Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelaksanaan Program Praktek Kerja Industri Dalam Penguasaan Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran Lisnawati, Rika; Adman, Adman
Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran (JPManper) Vol 4, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpm.v4i2.18022

Abstract

This research is motivated by low level of competency skill of Office Administration skill by learner on Office Administration. The purpose of this study is to obtain a description of the effectiveness of the implementation of industrial work programs, obtain a description of the level of control of the competence of office administration expertise by learners, and to determine whether there is influence from the effectiveness of the implementation of industrial work programs to mastering the competence of administrative office skills by participants educate. This study uses a quantitative approach. The research method used is explanatory survey method. Data collection techniques were conducted through questionnaires. Members of the sample are 58 learners who have implemented prakerin program on Office Administration. Data analysis technique used in this research is simple linear regression test. Based on the results of research, obtained information that the implementation of industrial work programs in the category of very effective and control of the competence of office administration by students are in the high category. In addition, the results of the study prove that there is a positive and significant influence between the effectiveness of prakerin implementation to the mastery of the competence of office administration expertise by the learners of 17.78% in the Office Administration. Based on the results of the research, the authors suggest that the parties involved in the implementation of prakerin maintain and or improve the effectiveness of prakerin implementation in order to improve the mastery of the competence of administrative skills of the Office by the learners, especially in the supervision and guidance by the school / industry supervisor / mentor to the participants educated during prakerin implementation.ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi rendahnya tingkat penguasaan kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran oleh peserta didik pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai efektivitas pelaksanaan program praktek kerja industri, memperoleh gambaran mengenai tingkat penguasaan kompetensi keahlian administrasi perkantoran oleh peserta didik, dan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari efektivitas pelaksanaan program praktek kerja industri terhadap penguasaan kompetensi keahlian administrasi perkantoran oleh peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey eksplanasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Anggota sampel yaitu 58 peserta didik yang sudah melaksanakan program prakerin pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah uji regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan informasi bahwa pelaksanaan program praktek kerja industri berada pada kategori sangat efektif dan penguasaan kompetensi administrasi perkantoran oleh peserta didik berada pada kategori tinggi. Selain itu, hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara efektivitas pelaksanaan prakerin terhadap penguasaan kompetensi keahlian administrasi perkantoran oleh peserta didik sebesar 17,78% pada pada Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Berdasarkan hasil penelitian, maka sarannya adalah  agar pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan prakerin mempertahankan dan atau meningkatkan efektivitas pelaksanaan prakerin guna meningkatkan penguasaan kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran oleh peserta didik terutama dalam aspek pengawasan dan bimbingan oleh tenaga/pembimbing dari pihak sekolah dan industri terhadap peserta didik selama pelaksanaan prakerin.
Peningkatan Literasi Keuangan Sejak Dini Dengan Metode Storytelling di Sekolah Dasar Depok Utie, Maulida Salmi; Walidain, Birrul; Windiarti, Faris; Tamimi, Yusrina Alyani; Lisnawati, Rika; Safitri, Nurfala; Alyssa, Heidy Puspa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1143

Abstract

Financial Literacy is the knowledge, skills, and beliefs that influence attitudes and behaviors to improve the quality of decision-making and financial management to achieve the financial welfare of the community. Instilling financial literacy at school age will leave a mark on their memories. Financial literacy provided in schools has an impact on adulthood where the child has provisions in understanding financial literacy which will later become provisions to face financial problems. The purpose of the PKM (Community Service) Financial Literacy Program is to provide financial knowledge skills from an early age and shape the character of financially disciplined people when they grow up. This activity was carried out at SDIT At-Taufiq. Using the storytelling method. The results showed that students were very enthusiastic about learning about the meaning of saving, and we provided literacy such as financial discipline, budgeting, needs, and desires.ABSTRAKLiterasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat. Penanaman literasi keuangan di usia sekolah akan membekas dalam ingatan individu. Literasi keuangan yang diberikan di sekolah berdampak pada usia dewasa dimana sang anak mempunyai bekal dalam memahami literasi keuangan yang nantinya akan menjadi bekal untuk menghadapi masalah keuangan. Tujuan dari Program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) adalah membekali keterampilan pengetahuan keuangan sejak dini dan membentuk karakter masyarakat disiplin keuangan ketika dewasa nanti. Program ini dilakukan di SDIT At-Taufiq. Dengan menggunakan metode storytelling. Kegiatan  literasi ini menggunakan presentasi yang hasil kegiatan menunjukkan bahwa para siswa/i sangat antusias mereka mengetahui tentang arti menabung dan kami memberikan literasi seperti disiplin keuangan, penganggaran, kebutuhan, dan keinginan.
Peningkatan Literasi Industri Halal Melalui Masjid Zahra, Inas Afifah; Muhtasib, Ach.Bakhrul; Lisnawati, Rika; Arman, Ady; Anggraini, Desmitha Siachma; Melinda, Fina
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.5408

