Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DINAMIKA SOSIAL, BUDAYA DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA CILENGKRANG Ivonne Ayesha; Indra Iryani Dewiyanti; Sawalni, Sawalni
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.500

Abstract

Setiap masyarakat berkembang suatu kondisi sosial-budaya-ekonomi yang spesifik dan unik. Desa Cilengkrang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten bandung adalah satu desa yang menarik untuk diketahui tentang dinamika masyarakatknya. Penelitian ini focus mendalami dinamika sosial-budaya-ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Cilengkrang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Responden terdiri dari tokong masyarakan, generasi muda, ibu-ibu rimah tangga dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sosial masyarakat Desa Cilengkrang sebagian masih terjaga, namun sebagian lagi sudah tergerus oleh modernisasi dan pola kehidupan metropolitan; 2) Seni Budaya yang masih tetap bertahan dan berkembang sampai saat ini adalah Kesenian Benjang, 3) Telah terjadi pergeseran nilai-nilai agraris di Desa Cilengkrang akibat usahatani mampun ternak tidak memberikan kontribusi kepada kesejahteraan mereka; 4) Sebagian generasi muda di Desa Cilengkrang masih memiliki motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, namun terganjal oleh kondisi ekonomi keluarga yang tidak sanggup untuk menanggung beban lebih berat. Sebagian besar generasi muda memang tidak memiliki motivasi untuk sekolah lebih tinggi.
TRANSPARANSI KEHALALAN PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN DALAM PLATFORM E-COMMERCE: TELAAH TAFSIR AL-MISBAH TERHADAP APLIKASI SHOPEE FOOD DAN GOFOOD Sawalni, Sawalni
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 1 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i1.1007

Abstract

Abstrak: Penelitian ini didasari oleh perkembangan e-commerce yang semakin pesat di Indonesia, termasuk platform Shopee Food dan GoFood, yang menjadi pilihan utama masyarakat dalam membeli makanan dan minuman. Namun, transparansi informasi terkait kehalalan produk sering kali menjadi isu bagi konsumen Muslim yang membutuhkan kepastian atas produk yang mereka konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya transparansi kehalalan produk makanan dan minuman di platform e-commerce dari perspektif Tafsir Al-Misbah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis konten dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi kehalalan pada Shopee Food dan GoFood masih terbatas pada nama produk, tanpa mencantumkan detail komposisi atau sertifikasi halal. Berdasarkan Tafsir Al-Misbah, transparansi kehalalan merupakan tanggung jawab moral yang penting bagi semua pihak, termasuk penyedia layanan e-commerce. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan tafsir modern untuk menganalisis tantangan kehalalan dalam era digital dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan transparansi informasi halal di platform daring. Abstract: This research is based on the rapid development of e-commerce in Indonesia, including the Shopee Food and GoFood platforms, which have become the primary choices for people to buy food and beverages. However, transparency of information related to product halalness is often an issue for Muslim consumers who need certainty about the products they consume. This study aims to analyze the importance of transparency of halal food and beverage products on e-commerce platforms from the perspective of Tafsir Al-Misbah. The research method used is descriptive qualitative, with content analysis techniques and literature studies. The results showed that halal information on Shopee Food and GoFood is still limited to the product name, without including composition details or halal certification. Based on Tafsir Al-Misbah, halal transparency is an essential moral responsibility for all parties, including e-commerce service providers. This research's novelty lies in using modern tafsir to analyze halal challenges in the digital era and provide practical recommendations to improve the transparency of halal information on online platforms.
KEADILAN ISLAM DAN POLITIK EKONOMI HILIRISASI NIKEL DI INDONESIA TIMUR Sawalni, Sawalni
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1963

Abstract

Hilirisasi nikel di Indonesia Timur merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, implementasinya kerap menimbulkan ketegangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial bagi masyarakat lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menelaah kebijakan hilirisasi nikel melalui perspektif keadilan Islam, yang menekankan keseimbangan antara kemaslahatan umum, distribusi manfaat, dan keberlanjutan sumber daya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesesuaian kebijakan hilirisasi berdasarkan prinsip-prinsip keadilan Islam, sekaligus mengidentifikasi implikasi politik ekonominya bagi wilayah Indonesia Timur (khususnya Papua dan Sulawesi). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan normatif, mengkaji peraturan perundang-undangan, fatwa, dokumen kebijakan, serta literatur keislaman yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja, namun implementasinya masih menghadapi masalah ketidakmerataan distribusi manfaat, minimnya partisipasi masyarakat lokal, dan risiko degradasi lingkungan. Penelitian ini menawarkan gagasan dalam membangun jembatan analitis antara teori keadilan Islam, khususnya konsep maslahah mursalah pada sektor hilirisasi sumber daya alam. Selain itu, penelitian ini juga memperkenalkan kerangka evaluasi berbasis nilai normatif Islam terhadap ketimpangan struktural dan relasi kuasa dalam hilirisasi nikel, yang selama ini lebih banyak dianalisis melalui perspektif ekonomi konvensional atau pendekatan hukum positif.
DINAMIKA SOSIAL, BUDAYA DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA CILENGKRANG Ivonne Ayesha; Indra Iryani Dewiyanti; Sawalni, Sawalni
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.500

Abstract

Setiap masyarakat berkembang suatu kondisi sosial-budaya-ekonomi yang spesifik dan unik. Desa Cilengkrang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten bandung adalah satu desa yang menarik untuk diketahui tentang dinamika masyarakatknya. Penelitian ini focus mendalami dinamika sosial-budaya-ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Cilengkrang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Responden terdiri dari tokong masyarakan, generasi muda, ibu-ibu rimah tangga dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sosial masyarakat Desa Cilengkrang sebagian masih terjaga, namun sebagian lagi sudah tergerus oleh modernisasi dan pola kehidupan metropolitan; 2) Seni Budaya yang masih tetap bertahan dan berkembang sampai saat ini adalah Kesenian Benjang, 3) Telah terjadi pergeseran nilai-nilai agraris di Desa Cilengkrang akibat usahatani mampun ternak tidak memberikan kontribusi kepada kesejahteraan mereka; 4) Sebagian generasi muda di Desa Cilengkrang masih memiliki motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, namun terganjal oleh kondisi ekonomi keluarga yang tidak sanggup untuk menanggung beban lebih berat. Sebagian besar generasi muda memang tidak memiliki motivasi untuk sekolah lebih tinggi.