Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Lanskap terapeutik pada perpustakaan: redefinisi peran perpustakaan pascapandemi covid-19 Andini, Yokke; Fuady, Najmi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 1: Juni 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i1.12410

Abstract

Gagasan lanskap terapeutik telah digunakan secara luas untuk menggambarkan hubungan antara tempat dan peningkatan kesehatan mental. Tulisan ini menggunakan data dari penelitian kualitatif yang dilakukan dengan pemustaka dengan latar belakang yang beragam untuk menguraikan peran perpustakaan umum sebagai lanskap terapeutik. Data dikumpulkan dengan metode purposive dan convenience sampling dengan mewawancara dua orang pustakawan dan sepuluh pengunjung Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan 3 tahapan yaitu pengumpulan dan reduksi data, interpretasi data, dan penulisan atau penyusunan laporan penelitian.  Tulisan ini menempatkan perpustakaan umum sebagai ruang yang secara bersamaan akrab dan ramah, nyaman dan menenangkan, serta memberdayakan. Lebih lanjut, tulisan ini difokuskan untuk menggambarkan konsep lanskap terapeutik yang diterapkan pada perpustakaan umum dan bagaimana pemustaka mempersepsikan lanskap terapeutik yang diterapkan pada perpustakaan.
Revitalization Ideology and Pillars of Nationality in Citizens Dynamics Pre-Post Legislative and Executive Elections on 2024 Abdillah, Muhammad Helmy; Fuady, Najmi; Makie, Haji Ahmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i1.64237

Abstract

The Community members have become vulnerable to division, particularly due to the polarization of their election choices. Whether economic, social, or political, campaign promises fuel this polarization. Revitalized Pancasila and the pillars of nationality can to restore the dignity of the Negara Kesatuan Republik Indonesia and prevent its fragmentation. The dissemination of Pancasila ideological values and the pillars of nationality is an agenda that can provide an explicit understanding of the homogenization of national and state life ethics. This activity aims to assess the influence of the socialization of the Pancasila ideology and the values of the pillars of nationality on social dynamics after the 2024 election. The results indicate that while respondent recognizes these values as noble and should implement them, they solely base their implementation on religious mu’amalah. This means that if a member of society has low religious knowledge, the potential for violating the ethics and ideological values of Pancasila and its national pillars is also quite high. Therefore, to lessen the threat of post-election division, an understanding of national insight, which encompasses the values of the Pancasila as ideology and the pillars of nationality, must accompany an understanding of religion.
Analisis konten promosi dalam akun media sosial tiktok Perpusnas RI (@perpusnas_ri) Prameswari, Clarissa; Irawati, Indira; Fuady, Najmi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 2: Desember 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i2.9738

Abstract

Perkembangan TIK yang pesat membuat media sosial menjadi tempat yang strategis dalam mempromosikan perpustakaan. Popularitas TikTok di Indonesia, terutama di kalangan generasi Y dan Z, telah mendorong Perpusnas RI untuk memanfaatkan platform tersebut sebagai sarana untuk mempromosikan layanan, koleksi, dan program-program mereka. Perpusnas RI membuat akun TikTok bernama @perpusnas_ri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konten promosi dalam video yang dipublikasikan pada akun media sosial TikTok Perpusnas RI (@perpusnas_ri). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Data dikumpulkan dengan mengamati langsung (observasi) konten video yang dipublikasikan pada akun media sosial TikTok Perpusnas RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun TikTok @perpusnas_ri telah menerapkan unsur-unsur promosi berupa informing, persuading, dan influencing. Namun, unsur persuading dan influencing tidak semua tercantum dalam konten video. Konten dengan jumlah likes tertinggi merupakan konten koleksi buku bertema Korea pada Layanan Koleksi Mancanegara Lt. 20 (memiliki unsur informing, persuading, dan influencing). Sedangkan konten dengan jumlah likes terendah merupakan konten rekomendasi eBook iPusnas The Black Cat & Other Stories (hanya memiliki unsur informing dan persuading). Hal ini menandakan bahwa pengguna TikTok lebih menyukai konten yang dapat membujuk dan mempengaruhi mereka untuk berkunjung ke Perpusnas RI dibandingkan konten layanan iPusnas.
Dynamics of access and utilization of information on urban waste management by the community in Banjarmasin City Fuady, Najmi; Iqbal, Muhammad; Jairina, Sarifah Nur Isra; Azahra, Mina; Nur, Annisa Aulia
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 22 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Library and Archive, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v22i1.24687

Abstract

Introduction. The closure of the Basirih landfill led to waste accumulation and the emergence of illegal dumpsites across Banjarmasin, where limited public access to policy information hindered effective waste management. This study examined how urban residents accessed information on waste management policy and how openness to information shaped behavioral change. Research Methods. A qualitative exploratory case study was employed, involving 15 informants from five affected districts. Data Analysis. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and then analyzed thematically using the information grounds (IG) and diffusion of innovations (DOI) frameworks. Results. Findings showed that residents accessed information predominantly through informal spaces rather than formal channels such as village office briefings or neighborhood meetings. Information openness influenced behavioral change when messages were delivered by credible sources, easy to understand, and reinforced by visible local examples. Behavioral change remained constrained by the absence of technical guidance, digital literacy gaps, and limited infrastructure. Conclusion. In a waste management crisis, informal channels functioned as the primary information infrastructure through which formal policy was validated. The effectiveness of behavioral innovation diffusion depended on information openness and trust in local sources, not on the intensity of formal government outreach alone.