Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbedaan Skor Functional Independence Measure (FIM) pada Pasien Rawat Inap dengan Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik di Rumah Sakit di Kota Bengkulu Tahun 2018 Nugraha, Panji Harry Priya; Bantolo, Suryo; Kurniati, Annelin; Erlinawati, Noor Diah; Nasution, Ahmad Azmi
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 1 No. 3 (2018): Sriwijaya Journal of Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.991 KB)

Abstract

Stroke is one of the most common causes of disability in the world. Patients with ischemic stroke have different functional improvements from patients with hemorrhagic stroke. The tool is the Functional Independence Measure (FIM) questionnaire. This study aims to determine the difference in FIM scores in hospitalized patients with ischemic stroke and hemorrhagic stroke at hospitals in Bengkulu City. This research is an observational analytic research with cross-sectional design. The study involved stroke patients who hospitalized at RS Bhayangkara Bengkulu City, RSUD Bengkulu City, and RSUD dr. M. Yunus Bengkulu City from January-April 2018 with total sample 22 ischemic stroke patients and 22 hemorrhagic stroke patients who met the inclusion criteria. FIM scores as independent variables, while the type of stroke as dependent variables. The difference between the two variables was analyzed by unpaired t test and Mann-Whitney test. Patients with ischemic stroke had admission FIM score higher than patients with hemorrhagic stroke (26 vs 13,5; p=0.006). There were no differences in discharge FIM score in patients in both types of stroke (1,67 vs 1,58; p=0,081). There was no difference in FIM score gain between patients with ischemic stroke and patients with hemorrhagic stroke (4,12 vs 4,36; p=0,444). Patients with ischemic stroke had higher admission FIM score compared to patients with hemorrhagic stroke, but there was no significant difference in FIM score gain during hospitalization between ischemic stroke and hemorrhagic stroke patients at hospitals in Bengkulu City.
Analisis Self Directed Learning Readiness terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Semester 2 Tahun Ajaran 2015/2016 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu Ambarsarie, Riry; Erlinawati, Noor Diah; Triana, Dessy
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2016): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i2.1625

Abstract

Saat ini terjadi perubahan paradigma pendidikan kedokteran di Indonesia, yaitu dari teacher centered learning (TCL) menjadi ke arah student centered learning (SCL). Perubahan ini tidak hanya membawa dampak terhadap metode dan aktivitas belajar tetapi juga pada hasil belajar. self-directed learning readiness (SDLR) merupakan kesiapan atau kesediaanseseorang untuk belajar mandiri, yang terdiri dari komponen sikap, kemampuan dan karakteristik personal. Mahasiswa tahun pertama mengalami banyak masalah dalam proses adaptasi belajar pada lingkungan belajar yang bersifat SCL seperti Problem Based Learning (PBL), terutama mahasiswa yang berasal dari sekolah menengah atas yang tidak menerapkan belajar. Hal ini yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan analisis mengenai kesiapan self-directed learningmahasiswa semester 2 tahun ajaran 2015/2016 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB) terhadap prestasi belajarnya. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di kampus FKIK UNIB pada minggu ke-4 bulan Februari sampai minggu ke-2 bulan Maret 2016 dengan sampel seluruh mahasiswa tingkat I tahun ajaran 2015/2016 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian pada 54 sampel menunjukkan bahwa prestasi belajar pada mahasiswa FKIK UNIB tidak dipengaruhi oleh kesiapan atau kesediaan seseorang untuk belajar mandiri (self-directed learning readiness). Simpulan : prestasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan belajar mandiri saja, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa hal lain seperti faktor fisik ataupun faktor psikologis(intelegensi, bakat, minat, motivasi dan kesehatan mental itu sendiri). [JK Unila. 2016; 1(2)]Kata kunci : belajar, prestasi, self-directed learning
Body Mass Index of Pregnant Women and Anemia in Children Aged 6-12 Months in Sidodadi, Pondok Kelapa, Central Bengkulu Regency, Bengkulu, Indonesia Agustina, Tri; Erlinawati, Noor Diah; Fajariyah, Sri Utami
JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/juxta.V16I22025.95-101

Abstract

Highlights: There is still a medium incidence of anemia in infants aged 6-12 months. Pregnant women with high BMI and excessive weight gain are more likely to have anemic infants. Nutrient intake for pregnant women and infants is essential to determining the incidence of anemia.   Abstract Introduction: Children are more likely to experience psychological and motor developmental difficulties if they or their mothers have anemia. This study aimed to describe the maternal body mass index (BMI) during gestation and the prevalence of anemia in children aged 6-12 months. Methods: This descriptive study was conducted during integrated service post (posyandu) activities in Sidodadi, Pondok Kelapa, Central Bengkulu Regency, Bengkulu, Indonesia, in February 2023, involving the collection of Maternal and Child Health Handbook (KIA) records and blood sampling on children. A total sample of 35 pairs of mothers and children was collected. The data in this study were analyzed using the Fisher test, with a p-value of <0.05 indicating an association between the variables tested, and employing the International Business Machines Corporation (IBM) Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 26.0 for Windows. Results: Underweight mothers had one child with anemia (2.9%), mothers who had normal BMI had five children with anemia (14.3%), overweight mothers had two children with anemia (5.7%), whilst obese mothers had four children with anemia (11.4%). Fisher’s exact test results showed no significant difference in the anemia status of children between underweight to normal BMI mothers, as well as when compared to overweight to obese mothers, with a p-value of 0.261 or >0.05. Conclusion: There was no significant difference in the anemia status of children with underweight up to normal maternal BMI mothers and overweight up to obese mothers.
Pelatihan Penyusunan Instrumen Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Bintuhan Kaur Sumarsih, Sumarsih; Katiwi, Asti Putri; Erlinawati, Noor Diah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan menyusun instrumen supervisi akademik bagi kepala sekolah penggerak merupakan langkah penting untuk mengatasi permasalahan rendahnya kompetensi Kepala Sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik di sekolahnya. Maka tujuan diadakannya PPM ini untuk 1) meningkatkan pengetahuan kepala sekolah dasar tentang konsep supervisi akademik, 2) meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun dan mengembangkan instrumen supervisi akademik, 3) meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menggunakan instrumen supervisi akademik dalam pelaksanaan pembelajaran guru. Metode pelatihan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama menyediakan materi konsep supervisi akademik, tehnik supervisi, dan jenis instrumen supervisi. Tahap kedua praktek penyusunan instrumen supervisi akademik, tahap ketiga praktek menggunakan instrumen dalam pelaksanaan supervisi akademik kepada guru. Hasil pengabdian kepada masyarakat kepala sekolah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun dan mengembangkan instrumen supervisi akademik dengan baik. Artinya ada peningkatan pada kemampuan kepala sekolah dalam menyusun instrumen supervisi akademik dan mampu menggunakan dalam melakukan pengawasan kepada guru.