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Jakarta ini bertujuan untuk meningkatkan literasi industri halal bagi para khatib dan jamaah di sekitar Masjid Al Fauzien, Pesona Depok Estate. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya pemahaman masyarakat terhadap industri halal, terutama dalam aspek regulasi dan peluang usaha. Kurangnya literasi ini berpotensi menghambat perkembangan industri halal di Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar global. Metode pelaksanaan PKM ini dilakukan melalui sosialisasi dengan materi bertema Industri Halal: Peluang, Tantangan, dan Regulasi. Kegiatan ini mencakup penyampaian informasi secara langsung melalui ceramah, diskusi interaktif, serta pembagian materi edukasi yang dapat diakses oleh peserta. Hasil PKM menunjukkan bahwa tingkat literasi industri halal para peserta sudah cukup memuaskan, terutama dari aspek penggunaan produk halal dan kesadaran halal. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata kuesioner sebesar 4,00, yang mencapai 44%-48%. Namun, dalam konteks pengetahuan terkait industri halal, masih diperlukan peningkatan, karena nilai maksimal kuesioner hanya mencapai 26%. Kegiatan sosialisasi ini telah selesai dilaksanakan dengan baik dan membuka peluang untuk keberlanjutan di masa mendatang. Keberlanjutan ini dianggap penting sebagai dukungan terhadap visi Indonesia dalam Master Plan Industri Halal 2023-2029, yaitu menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia
Motivasi Ibu Rumah Tangga Memilih Emas sebagai Instrumen Investasi Syariah Tamimi, Yusrina Alyani; Lisnawati, Rika; Alyssa, Heidy Puspa
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wska3583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi ibu rumah tangga dalam memilih emas sebagai instrumen investasi syariah dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Prosedur penelusuran dilakukan melalui beberapa database artikel ilmiah menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Tahapan seleksi mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga penetapan artikel yang dianalisis. Dari seluruh artikel yang ditemukan pada tahap awal, hanya 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan fokus penelitian, kesesuaian konteks investasi syariah, serta keselarasan dengan populasi sasaran yaitu ibu rumah tangga. Hasil sintesis menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga dalam memilih investasi emas dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu: (1) stabilitas nilai dan kemampuan emas menjaga daya beli terhadap inflasi, (2) kepatuhan terhadap prinsip syariah yang memberikan rasa aman dan bebas riba, (3) kemudahan akses dan transaksi melalui layanan digital, (4) kebutuhan perencanaan keuangan keluarga jangka panjang, (5) pengaruh lingkungan sosial dan budaya yang menempatkan emas sebagai simbol nilai ekonomi, serta (6) tingkat literasi keuangan syariah yang mendorong pemahaman lebih baik terhadap manfaat investasi. Temuan ini menegaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang paling dipercaya dan sesuai dengan karakteristik ibu rumah tangga karena sifatnya yang aman, likuid, terjangkau, serta memiliki makna religius. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan wawasan bagi lembaga keuangan syariah untuk mengembangkan edukasi dan produk investasi emas yang lebih inklusif, ramah perempuan, dan mudah diakses melalui teknologi. Motivations of Housewives in Choosing Gold as a Sharia-Compliant Investment Instrument Abstract This study aims to analyze the motivation of housewives in selecting gold as a sharia-compliant investment instrument using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The article search process was conducted through several scholarly databases using keywords relevant to the research topic. The selection procedure followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, including identification, screening, eligibility assessment, and final inclusion. Out of all articles initially retrieved, only 15 studies met the inclusion criteria based on research focus, relevance to sharia investment, and alignment with the target population, namely housewives. The synthesis results indicate that the motivation of housewives to invest in gold is influenced by six key factors: (1) value stability and the ability of gold to protect purchasing power against inflation, (2) compliance with sharia principles that ensures security and freedom from riba, (3) accessibility and transaction convenience through digital services, (4) long-term family financial planning needs, (5) socio-cultural influences that position gold as a symbol of economic value, and (6) the level of sharia financial literacy that enhances understanding of investment benefits. These findings reaffirm that gold is perceived as the most trusted and favorable investment instrument for housewives due to its safety, liquidity, affordability, and religious significance. This study contributes insights for Islamic financial institutions to develop more inclusive gold investment education programs and products that are women-friendly and easily accessible through technology.
Pelatihan Strategi Fundraising Digital bagi Pengurus Masjid: Implementasi Participatory Action Research di FORSIMMA Bekasi Muchtasib, Ach. Bahrul; Lisnawati, Rika; Aidid, Muhammad Yusuf; Khaerunisa, Alya; Rafifanto, Fakhri; Prayogi, Sabrina Putri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/12b0f483

