Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH MEDIA BERBASIS VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU AKSEPTOR KB TENTANG PENTINGNYA KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATTINGALLOANG Ngangun, Aldila Febriani; Sumi, Susi Sastika; Simunati, Simunati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol. 14 No. 4 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v14i4.303

Abstract

Pengetahuan yang rendah dan persepsi yang salah tentang keluarga berencana dan alat kontrasepsi menyebabkan wanita takut menggunakan alat kontrasepsi. Hal ini merupakan salah satu indikator Tingginya angka kematian ibu, terutama di negara-negara dengan tingkat pertumbuhan populasi yang tinggi namun dengan prevalensi kontrasepsi yang rendah.  Keluarga berencana merupakan cara untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat, mengurangi angka kematian dan sebagai upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan, dan membantu sesuai hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Pemberian Media berbasis video sebagai salah satu media audiovisual dapat membantu sebagai salah satu cara untuk menyampaikan informasi yg efektif untuk meningkatkan pengetahuan  masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk diketahuinya pengaruh media berbasis video terhadap pengetahuan ibu akseptor KB tentang pentingnya KB di wilayah kerja puskesmas Pattingalloang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Experimental design yaitu pra-experimental dengan pendekatan rancangan One-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan melakukan uji statistik non-parametrik yaitu uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian didapatkan nilai ? = 0,001 < ? = 0,05, yang berarti  diterima yang artinya ada pengaruh media berbasis video terhadap pengetahuan ibu akseptor KB tentang pentingnya KB. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh setelah pemberian media berbasis video terhadap pengetahuan ibu akseptor KB tentang pentingnya KB Di Wilayah Kerja Puskesmas Pattingalloang.
Resiliensi dan Manajemen Stres Keluarga yang Merawat Pasien TB Hardiyati, Hardiyati; Ahmad, Masnaeni; Hasir, Hasir; Angriani, Sri; Simunati, Simunati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.859-868

Abstract

Kondisi  fisik dan  psikis akan  sangat  mempengaruhi kualitas hidup. Stigma negatif terhadap penyakit tuberkulosis serta kualitas  hidup  yang cukup  rendah disebabkan oleh depresi. Selain itu Motivasi diri, pengetahuan tentang penyakit dan perawatan yang tersedia, bantuan konseling, dukungan keluarga, dukungan nutrisi, dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui bagaimana resiliensi dan manajemen stres keluarga dalam merawat pasien TB Paru. Subjek penelitian ini berjumlah 44 keluarga yang merawat pasien TB. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan panduan wawancara pada keluarga. Analisis hasil dengan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi mengorganisasikan data dalam kategori. Hasil Analisis Manajemen Stres Keluarga Di Wilayah Puskesmas Binanga dan Rangas menunjukkan bahwa Manajemen Stres Keluarga Yang Merawat Pasien TB cukup tangguh karena keluarga sangat aktif dalam komunikasi dan memberi tahu info kepada keluarga yang lain dan beberapa aktivitas lainnya menggambarkan bahwa keterlibatan keluarga sangat penting dalam promosi kesehatan TB. Promosi kesehatan adalah alat penting untuk mencapai pertumbuhan kesehatan dan sosial yang komprehensif. Intervensi yang lebih luas yang berkonsentrasi pada keluarga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah TB. Kesimpulan Resiliensi dan Manajemen Stres Keluarga Yang Merawat Pasien TB cukup tangguh dalam memberikan perawatan pada pasien TB.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN LANSIA MENGIKUTI POSYANDU DI POSYANDU PA’TENGKO KECAMATAN MENGKENDEK KABUPATEN TANA TORAJA Erlina Y Kongkoli; Dyah Ekowatiningsih; Simunati, Simunati; Baharuddin, Baharuddin; Pebrianti, Pebrianti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lansia di Indonesia tetap menjadi perhatian, mengingat jumlah nya semakin meningkat setiap tahunnya. Merupakan tanggung jawab Bersama antara keluarga dan petugas Kesehatan , terutama dalam hal kesehatannya. Dukungan keluarga dalam hal ini sangat dibutuhkan oleh lansia dalam mempertahankan kesehatannya .Dukungan penghargaan, dukungan emosional, dukungan informasi serta dukungan instrumental merupakan factor yang sangat berpengaruh dalam memberikan motivasi kepada lansia untuk hadir di Posyandu memeriksakan kesehatannya. Tujuan penelitian terindentifikasinya dukungan keluarga dalam pemanfaatan posyandu oleh lanjut usia.Metode penelitian yang digunakan: penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, dengan jumlah sampel 56 orang tehnik sampling accidental samping hasil penelitian ditarik Kesimpulan bahwa dukungan emosinal, dukungan informasi, dan dukungan instrumental berpengaruh dengan kepatuhan lansia menggunakan atau hadir diposyandu untuk memeriksakan kesehatannya
Sosialisasi Dan Pendidikan Kesehatan Dalam Optimalisasi Temuan Kasus Tuberculosis Di Kelurahan Mamajang Dalam Kota Makassar J, Abd Hady; Simunati, Simunati; Hariani, Hariani
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v5i2.1075

