Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN MARKETING ONLINE DI PANTI ASUHAN AISYIYAH Safitri, Teti Anggita; Fathah, Rigel Nurul; Nugraheni, Ika Afifah; Putriana, Dittasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.13510

Abstract

Kelompok masyarakat kurang beruntung secara ekonomi sosial dan terpinggirkan seperti warga santri yang tinggal di panti asuhan adalah kelompok yang paling membutuhkan dukungan dan bantuan. Panti Asuhan Aisyiyah didirikan sejak tahun 1921 oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan visi terwujudnya Panti Asuhan Putri yang Islami yang mempunyai Keunggulan Pengasuhan yang bermartabat dan menjadi Kebanggan Umat. Permasalahan yang dihadapi oleh kedua panti asuhan ini adalah (1) belum adanya pelatihan ketrampilan yang dibekalkan kepada warga panti asuhan sebagai bekal untuk hidup mandiri, (2) warga panti masih mengandalkan donasi dari yayasan dan donatur untuk kecukupan kebutuhan logistik (3) belum adanya infrastruktur ketahanan pangan mandiri di panti asuhan Kegiatan di luar panti lebih fokus pada kegiatan keagamaan antara lain menghafal qur’an dan pelajaran fiqih. Maka dari itu perlu diadakan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan sebagai bekal mereka di masa depan agar lebih madiri sekaligus sebagai ketahanan pangan warga panti asuhan Aisyiyah di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk membantu permasalahan mitra adalah (1) Pelatihan kewirausahaan pendampingan ternak lele dan budidaya sayuran organik dengan melakukan pembukuan dan pelaporan laba-rugi dan (2) Pelatihan branding dan marketing online. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ketahanan pangan warga panti asuhan di masa pandemi dan kemampuan kewirausahaan.
PEMBERDAYAAN ANGGOTA RANTING 'AISYIYAH GUWOSARI DALAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI SISTEM BUDIKDAMBER Saharuddin, Erni; Khumaira, Annisa; Fathah, Rigel Nurul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36652

Abstract

Anggota Ranting ‘Aisyiyah Guwosari memiliki pekarangan rumah yang cukup luas, Namun, tidak semua pekarangan rumah warga sudah dimanfaatkan dengan baik, selain itu belum ada usaha yang dikembangkan berupa budidaya tanaman dan ikan untuk meningkatkan ketahanan pangan, serta semangat kewirausahan yang masih rendah. Pengelolaan lahan pekarangan yang optimal diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Guwosari. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peran ‘Aisyiyah terutama dalam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui budidaya ikan lele dalam ember atau budikdamber. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan pendekatan participatory rural appraisal (PRA) yang memfokuskan kepada tiga aspek yaitu kelembagaan, teknik budikdamber dan kewirausahaan. Hasil kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya ikan lele dalam ember.
Strategi Penguatan Kelembagaan Bumdes Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Sidoagung Fathah, Rigel Nurul; Safitri, Teti Anggita; Saharuddin, Erni; Nindiasari, Avininda Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.946

Abstract

This study aims to develop a strategic plan for the establishment of a Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Sidoagung Village, Godean, Sleman, to improve community welfare. The research addresses the challenges faced by the village, such as the absence of a BUMDes, limited human resource capacity, and a lack of community participation in economic development. The method involves a series of assistance programs, including a workshop on potential mapping and business selection, training on institutional strengthening and governance, assistance in preparing the Articles of Association/Bylaws (AD/ART), and training on product innovation and marketing. The preliminary findings indicate that the BUMDes currently has minimal partnership networks, primarily limited to the sub-district level. It has also been identified that the BUMDes needs to expand its collaboration with various stakeholders, such as related government agencies, banks, and the private sector, to strengthen its position and accelerate business growth. Based on potential mapping, three business types were chosen: goat farming, catering, and field rental. These results highlight the need for structured assistance to formalize the BUMDes and enhance its managerial capacity.
Management Financial Performance Village Fund Allocation Based On Value For Money in Wukirsari Kapanewon Village Imogiri Bantul District Nu Fitrah Ramadhia; Rigel Nurul Fathah
Jurnal Riset Bisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jrb.v8i1.7387

Abstract

Pengukuran kinerja dapat menjadi alat untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan desa dengan melakukan penilaian dan evaluasi program kerja. Evaluasi kinerja keuangan suatu organisasi pemerintahan dapat digunakan untuk menganalisis pencapaian target dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Kinerja Keuangan Desa dapat dinilai dengan melakukan pengukuran salah satunya menggunakan indikator Value For Money. Value for money merupakan indikator kinerja bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Value for money merupakan salah satu konsep yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan pada organisasi sektor publik juga harus dioperasionalkan dalam pengelolaan keuangan dan anggaran daerah dengan mengacu pada tiga elemen kunci yaitu rasio ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Penelitian ini berupaya untuk menilai kinerja keuangan alokasi dana desa dengan menggunakan indikator value for money yaitu rasio efektivitas, rasio efisiensi, dan rasio ekonomi. Data yang digunakan dalam penelitian ini dibatasi pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Penelitian ini dilakukan di Desa Wukirsari Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu situasi, topik, tindakan, atau fenomena. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk mengkaji suatu fenomena yang terjadi. Hasil penelitian ini adalah rasio efektivitas berada pada kategori efektif dengan rata-rata 99,96%. Rasio efisiensi berada pada kategori cukup efisien dengan rata-rata 80%. Rasio ekonomi berada pada kategori ekonomis dengan rata-rata 76%. Hasil analisis dengan menggunakan indikator value for money menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Desa Wukirsari dalam mengelola anggaran pemerintah tergolong baik. Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan penelitian ini, maka saran yang dapat kami berikan adalah sebagai berikut: Perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab terjadinya fluktuasi rasio dan mencari solusi yang tepat. Pemerintah desa perlu melibatkan semua pihak terkait dalam menyusun dan melaksanakan strategi pengelolaan keuangan desa. Performance measurement can be a tool to enhance village governance by assessing and benchmarking work programs. Evaluation of the financial performance of a government organization can be used to analyze the achievement of targets and the Village Budget (APBDes). Village Financial Performance can be assessed by measuring one of them using the Value For Money indicator. Value for money is a performance indicator for regional governments and village governments in order to realize good governance. Value for money is one of the concepts used for measuring financial performance in public sector organizations as well must be operationalized in regional financial and budget management by referring to three key elements, namely economic ratios, efficiency, and effectiveness. This study seeks to assess the financial performance of the village fund allocations using value-for-money indicators of effectiveness ratios, efficiency ratios, and economic ratios. The data used in this research is limited to 2018 to 2022. This research was conducted in Wukirsari Kapanewon Imogiri Village, Bantul Regency. The approach used in this research is descriptive research. This type of descriptive research is research that aims to describe a situation, topic, action, or phenomenon. The research uses a case study method to examine a phenomenon that occurs. The result of this research are the effectiveness ratio is in the effective category, with an average of 99.96%. The efficiency ratio is in the quite efficient category, with an average of 80%. The economic ratio is in the economic category, with an average of 76%. The results of the analysis using the value for money indicator show that the Wukirsari Village Government's financial performance in managing the government budget is relatively good. Based on the research results and conclusions of this study, our suggestions are as follows : It is important to carry out a more in-depth analysis to find out the causes of ratio fluctuations and to find the right solutions. The village government needs to involve all relevant parties in preparing and implementing village financial management strategies.