Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nilai Ekonomi Objek Taman Wisata Sungai Mudal Menggunakan Metode Individual Travel Cost Method: The Economic Value of Mudal River Tourist Park Objects Using the Individual Travel Cost Method Endah Ayu Kusuma Wardhani; Handayani, Hanny; Az Zahra, Salsa; Jordan Hasan, Muhammad; Octavianida Arlina, Elsa
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.47903

Abstract

Taman Wisata Sungai Mudal terletak di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Destinasi wisata ini mengangkat tema ekowisata yang mengeksplorasi pemandangan alam pegunungan menoreh dan aktivitas wisata air sebagai daya tariknya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik wisatawan dan mengetahui potensi nilai ekonomi objek wisata alam Sungai Mudal. Potensi nilai ekonomi dihitung dengan surplus konsumen menggunakan pendekatan Individual Travel Cost Method (ITCM). Sedangkan karakteristik wisatawan dianalisis dari data usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, dan jarak. Data diperoleh melalui data primer (wawancara, observasi, dan kuesioner) dan data sekunder (literatur). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik wisatawan Taman Wisata Sungai Mudal mayoritas berjenis kelamin laki-laki (50,9%) selaras dengan atraksi wisata Sungai Mudal yang memiliki karakteristik petualangan. Mayoritas wisatawanberasal dari kalangan pelajar/mahasiswa dengan usia rata-rata 15-25 tahundan pendapatan mayoritas <Rp1.000.000. Jarak domisili sampai ke lokasi wisata paling banyak di rentang 0-50 km karena terbanyak berasal dari wisatawan Kota Yogyakarta. Nilai potensi ekonomi Taman Wisata Sungai Mudal sebesar Rp23.257.628.649,27per tahun dengan rata-rata surplus konsumen per individu per tahun sebesar Rp346.634,25. Sedangkan, nilai ekonomi aktual sebesar Rp7.052.230.000 di tahun 2022 atau setara 30% dari total potensi nilai ekonominya. Artinya, wisatawan Taman Wisata Sungai Mudal mendapatkan manfaat jasa lingkungan yang lebih besar daripada biaya riil yang dikeluarkan. Akan tetapi, potensi nilai ekonomi ini bukan nilai yang bisa langsung diuangkan. Pengelola Taman Wisata Sungai Mudal perlu melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi aktual wisata. The Sungai Mudal Tourism Park is situated in Banyunganti Hamlet, Jatimulyo Village, Girimulyo District, Kulon Progo Regency. This destination showcases ecotourism, emphasizing the natural beauty of the Menoreh mountains and water-based activities as its primary attractions. This study aims to analyze tourist characteristics and determine the potential economic value of Mudal River's natural allure. The potential economic value is calculated via consumer surplus using the Individual Travel Cost Method (ITCM). Tourist characteristics, including age, gender, occupation, income, and distance, are analyzed based on primary data gathered through interviews, observations, and questionnaires, supplemented by secondary data from literature. The findings reveal that Mudal River Tourism Park mostly attracts male visitors (50,9%), drawn to its adventurous offerings. The majority are students aged 15-25 with income levels mostly below Rp1.000.000. Most visitors reside within a distance of 0-50 km, primarily originating from Yogyakarta City. The calculated economic potential value of Sungai Mudal Tourism Park reaches IDR Rp 23.257.628.649,27 per year, averaging IDR 346.634,25 per individual annually in consumer surplus. However, the actual economic value recorded in 2022 stands at IDR 7.052.230.000 which represents 30% of the total potential economic value. This indicates that tourists visiting Sungai Mudal Tourism Park obtain environmental service benefits surpassing the incurred costs. Yet, this potential economic value is non-monetary. Effective management strategies for Sungai Mudal Tourism Park are necessary to enhance the actual economic value of tourism.
Analisis Kelayakan Usaha Rumah Makan “Sederhana” Ditinjau dari Aspek Pasar, Operasional, dan Finansial Handayani, Hanny; Sawalni, Sawalni; Nasywa, Nisrina; Iskandar, Dimas Satria; Khairunnisa, Fitri Nabila; Almuhajir, Hizkia Ihza; Hermawansyah, Febby Setya; Sasmita, Erick Surya
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5zhcg209

Abstract

This study aims to analyze the business feasibility of Warung Nasi “Sederhana” in terms of market, operational, and financial aspects. The research method employed is a descriptive quantitative approach, with data collected through interviews and direct observation of the business owner. Financial feasibility analysis was conducted using Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, Benefit Cost Ratio, Break Even Point, and sensitivity analysis methods. The results indicate that Warung Nasi “Sederhana” has a relatively short payback period, a positive NPV value, an IRR higher than the discount rate, and a B/C ratio greater than one. Furthermore, the BEP analysis shows that the sales level has exceeded the break-even point. Sensitivity analysis reveals that the business remains feasible under reasonable revenue declines but is sensitive to increases in operating costs. Therefore, it can be concluded that Warung Nasi “Sederhana” is feasible to operate and develop.
NURSE LEADERS FOR THRIVING MINDS BUILDING PSYCHOLOGICALLY SAFE UNIVERSITY: STUDY REPORT Aini, Khusnul; Wijayanti, Diyan Yuli; Kusumawardani, Lita Heni; Adawiyah, Robiyatul; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Tobing, Vella Yovinna; Handayani, Hanny
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 12, No 1 (2026): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v12i1.1630

Abstract

Background: Isu kesehatan mental civitas akademik secara global semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Kesehatan mental civitas akademika, terutama mahasiswa dan dosen, menjadi krusial karena dampaknya terhadap kualitas pembelajaran dan kesiapan mereka menghadapi tuntutan profesi dan pekerjaan selanjutnya.Purpose: Studi ini mendeskripsikan Leadership for Change dalam prosesnya meningkatkan psychological safety di lingkungan kampus dan menjabarkan praktik baik yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kampusMethods: Merupakan study report di Universitas X yang menggunakan The Supporting Higher Education to Integrate Learning Analytics (SHEILA) Framework yang terdiri dari enam tahapan. Pengambilan data pada studi ini melibatkan 13 partisipan perwakilan mahasiswa dari setiap angkatan dalam pelaksanaan FGD, wawancara kepada 1 orang informan kunci dan pengisian kuesioner survey oleh 29 responden, terdiri dari 6 Dosen dan 23 perwakilan mahasiswa . Studi dilaksanakan pada bulan Desember 2025.Results: Hasil analisis kuesioner menggambarkan adanya kebutuhan dukungan kesehatan mental yang nyata serta persepsi yang beragam terhadap kecukupan dan aksesibilitas layanan yang tersedia. Hasil wawancara dan FGD menunjukkan adanya ambivalensi rasa aman, pengalaman perundungan verbal dan body shaming, dampak psikologis (penurunan kepercayaan diri, kecemasan, hingga risiko bunuh diri), strategi koping yang didominasi penghindaran, serta kesenjangan antara keberadaan pelayanan kesehatan jiwa dan tingkat kepercayaan serta pemanfaatannya. Hasil implementasi sudah dilakukan integrasi program Case Based Learning dan Project Based Learning ke dalam pembelajaran Mata Kuliah Keperawatan Jiwa dan CMHN serta kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sajiwa di Universitas Bhakti Husada Indonesia.Conclusion: Temuan ini menegaskan perlunya kepemimpinan inovatif perawat dan intervensi multi-level meliputi kebijakan anti-perundungan, penguatan layanan konseling dan peer support, serta peningkatan literasi kesehatan mental untuk mewujudkan kampus yang aman secara psikologis bagi seluruh sivitas akademika.