Abstract

Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PDM) ini bertujuan meningkatkan keberdayaan mitra dalam sosialisasi dan pendidikan kesehatan dalam optimalisasi temuan kasus tuberculosis. Lokasi di Kelurahan Mamajang Dalam Kota Makassar. Mitra utama dalam kegiatan Pengabmas ini adalah Pemerintah Kelurahan, Puskesmas, Posyandu, serta kader kesehatan, dan PMO. Khalayak sasaran adalah kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan Pengabmas dilakukan selama tujuh bulan. Kegiatan intervensi utama adalah focus group discussion (FGD), pendidikan dan pelatihan, serta sosialisasi. Hasilnya, pelaksanaan PkM memainkan fungsi dan peran yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi dan keberdayaan Mitra partisipan dalam sosialisasi dan pendidikan kesehatan serta peningkatan temuan kasus Tb. Pelaksanaan FGD, pendidikan dan pelatihan, serta sosialisasi semakin urgen, penting dan strategis dalam mendukung keberhasilan peningkatan kompetensi mitra sebesar 35% pasca PkM. Masih terdapat sejumlah tantangan permasalahan serta hambatan/ kendala teknis dan non-teknis baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Oleh karena itu, Tim Pengabmas perlu memiliki kompetensi baik kompetensi teknis dan manajerial, maupun kompetensi strategis dan social dalam mengupayakan solusi atas setiap tantangan permasalahan serta hambatan/ kendala yang dihadapi di lapangan.  Kata kunci: Sosialisasi, pendidikan, tuberculosis, temuan kasus.
Pemberian Terapi Bermain Flash Card Pada Anak Dengan Speech Delay Di Upt Pusat Pelayanan Rehabilitasi Anak Inang Matutu Makassar Hasani, Ruslan; Anjasmara, Rio Nata; Simunati, Simunati; Junaidi, Junaidi; Nasrullah, Nasrullah
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 6 No 2 (2025): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v6i1.1652

Abstract

Speech delay merupakan gangguan perkembangan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah dan dapat memengaruhi kemampuan sosial dan akademik. Flash card adalah alat bantu visual yang digunakan dalam terapi wicara untuk merangsang kemampuan bahasa anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian bermain flash card dalam meningkatkan kemampuan bicara anak dengan speech delay. Oleh karena itu kami melakukan program bermain kepada anak yang mengalami speech delay di UPT Pusat Pelayanan Rehabilitasi Anak Inang Matutu Makassar. Terdapat 10 responden usia 3–5 tahun yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah dengan pre-test, terapi bermain, dan diakhir kegiatan dilakukan post-test. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 2 Minggu yaitu pada tanggal 19 s/d 30 Mei 2025. Kemampuan bicara diukur melalui pre-test dan post-test. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan terjadinya peningkatan berbicara pada kategori gangguan bicara ekspresif, reseptif, dan campuran. Pada akhir terapi bermain, 100% anak menunjukkan respons sangat baik terhadap Terapi Bermain flash card. Disimpulkan bahwa Terapi Bermain flash card meningkatkan kemampuan bicara pada anak dengan speech delay.
Pengadaan Papan Bicara Pencegahan Merokok dan Penyalahgunaan Narkoba Secara Dini di Sekolah Dasar Kota Makassar Muhasidah, Muhasidah; Ahmad, Abd Kadir; Simunati, Simunati; Subriah, Subriah; Hartati, Hartati
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.8114

