Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

COMMUNITY PARTICIPATION IN WASTE MANAGEMENT IN CHANGWON CITY, SOUTH KOREA Rita Rijayanti; Truong Thi Thuy; Qi Ou
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 4 No. 1 (2020): Vol. 4 No.1, Maret 2020
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.538 KB) | DOI: 10.23969/jcbeem.v4i1.2336

Abstract

Changwon City, located in the southern central region of Gyeongsangnam-do in South Korea, has become a major center of industrial economy in the central region of Gyeongnam. To achieve good waste management can be done by handling: institutional aspects, financial aspects, regulatory aspects (legal), aspects of community participation, and operational technical aspects. The purposes of this research are to find out the participation of the community in Changwon City, South Korea and to investigate the type of management carried out in Changwon City, South Korea. The literature study method uses secondary data from Changwon City, South Korea and several studies on waste management to support and supplement information from the interviews. Government of South Korea adopted the concept of a volume-based waste fee system and collecting the recyclable waste, which is a volume-based waste disposal system, where each citizen has to pay for every plastic waste that will be used. The greater the waste production will need the greater the costs. Communities are required to sort out their waste before putting it in a plastic bag according to the type of waste, especially waste that can still be recycled. Korea has also established an expanded producer responsibility system and recycles its construction waste. Korea's waste information system has resulted in cost savings, promoted transparency, and eliminated illegal waste disposal. The effects of this policy include reducing the production of solid household waste, contributing to the completion of separate disposal, collecting waste and recyclable goods securing the cost of waste treatment from the benefits of the VBWF system and economic utilization.
PEMBERDAYAAN PETANI DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DI RUMAH PINTAR DESA WARGA SALUYU KECAMATAN GUNUNG HALU Rita Rijayanti; Caca E Supriatna
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Charity - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dilingkungan masyarakat saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan masyarakat diberbagai kalangan, tidak hanya dalam kebutuhan bersosialisasi namun juga dalam pengembangan perekonomian. Penyebaran informasi yang cepat, tepat, dan akurat menjadi sebuah kebutuhan utama dalam hal ini. Rumah pintar dalam sebuah desa diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup mereka, dimana kemajuan teknologi informasi ini dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dan bertukar informasi terkait kegiatan dan perkembangan dunia tani. Untuk sampai pada pemanfaatan teknologi bagi perekonomian dilingkungan petani dibutukan adanya edukasi dan fasilitas teknologi informasi dan pemanfaatannya. Pada program pengabdian masyarakat ini penulis melakukan beberapa tahapan dalam pelaksanaanya, diawali dengan melakukan survey untuk mengetahui karakteristik lingkungan dan informasi yang dibutuhkan para petani disana, melakukan edukasi terkait teknologi informasi dan pelatihan pelatihan penggunaan teknologi informasi dan pengimplementasiannya. Pemberdayaan petani di masyarakat pedesaan akan terfasilitasi dan dapat mengembangkan pola pikir yang berorientasi pasar, memiliki daya saing yang dapat memberikan kontribusi dalam menopang perekonomian maupun meningkatkan kesejahteraan petani.
PENETAPAN KONTROL KEAMANAN SISTEM TERPADU UNPAS (SITU) BERDASARKAN KONSEP SECURE SOFTWARE DEVELOPMENT LIFE DAN HASIL UJI PENETRASI Rita Rijayanti; Iwan Kurniawan
INFOMATEK Vol 21 No 2 (2019): Volume 21 No. 2 Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.634 KB) | DOI: 10.23969/infomatek.v21i2.1982

Abstract

Pemanfaatan teknologi dapat memunculkan usaha mendapatkan keuntungan yang dapat merugikan perorangan ataupun organisasi, fenomena ini juga terjadi pada Sistem Informasi Terpadu UNPAS (SITU), dimana sistem mengalami serangan yang menyebabkan kerugian layanan secara keseluruhan menjadi terganggu, sehingga dibutuhkan sebuah kontrol keamanan yang dapat menunjang kelancaran dari sistem berjalan. Proses penetapan kontrol keamanan yang dibuat mengacu pada konsep Secure Software Development Life Cycle (SSDLC), yang diawali dengan proses analisi hasil uji penetrasi, pemetaan tingkat keamanan berdasarkan konsep management risiko dan dikaitkan dengan kondisi lingkungan sistem, dan yang menjadi parameter penentu kontrol keamanan adalah ancaman dan keandalan dari sistem berjalan berdasarkan hasil dari uji penetrasi pada penelitian sebelumnnya “Penentuan Performansi Sistem Informasi Terpadu Unpas (SITU) melalui Uji Penetrasi.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Mobile Pertanian Untuk Pelaku Usaha Tani Di Desa Panyocokan Asep Somantri; Rita Rijayanti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.761 KB) | DOI: 10.30653/002.202273.59

