Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Diabetes Mellitus Foot Exercise Increase ABI (Ancle Brachial Index) Value in Type II DM Patients in The Puskesmas Cipondoh at Tangerang City Suhanda, Parta; Kusniawati, Kusniawati; Hikmah, Ema
Journal of Smart Nursing and Health Science Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Smart Nursing and Health Science
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/josnhs.v1i1.463

Abstract

This study aims to determine the effect of diabetic foot gymnastics on the value of Ankle Brachial Index (ABI) in Type II Diabetes Mellitus patients in the Cipondoh Health Center, Tangerang City. The design used is Quasi experiment with a pre–test–post–test approach. The population of this study was 42 dm type II patients in the puskesmas work area in Tangerang city. Samples were taken using purposive sampling techniques and divided into 2 groups, 20 people in intervention groups and 22 control groups. The average ABI before diabetic foot exercises of the intervention group was 0.87 and the average ABI after diabetic foot exercises were 0.93. The results of statistical analysis showed that there was a significant difference in ABI values between the intervention and control groups after diabetic foot exercises (p-value = 0.003). It was concluded that implementing diabetic foot exercises could increase the value of ABI in type II DM patients. This study recommends that diabetic foot exercises are expected to be performed for type II DM patients and ABI examinations can be used as additional examinations, especially in DM patients who go to the Health Center.
Pengaruh Posisi Pronasi terhadap Saturasi Oksigen dan Heart Rate pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Fadilah, Ainun Nurul; Hikmah, Ema
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v3i1.809

Abstract

Kasus AKB di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2020 sebanyak 44.000 kasus, dibandingkan tahun 2019 yang berjumlah 26.000 kasus. Pravelensi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Provinsi Banten pada tahun 2018 (6,7%) yaitu menempati peringkat ke 9 dari seluruh provinsi di Indonesia. BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Posisi pronasi merupakan posisi menelungkupkan bayi dengan ekstermitas bagian bawah fleksi dan kepala dimiringkan ke salah satu sisi. Pemberian posisi pronasi pada BBLR dapat meningkatkan oksigenasi dan menstabilkan heart rate. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh terhadap saturasi oksigen dan heart rate pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan One Group Pre Test  Post Test. Populasi penelitian ini yaitu BBLR di ruang perinatologi yang sesuai dengan kriteria berjumlah 34 sampel. Hasil uji t-test dependent didapatkan nilai saturasi oksigen pre-test 93.03% dan post-test 97.15%  dengan hasil p-value=0,000 (α <0,05) diperoleh hasil yang signifikan. Nilai heart rate pre-test 147.26x/menit dan post-test 134.68x/menit dengan hasil p-value=0,000 (α <0,05) diperoleh hasil yang signifikan. Ada pengaruh posisi pronasi terhadap saturasi oksigen dan heart rate pada BBLR. Dengan demikian posisi pronasi bisa dijadikan strategi penunjang peningkatan saturasi oksigen dan menstabilkan heart rate pada BBLR di rumah sakit.
Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Cipondoh Kota Tangerang Permana, Angga; Hikmah, Ema
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v3i1.812

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat gizi kronis terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian stunting adalah pengetahuan dan sikap ibu. Ibu dengan pengetahuan dan sikap yang baik berpengaruh terhadap pola asuh sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah Cipondoh Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode analisis kategorik. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah 84 ibu yang memiliki balita di Wilayah Cipondoh yang dipilih menggunakan metode cross sectional sampling. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas pengetahuan dan sikap responden pada penelitian ini berada pada kategori baik yaitu sebanyak 66 responden (78,6%) dari total keseluruhan responden. Hasil uji chi-square didapatkan p-value 1000 (>0,05) untuk pengetahuan dan p-value 0,689 (>0,05) untuk sikap responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah Cipondoh Kota Tangerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah Cipondoh Kota Tangerang.
Pengaruh Posisi Quarter Prone dan Penggunaan Nesting Terhadap Saturasi Oksigen pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Noviant, Anti; Hikmah, Ema; Suhanda, Parta
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 01 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i01.927

