Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Establishment of an Integrated Development Post (POSBINDU) for Non-Communicable Diseases (Ncds) in the Community of Karunrung Subdistrict, Makassar City Muhasidah, Muhasidah; Iwan, Iwan; Ahmad, Abd Kadir; Hartati, Hartati; Baharuddin, Baharuddin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4732

Abstract

A situational analysis based on research conducted by Muhasidah et al. (2023) on 128 respondents showed that more than 50% of them suffered from Non-Communicable Diseases (NCDs). Among these, 67 respondents had hypertension, with 32 not taking hypertension medication regularly and 8 not taking medication at all. The irregular intake of antihypertensive drugs can lead to complications such as stroke, heart abnormalities, and kidney disease. Makassar City recorded a total of 5,632 hypertension cases (8.9%), the highest prevalence in South Sulawesi. Karunrung Subdistrict, under the working area of the Kassi-kassi Community Health Center, had the highest cases of hypertension in Makassar City. The implementing partner's priority problem was the high rate of hypertension in the area, along with the absence of an Integrated Development Post (Posbindu) for NCDs. The target partner community also lacked awareness about the importance of consistently taking antihypertensive medication to prevent complications such as stroke, heart abnormalities, and kidney disorders. The objectives of this activity were to establish an Integrated Development Post (Posbindu) for NCDs, increase the target partner's knowledge and ability to conduct Posbindu activities, educate families about the prevention and management of NCDs, and reduce the incidence of NCDs by 20–30% within one year. The proposed solutions included training target groups, providing guidebooks, implementing the five-table Posbindu NCD activities, encouraging the community to participate in weekly physical exercise for NCDs, and distributing guidebooks on NCDs and Posbindu activities prepared by the community service team. The partner's contribution included providing a permanent facility that could be used as the Posbindu NCD. The expected outcomes of this activity were the establishment of a Posbindu NCD in RW 08, increased knowledge among target partners from 50% to 80%, the initiation of weekly NCD exercise sessions, and a reduction in NCD cases by 20–30% during the year. The community service results showed significant improvement in knowledge, understanding, and attitudes among cadres and individuals with NCDs. A Posbindu was successfully established with the help of the community service team and implementing partners, including the Kassi-kassi Health Center. The sustainability of the Posbindu activities will be handed over to the implementing partners, namely the Kassi-kassi Health Center and the local community groups (Majelis Taklim).
Pengadaan Papan Bicara Pencegahan Merokok dan Penyalahgunaan Narkoba Secara Dini di Sekolah Dasar Kota Makassar Muhasidah, Muhasidah; Ahmad, Abd Kadir; Simunati, Simunati; Subriah, Subriah; Hartati, Hartati
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.8114

Abstract

Analisis situasi/masalah Mitra yaitu Muhasidah, dkk (2015-2018) telah melakukan penelitian pada 9 sekolah dasar di kota Makassar, antara lain SD IKIP 1 2 dengan besar sampel 67 org, yang merokok sebanyak 12 orang (17,9%), SD Minasa Upa 1 2 dengan besar sampel 91 anak, dengan anak merokok sebanyak 37 orang (40,6%), SDN Manuruki 1 2 dengan besar sampel 79 orang dengan jumlah merokok sebanyak 47 orang (59,4%), dan SD Inpres Paccerakkang dengan besar sampeL 72 anak, yang merokok sebanyak 39 orang (54,1%). Hasil Penelitian Muhasidah, dkk (2018) di SD kota Makassar ditemukan anak merokok 64 anak laki-laki (69,5%) dari 92 anak pada kelas 5 dan 6. Tujuan kegiatan : Meningkatkan Pemahaman anak, para guru dan Masyarakat yang ada dilingkungan sekolah tentang bahaya merokok dan penyalahgunaan narkoba secara dini, melalui media “PAPAN BICARA” Solusi yang telah dilakukan : pengadaan PAPAN BICARA secara permanen dihalaman sekolah untuk dapat dibaca setiap hari, dan membagikan buku tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba pada siswa laki-laki Metode pelaksanaan : Input : Menyusun proposal,laporan, buku dan isi papan bicara. Prosen ada pre test sebelum didirikan PAPAN BICARA BERDIRI, dan pembagian buku, dan post-test setelah ada PAPAN BICARA dan telah dibagikan buku. Out Put : ada video kegiatan, ada 2 PAPAN BICARA berdiri permanen, ada JANJI SISWA yang dibaca setiap uapacara, ada buku, artikel nasional, dan HKI (sertifikat HKI dan Artikel diproses terbit akhit tahun) Konstribusi Mitra : menyiapkan lokasi pengabdian, memfasilitasi siswa yang menjadi mitra sasaran sebanyak 52 anak laki laki kelas 4 dan 5 Hasil kegiatan : berdiri 2 PAPAN BICARA, ada JAJANJI SISWA telah dibacakan setiap upacara, hasil uji N.Gain ditemukan anak laki laki yang memiliki pengetahuan tinggi 71,15% dan pengetahuan sedang yaitu 25%, dan pengetahuan rendah 3,8% tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba, serta hasil analisis data ditemukan dari 52 anak laki-laki, yang telah mencoba merokok 23 orang (44%) yaitu kelas 4 sebanyak 11 orang (21%), dan kelas 5 ada 12 orang (23%), dan yang belum pernah merokok sebanyak 29 orang (55,7%). siswa laki-laki di SDN Minasa Upa 1 dan Miasa Upa Arsyad. Target capaian pengabdian: 2 “Papan Bicara” yang efektif, menarik untuk dibaca anak SD dan masyarakat lainnya di dalam lingkungan sekolahnya, tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba, video, artikel, sertifikat HKI, foto foto kegiatan. Rencana Tindak Lanjut : apabila tim pengabdi telah selesai kegiatan ditahun ini, maka kami titipkan kepada kepala sekolah dan para guru untuk memantau dan melaksanakan dua kegiatan hirilisasi hasil pengabdian yaitu : setiap kegiatan upacara, salah satu siswa laki laki membacakan JANJI SISWA sebagai salah satu bacaan upacara.