Abstract

TRAINING ON THE USE OF AGRICULTURAL MOBILE APPLICATIONS FOR FARMERS IN PANYOCOKAN VILLAGE. The prospect of using smartphones is increasingly expanding, including for agricultural businesses. This study shows how important it is to carry out skills training for agricultural business actors in using smartphones that are directed at the use of special applications to support agricultural businesses. This needs to be done as an effort to support the improvement of skills and knowledge in agriculture in Panyocokan Village, Ciwidey District, Bandung Regency. The target participants in this activity are farmers, extension workers, and agricultural business actors who have difficulty in obtaining the information they need about agriculture. Information that will be provided in the application includes varieties, cultivation methods, fertilization, plant-disturbing organisms, pesticides, pest control, pesticide spraying, post-harvest, crop price information, and consultation with experts. The training method is carried out by online learning which begins with data collection, situation analysis on the potential of the agricultural and plantation sectors, preparation of training scenarios, training implementation, and evaluation of training results. This research resulted in an increase in skills in using smartphones to support agricultural businesses with the support of training materials and application manuals.
Perancangan Dokumentasi Disaster Recovery Plan Terhadap Data APBD Berdasarkan ISO 24762:2008: (Studi Kasus : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung) Indra Yudha Pratama; Rita Rijayanti; Doddy Ferdiansyah
JURNAL PASUNDAN INFORMATIKA Vol. 1 No. 02 (2022): PasInformatik Edisi 02 Juli 2022
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.114 KB) | DOI: 10.23969/pasinformatik.v1i02.7152

Abstract

Kebutuhan terhadap data yang terus meningkat menjadikan data sebagai aset penting bagi seperti instansi pemerintah. Hal inipun tidak lepas dari risiko kehilangan akses data akibat bencana yang mungkin terjadi setiap saat. Dewan perwakilan rakyat (DPRD) Kota Bandung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung yang memiliki tugas Pokok melaksanakan Pengawasaan terhadap Pelaksanaan Peraturan Daerah dan APBD Kota Bandung nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) diatur dengan peraturan daerah. Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung masih belum memiliki dokumen terkait dengan disaster recovery plan, karena tidak lepas dari kemungkinan terjadinya bencana seperti; bencana alam, kebakaran, kesalahan manusia, data corrupt, maupun serangan kepada sistem seperti virus. Mengingat data yang tersimpan di DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH Kota Bandung sangatlah penting yang memiliki dasar hukum dan dilindungi Undang-Undang, maka penelitian ini bertujuan untuk merancang dokumen Disaster recovery plan yang difokuskan pada penggunaan teknologi informasi (TI) untuk pemulihan kinerja sistem, aplikasi atau sebuah fasilitas komputer yang dijalankan dari suatu tempat yang berbeda (off-site) ketika terjadi situasi darurat di DRPD Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Risk Assessment.
Model Konsultasi Pertanian Terintegrasi Menuju Komunitas Petani Pintar Di Desa Cimenyan Asep Somantri; Erlangga Erlangga; Rita Rijayanti; Miftahul Fadli Muttaqin
INFORMATICS FOR EDUCATORS AND PROFESSIONAL : Journal of Informatics Vol 7 No 2 (2023): INFORMATICS FOR EDUCATORS AND PROFESSIONAL : JOURNAL OF INFORMATICS (Juni 2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/itbi.v8i1.2246

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembuatan model konsultasi pertanian terintegrasi untuk menciptakan komunitas petani pintar di Desa Cimenyan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam bidang pertanian melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Model konsultasi pertanian terintegrasi yang dikembangkan melibatkan beberapa pihak, yaitu petani, peneliti, dan pakar pertanian. Model ini dilengkapi secara konsep, arsitektur, dan teknis yang mengusulkan aplikasi yang memungkinkan petani untuk mengakses informasi terbaru tentang teknik pertanian, harga pasar, dan strategi pemasaran. Dalam penelitian ini, digunakan metode pengumpulan data melalui wawancara dan survei untuk mengetahui persepsi dan kebutuhan petani terkait dengan penggunaan teknologi dalam pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model konsultasi pertanian terintegrasi digambarkan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam bidang pertanian serta dapat memperbaiki hasil panen. Diharapkan model konsultasi pertanian terintegrasi ini dapat mempercepat perubahan budaya petani dari pola lama menjadi petani pintar yang mandiri dan produktif. Hal ini dapat membantu meningkatkan taraf hidup petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan.
Analisis Keamanan Fitur Login Aplikasi: Studi Kasus Sistem Manajemen Mutu Sekolah OWASP Top 10 dengan OWASP ZAP Miftahul Fadli Muttaqin; Doddy Ferdiansyah; Sali Alas Majapahit; Rita Rijayanti
JURNAL PASUNDAN INFORMATIKA Vol. 4 No. 2 (2025): Pasinformatik Edisi 02, Juli 2025
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan aplikasi web menjadi aspek krusial dalam pengembangan sistem informasi, terlebih pada sistem yang digunakan di lingkungan pendidikan seperti Sistem Manajemen Mutu Sekolah. Fitur login merupakan salah satu komponen paling vital karena berfungsi sebagai gerbang utama autentikasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan pada fitur login menggunakan alat bantu pengujian keamanan OWASP ZAP, dengan pendekatan passive scan dan active scan. Seluruh temuan kemudian dianalisis dan diklasifikasikan berdasarkan standar OWASP Top 10:2021. Hasil pengujian menunjukkan adanya sejumlah kelemahan mendasar, seperti tidak diterapkannya atribut keamanan pada cookie (Secure, HttpOnly), absennya token anti-CSRF, penggunaan pustaka JavaScript yang rentan, serta tidak adanya header keamanan standar. Selain itu, ditemukan indikasi potensi open redirect, parameter pollution, dan pengungkapan informasi teknis melalui timestamp dan komentar HTML. Temuan-temuan tersebut masuk ke dalam kategori Identification and Authentication Failures (A07), Security Misconfiguration (A05), dan Vulnerable Components (A06). Penelitian ini menyimpulkan bahwa fitur login belum memenuhi standar keamanan modern dan berisiko menjadi titik masuk serangan. Hasil ini dapat menjadi dasar bagi pengembang dan pengelola sistem untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam upaya peningkatan postur keamanan aplikasi web pendidikan.