Abstract

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi BBLR di Indonesia masih 6,2 %. Prevalensi ini cenderung meningkat setiap tahunnya. Persentase bayi berat lahir rendah (BBLR) di Provinsi Banten pada tahun 2021 sebesar 14,66%. Posisi quarter prone posisi setengah tengkurap dengan lutut tertekuk di bawah perut dan tubuh menghadap ke bawah dengan bantalan di bawah perut, posisi ini sangat disarankan untuk meningkatkan fungsi paru-paru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh posisi quarter prone dan penggunaan nesting terhadap saturasi oksigen pada BBLR di ruang perinatologi RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan One Group Pre Test Post Test. Tempat penelitian di Ruang Perinatologi RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Waktu penelitian bulan Januari-Juni 2025. Populasi penelitian ini yaitu BBLR di ruang perinatologi yang sesuai dengan kriteria berjumlah 31 sampel. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji t-test dependent. Hasil penelitian ini sebagian besar responden berpengaruh dengan nilai saturasi oksigen pre-test 90,23% dan post test 97,19%. Hasil uji statistik (p value=0,000 < α=0,05). Ada pengaruh posisi quarter prone dan penggunaan nesting terhadap saturasi oksigen pada BBLR.
Pengaruh Edukasi Self Care Management Terhadap Efikasi Diri Anak Remaja dengan Thalasemia di RSUD Maharany, Meylda; Hikmah, Ema; Suhanda, Parta
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 01 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i01.934

Abstract

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2021, diperkirakan terdapat sekitar 156,74 juta orang di seluruh dunia yang menderita thalassemia. Di Indonesia, prevalensi thalassemia diperkirakan berkisar antara 6 hingga 10 persen, yang berarti bahwa 6 hingga 10 dari setiap 100 orang merupakan pembawa sifat thalassemia (WHO, 2021). Kondisi kronis pada thalassemia tisdak hanya berdampak aspek fisik melainkan juga mempengaruhi aspek psikologis dan aspek sosial. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi selfcare management terhadap efikasi diri anak remaja dengan thalassemia di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest Posttest. Tempat penelitian di Ruang ODCT (One Day Care Thalassemia) RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Waktu penelitian bulan Januari-Juni 2025. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pasien remaja yang menderita thalassemia di ruang ODCT (One Day Care Thalassemia) RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung berjumlah 48 sampel. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji t-test dependent. Analisis univariat dari penelitian ini adalah hasil uji t-test dependent yaitu pre-test dan post-test self care management terhadap efikasi diri pada anak remaja dengan thalasemia. Hasil uji statistik didapatkan (p value = 0,000 < α = 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi self care management dengan efikasi diri anak remaja dengan thalassemia
Hubungan Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita Terhadap Kejadian Picky Eater Pada Anak di TK Bani Kardi Shofa, Neng; Hikmah, Ema; Suhanda, Parta
Journal of Midwifery and Health Research Vol. 4 No. 01 (2025): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmhr.v4i01.936

Abstract

Anak prasekolah rentan mengalami masalah gizi, salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu perilaku pilih-pilih makanan atau picky eater. Perilaku makan anak dapat dipengaruhi oleh gangguan psikologis yang disebabkan oleh pola asuh orang tua. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku dan sikap ibu dalam pemilihan makan anak adalah pengetahuan tentang gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pengetahuan ibu tentang gizi balita terhadap kejadian picky eater pada anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 43 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner picky eater, pola asuh, dan pengetahuan gizi balita. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil uji Fisher Exact didapatkan hasil P Value 0,001 ≤ 0.05 (α= 0,05) untuk pola asuh dan pengetahuan ibu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pola asuh dan pengetahuan ibu tentang gizi balita terhadap kejadian picky eater pada anak. Dengan demikian orang tua diharapkan dapat memberikan pengasuhan yang baik kepada anak terutama dalam membentuk perilaku makan.