Abstract

Analisis situasi/masalah Mitra yaitu Muhasidah, dkk (2015-2018) telah melakukan penelitian pada 9 sekolah dasar di kota Makassar, antara lain SD IKIP 1 2 dengan besar sampel 67 org, yang merokok sebanyak 12 orang (17,9%), SD Minasa Upa 1 2 dengan besar sampel 91 anak, dengan anak merokok sebanyak 37 orang (40,6%), SDN Manuruki 1 2 dengan besar sampel 79 orang dengan jumlah merokok sebanyak 47 orang (59,4%), dan SD Inpres Paccerakkang dengan besar sampeL 72 anak, yang merokok sebanyak 39 orang (54,1%). Hasil Penelitian Muhasidah, dkk (2018) di SD kota Makassar ditemukan anak merokok 64 anak laki-laki (69,5%) dari 92 anak pada kelas 5 dan 6. Tujuan kegiatan : Meningkatkan Pemahaman anak, para guru dan Masyarakat yang ada dilingkungan sekolah tentang bahaya merokok dan penyalahgunaan narkoba secara dini, melalui media “PAPAN BICARA” Solusi yang telah dilakukan : pengadaan PAPAN BICARA secara permanen dihalaman sekolah untuk dapat dibaca setiap hari, dan membagikan buku tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba pada siswa laki-laki Metode pelaksanaan : Input : Menyusun proposal,laporan, buku dan isi papan bicara. Prosen ada pre test sebelum didirikan PAPAN BICARA BERDIRI, dan pembagian buku, dan post-test setelah ada PAPAN BICARA dan telah dibagikan buku. Out Put : ada video kegiatan, ada 2 PAPAN BICARA berdiri permanen, ada JANJI SISWA yang dibaca setiap uapacara, ada buku, artikel nasional, dan HKI (sertifikat HKI dan Artikel diproses terbit akhit tahun) Konstribusi Mitra : menyiapkan lokasi pengabdian, memfasilitasi siswa yang menjadi mitra sasaran sebanyak 52 anak laki laki kelas 4 dan 5 Hasil kegiatan : berdiri 2 PAPAN BICARA, ada JAJANJI SISWA telah dibacakan setiap upacara, hasil uji N.Gain ditemukan anak laki laki yang memiliki pengetahuan tinggi 71,15% dan pengetahuan sedang yaitu 25%, dan pengetahuan rendah 3,8% tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba, serta hasil analisis data ditemukan dari 52 anak laki-laki, yang telah mencoba merokok 23 orang (44%) yaitu kelas 4 sebanyak 11 orang (21%), dan kelas 5 ada 12 orang (23%), dan yang belum pernah merokok sebanyak 29 orang (55,7%). siswa laki-laki di SDN Minasa Upa 1 dan Miasa Upa Arsyad. Target capaian pengabdian: 2 “Papan Bicara” yang efektif, menarik untuk dibaca anak SD dan masyarakat lainnya di dalam lingkungan sekolahnya, tentang pencegahan merokok dan penyalahgunaan narkoba, video, artikel, sertifikat HKI, foto foto kegiatan. Rencana Tindak Lanjut : apabila tim pengabdi telah selesai kegiatan ditahun ini, maka kami titipkan kepada kepala sekolah dan para guru untuk memantau dan melaksanakan dua kegiatan hirilisasi hasil pengabdian yaitu : setiap kegiatan upacara, salah satu siswa laki laki membacakan JANJI SISWA sebagai salah satu bacaan upacara.