Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Penggunaan Antikoagulan K3EDTA Konvensional dan Vacutainer Terhadap Kadar Indeks Eritrosit Menggunakan Hematology Analyzer Fu'ana, Yan; Ulya, Nala Fidarotul; Pratiwi, Chalies Diah; Ningrum, Dyah Setyowati
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9414

Abstract

Antikoagulan adalah zat yang digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan pada sampel darah. Pada pemeriksaan hematologi yang sering digunakan adalah antikoagulan K3EDTA. Keunggulan  K3EDTA adalah tidak mempengaruhi morfologi dari komponen darah. Ketersediaan EDTA ada 2 bentuk yaitu konvensional (dengan melarutkan EDTA dari bentuk serbuknya) dan vacutainer (EDTA yang sudah siap pakai di tabung vacutainer ungu). Penggunaan 2 bentuk EDTA tersebut memiliki kelebihan dan kekurangn masing – masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan antikoagulan K3EDTA konvensional dan vacutainer terhadap kadar indeks eritrosit menggunakan hematology analyzer. Analisis data menggunakan uji T Independen. Setelah dilakukan pengujian, diperoleh p>0.05 yang artinya tidak terdapat perbedaan.  Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan penggunaan antikoagulan K3EDTA konvensional dan vacutainer terhadap kadar indeks eritrosit menggunakan hematology analyzer.
Studi Korelasi antara Konsumsi Kopi dengan Parameter Hematologis (Leukosit dan Eritrosit) Pratiwi, Chalies Diah; Hermawati, Andyanita Hanif; Fu’ana , Yan; Ulya, Nala Fidarotul
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.10768

Abstract

Kopi adalah minuman yang sangat populer dan dikonsumsi secara luas di seluruh dunia, mengandung senyawa bioaktif seperti kafein, asam klorogenat, dan polifenol yang dapat memengaruhi respons imun dan inflamasi. Senyawa ini juga berpotensi memengaruhi fisiologi darah, seperti proses eritropoiesis, terutama karena tanin dalam kopi dapat menurunkan ketersediaan zat besi non-heme. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan jumlah leukosit dan eritrosit. Dengan menggunakan analisis korelasi Pearson, data konsumsi kopi, yang dikelompokkan menjadi 3 gelas per hari dan lebih dari 3 gelas per hari, dianalisis terhadap jumlah leukosit dan eritrosit. Hasilnya menunjukkan korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik antara konsumsi kopi dengan jumlah leukosit (r = 0,108, p = 0,632) dan eritrosit (r = 0,073, p = 0,745). Temuan ini konsisten dengan studi-studi sebelumnya yang melaporkan efek minimal atau tidak konsisten dari konsumsi kopi terhadap parameter hematologis. Oleh karena itu, hubungan antara konsumsi kopi dan parameter hematologis seperti jumlah leukosit dan eritrosit tidak terbukti signifikan dalam penelitian ini.