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus masjid FORSIMMA Bekasi dalam mengimplementasikan strategi fundraising digital sebagai upaya memperkuat pendanaan masjid yang berkelanjutan. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya literasi digital dan minimnya kemampuan teknis pengurus masjid dalam mengelola media sosial serta sistem donasi digital, padahal digitalisasi filantropi telah menjadi tren utama dalam pengelolaan dana keagamaan. Pelatihan dirancang menggunakan metode partisipatif deskriptif berbasis community-based training dengan tahapan analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan teori dan praktik, evaluasi post-test, serta tindak lanjut. Instrumen kuesioner disusun berdasarkan indikator Digital Philanthropy dan Technology Acceptance Model (TAM), dan divalidasi oleh dua ahli sebelum digunakan. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari di bawah koordinasi FORSIMMA Bekasi, bertempat di Masjid Al-Kahfi Bunut, Bekasi, dengan melibatkan 13 peserta dari berbagai masjid dan musholla. Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta memiliki persepsi positif terhadap relevansi dan kemanfaatan materi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial dan sistem pembayaran digital untuk penggalangan dana. Meskipun demikian, ditemukan variasi pemahaman antara peserta muda dan senior, serta adanya hambatan berupa keterbatasan perangkat digital dan resistensi jamaah terhadap metode donasi elektronik. Data post-test menggambarkan peningkatan persepsi, namun tidak dapat memastikan perubahan kompetensi secara faktual karena tidak adanya pre-test. Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan literasi digital dan kesiapan awal implementasi fundraising digital di lingkungan masjid, sekaligus menghasilkan model pelatihan yang dapat direplikasi dalam konteks pengembangan ekonomi keumatan berbasis teknologi. Digital Fundraising Strategy Training for Mosque Administrators: Implementation of Participatory Action Research at FORSIMMA Bekasi Abstract This community service program aims to enhance the capacity of FORSIMMA Bekasi mosque administrators in implementing digital fundraising strategies to strengthen sustainable mosque financing. The background of this activity lies in the low level of digital literacy and limited technical skills among mosque administrators in managing social media and digital donation systems, despite the growing trend of digital philanthropy in religious financial management. The training was designed using a descriptive-participatory method based on a community-based training approach, consisting of needs assessment, material preparation, theoretical and practical sessions, post-test evaluation, and follow-up actions. The questionnaire instrument was developed using indicators from Digital Philanthropy and the Technology Acceptance Model (TAM), and validated by two experts prior to its use. The one-day training was conducted under the coordination of FORSIMMA Bekasi at Masjid Al-Kahfi Bunut, Bekasi, involving 13 participants from various mosques and prayer rooms. The analysis indicates that participants expressed positive perceptions regarding the relevance and usefulness of the material, particularly in the use of social media and digital payment systems for fundraising. Nevertheless, variations in understanding were found between younger and older participants, along with challenges such as limited access to digital devices and resistance from congregants toward electronic donation methods. The post-test data reflects an increase in participant perceptions, although it cannot confirm actual competency improvement due to the absence of a pre-test. Overall, this program contributes to improving digital literacy and the initial readiness for implementing digital fundraising in mosque environments, while also generating a replicable training model for the development of technology-based Islamic community economic empowerment.