, serta sistem religi dan kesenian. Penelitian ini menegaskan bahwa toponimi tidak hanya berkaitan dengan nama tempat, tetapi juga sarat akan nilai budaya lokal masyarakat. Abstract This study aims to describe the categorization of toponymy and the cultural meanings of village names in Kusan Hulu District, Tanah Bumbu Regency, based on local community narratives. A qualitative approach was employed, with data collected through direct observation and interviews with eleven informants from eleven villages. The toponymic analysis was conducted using antropolinguistic and semantic approaches to explore the roles of language and meaning in place naming. The findings reveal that out of the eleven villages, five fall into the category of embodiment, three into social aspects, and three into cultural aspects. The cultural meanings behind the village names are examined through the lens of seven universal elements of culture, with dominant elements including language, livelihood systems, and religious and artistic expressions. This study affirms that toponymy is not merely about naming places, but is deeply embedded with the local community’s cultural values.