Syamsi, Moh.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DIMENSI EDUKATIF DALAM AMTSAL AL-QUR’AN, PERSPEKTIF KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Syamsi, Moh.
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 9 No 1 (2020): TARBIYAH ISLAMIYA
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/tarbiya.v9i1.640

Abstract

Abstrak:  penelitian ini dimaksudkan untuk menambah khazanah keilmuan Islam yang bersumber langsung dari pembahasan kitab suci Al-Qur?an.  Sebagai kitab suci agama Islam Al-Qur'an mempunyai suatu keunikan dalam segi pengajaran dan penyampaian pesan kedalam jiwa manusia, salah satunya adalah melalui amsal (perumpamaan). at studi kepustakaan, yang memiliki pengertian bahwa penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan masalah-masalah dari suatu fenomena secara teoritik, yang dihubungkan dengan kajian teoritik lain dalam pengembangan suatu ilmu tertentu, untuk memecahkan masalah yang diteliti secara rasional. Temuan penelitian dari penelusuran kepustakaan yang telah dilakukan terhadap lafadz-lafadz pada Al Qur?an yang merupakan amsalulqur?an yang dianalisis dalam dimensi edukatif amtsal al-Qur?an segi komponen kurikulum dapat diketahui pada empat aspek, yakni  pertama: aspek tujuan, kedua aspek materi, ketiga aspek metode dan keempat aspek media. (1) bahwa dalam amsal al-Qur?anmempunyai nilai-nilai pendidikan yaitu mengenai tujuan pendidikan Islam bahkan mendukungnya. (2) dalam hal metode, amsal al-Qur?an ini kelihatan menonjol oleh karena itu sudah banyak para da?i dan para pendidik menggunakannya. (3) dalam media amsal al-Qur?an menggunakan media yang telah dikenal baik oleh manusia yaitu media kesemestaan (alam semesta). (4) adapun dalam hal materi, amsal al-Qur?an banyak menjelaskan tentang materi-materi yang biasa dikaji dalam pendidikan Islam yaitu : keimanan, ibadah, sejarah, dan akhlak. Bahkan disiplin ilmu-ilmu lainpun kadang terungkap dalam perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam al-Qur?an. Keywords:Dimensi Edukatif, amtsal al-Qur`an, Kurikulum PAI
DIMENSI EDUKATIF DALAM AMTSAL AL-QUR’AN, PERSPEKTIF KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM: DIMENSI EDUKATIF DALAM AMTSAL AL-QUR’AN, PERSPEKTIF KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Syamsi, Moh.
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 1 (2020): TARBIYA ISLAMIA
Publisher : Islamic Education Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/tarbiya.v9i1.640

Abstract

Abstrak: penelitian ini dimaksudkan untuk menambah khazanah keilmuan Islam yang bersumber langsung dari pembahasan kitab suci Al-Qur’an. Sebagai kitab suci agama Islam Al-Qur'an mempunyai suatu keunikan dalam segi pengajaran dan penyampaian pesan kedalam jiwa manusia, salah satunya adalah melalui amsal (perumpamaan). at studi kepustakaan, yang memiliki pengertian bahwa penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan masalah-masalah dari suatu fenomena secara teoritik, yang dihubungkan dengan kajian teoritik lain dalam pengembangan suatu ilmu tertentu, untuk memecahkan masalah yang diteliti secara rasional. Temuan penelitian dari penelusuran kepustakaan yang telah dilakukan terhadap lafadz-lafadz pada Al Qur’an yang merupakan amsalulqur’an yang dianalisis dalam dimensi edukatif amtsal al-Qur’an segi komponen kurikulum dapat diketahui pada empat aspek, yakni pertama: aspek tujuan, kedua aspek materi, ketiga aspek metode dan keempat aspek media. (1) bahwa dalam amsal al-Qur’anmempunyai nilai-nilai pendidikan yaitu mengenai tujuan pendidikan Islam bahkan mendukungnya. (2) dalam hal metode, amsal al-Qur’an ini kelihatan menonjol oleh karena itu sudah banyak para da’i dan para pendidik menggunakannya. (3) dalam media amsal al-Qur’an menggunakan media yang telah dikenal baik oleh manusia yaitu media kesemestaan (alam semesta). (4) adapun dalam hal materi, amsal al-Qur’an banyak menjelaskan tentang materi-materi yang biasa dikaji dalam pendidikan Islam yaitu : keimanan, ibadah, sejarah, dan akhlak. Bahkan disiplin ilmu-ilmu lainpun kadang terungkap dalam perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam al-Qur’an. Keywords:Dimensi Edukatif, amtsal al-Qur`an, Kurikulum PAI
Religious Families as Sources of Islamic Cultural Capital: Social Analysis in Islamic Religious Education, Analysis of Bourdieu's Social Theory Ma`arif, Muhammad Anas; Sebgag, Saliha; Syamsi, Moh.; Alai, Ashimatul
Dirasah International Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Comparative Islamic Studies
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/drs.v3i2.65

Abstract

This study examines the role of religious families as a source of Islamic cultural capital in shaping students’ religious identity and learning dispositions in Islamic Religious Education (PAI). Using the social theory framework of Pierre Bourdieu, particularly the concepts of social capital, cultural capital, and habitus, this study analyzes how religious values, knowledge, and practices are transmitted within families and influence students’ learning experiences. The study adopts a qualitative literature-based analytical approach to explore forms of religious practices within Muslim families, such as daily worship routines, parental role modeling, moral discussions, and participation in religious activities. The findings indicate that religious families function not only as normative institutions of religious teaching but also as strategic arenas for the formation and reproduction of Islamic cultural capital. These practices contribute to the development of religious habitus, Qur’anic literacy, moral discipline, and positive learning dispositions toward PAI. Furthermore, the accumulation of Islamic cultural capital within families strengthens students’ motivation, academic performance, and religious behavior in educational settings. In Bourdieu’s perspective, the transmission of religious values and knowledge within the family represents a mechanism of cultural reproduction that shapes students’ dispositions and positions within the educational field. Therefore, the success of Islamic Religious Education is not solely determined by school factors but is also strongly influenced by the strength of religious habitus and Islamic cultural capital formed within the family environment.
Teachers’ Efforts to Implement Problem-Based Learning in Order to Improve Students’ Collaboration and Communication Skills Mumtahana, Lusia; Nur Rosyidah, Cicik; Kausar, Shakila; Khamim, Nur; Syamsi, Moh.
At-tadzkir: Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Progressive Islamic Education
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/attadzkir.v5i1.181

Abstract

This study aims to analyse teachers’ efforts in implementing the Problem-Based Learning model to enhance students’ collaboration and communication skills in the Aqidah Akhlak subject at MA Ath-Thohiriyyah Blawirejo. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects included the principal, the vice principal for curriculum affairs, the Aqidah Akhlak teacher, the Geography teacher, and eleventh-grade students. The findings indicate that implementing Problem-Based Learning effectively enhances social interaction, promotes active participation, and fosters students’ sense of responsibility through group discussions, presentations, evaluations, and reflection activities. The model was implemented in five stages: problem identification, group formation, investigation, presentation of findings, and evaluation and reflection. The study also identified several challenges, including students’ low self-confidence during presentations and limited instructional time. These challenges were addressed by providing motivation, active guidance, and systematic time management. Overall, the findings demonstrate that Problem-Based Learning significantly enhances students’ collaboration and communication skills in Aqidah Akhlak learning.