Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN HOME CARE DENGAN TEKNIK AKUPUNTUR DAN PERAWATAN NIFAS TERSTANDAR UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI POST PARTUM PASCA SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT MITRA SEJATI KOTA MEDAN Ginting, Siska Suci Triana; Damanik, Lisa Putri
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS Vol 3 No 2 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian pada operasi sesar adalah 40-80 tiap 100.000 kelahiran hidup.Angka ini menunjukan resiko 25x lebih besar dibandingkan dengan persalinan melalui pervaginaan. Pelayanan One Day Care menghindarkan pasien dari terjadinya infeksi nosokomial karena pasien tidak perlu dirawat lama di rumah sakit sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan oleh pasien. Tujuan Penelitian untuk mendapatkan pengetahuan lebih dan memahami mengenai pelayanan kesehatan di rumah (home care) dengan teknik akupuntur dan perawatan nifas terstandar untuk menurunkan intensitas nyeri post sectio caesarea. Metode penelitian pre dan posttest. Teknik pengukuran penurunan intensitas nyeri dalam penelitian ini adalah peneliti mendatangi ibu post operasi Sectio Caesarea hari pertama dan melakukan intervensi terhadap nyeri post operasi dan pengukuran nyeri, kemudian peneliti melakukan Akupuntur. Hasil penelitian ada pengaruh pemanfaatan terapi akupuntur terhadap penurunan rasa nyeri pada ibu post partum SC
EDUKASI PENANGANAN DAN PENCEGAHAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTANG KOTA MEDAN TAHUN 2024 Marpiani, Marpiani; Margaretha, Margaretha; Ginting, Siska Suci Triana; Mediana Br. Sembiring; Riska Susanti Pasaribu
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1971

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya pemberian tablet Fe dalam pencegahan anemia serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kadar hemoglobin secara rutin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang dikombinasikan dengan penyuluhan langsung kepada ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC). Kegiatan penyuluhan disertai dengan penggunaan media edukasi berupa leaflet yang berisi informasi mengenai pencegahan anemia, konsumsi tablet Fe, serta pola makan sehat. Selain itu, pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital Easy Touch GCHb dilakukan untuk mengetahui status kesehatan ibu hamil secara langsung. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa jumlah ibu hamil yang mengalami anemia meningkat setiap bulan sepanjang tahun 2023, dengan total kasus anemia mencapai 47% dari seluruh populasi ibu hamil yang terdata dalam program ANC. Peningkatan kasus anemia terutama terjadi pada paruh kedua tahun 2023, yang menunjukkan pentingnya intervensi pencegahan yang lebih intensif pada periode tersebut. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian anemia antara lain pola makan yang kurang memperhatikan zat besi dan kepatuhan rendah terhadap konsumsi tablet tambah darah. Simpulan, kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pencegahan anemia melalui pemberian tablet Fe dan pemeriksaan hemoglobin rutin. Fasilitas kesehatan perlu terus mendukung program ini dengan menyediakan layanan pemeriksaan dan suplementasi zat besi serta asam folat. Selain itu, edukasi tentang pentingnya kunjungan ANC secara berkala sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kata Kunci: Pencegahan Anemia, Ibu Hamil, Tablet Fe, Pemeriksaan Hemoglobin, Antenatal Care (ANC), Edukasi, Kesehatan Ibu, Suplementasi Zat Besi
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA NY.G USIA 16 TAHUN G1P0A0 DENGAN ANEMIA RINGAN DI UPT PUSKESMAS SIMALINGKAR KEC.MEDAN TUNTUNGAN PROVINSI SUMATERA UTARA 2025 Nurhadina, Lisa Amelia; Ginting, Siska Suci Triana; Hutabarat, Dewi Sartika; Panjaitan, Endang Elita; Rumaijuk, Evi Masri; Tumangger, Dina Sadriana
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i4.2833

Abstract

Anemia merupakan kondisi medis di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam tubuh berada di bawah normal. Keadaan ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan karena sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh melalui hemoglobin. Pada ibu hamil, anemia didiagnosis jika kadar Hb kurang dari 11 gr% pada trimester I dan III, serta kurang dari 10,5 gr% pada trimester II. Bila kadar Hb berada pada rentang 9–10 gr%, maka termasuk kategori anemia ringan.Tujuan penulisan ini adalah untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. G, seorang ibu hamil usia 16 tahun, kehamilan pertama (G1P0A0), dengan usia kehamilan 31 minggu 5 hari, yang mengalami anemia ringan dan menjalani pemeriksaan di Puskesmas Simalingkar pada tahun 2025.Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan berdasarkan format SOAP, yang mencakup data subjektif, objektif, asesmen, perencanaan, implementasi, serta evaluasi. Asuhan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2025 terhadap Ny. G, dengan intervensi berupa pemberian tablet zat besi (Fe) dan konsumsi sayur bayam sebanyak 300 gram setiap hari selama satu minggu. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah ibu hamil telah mendapatkan asuhan kebidanan yang mencakup pemberian tablet zat besi dan edukasi mengenai pola nutrisi serta pentingnya vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Implementation and Effectiveness of Gender-Responsive Occupational Health and Safety for Female Workers in Waste Processing Industries: A Systematic Review Hutabarat, Dewi Sartika; Ginting, Siska Suci Triana; Zebua, Audry Marselina; salmah, umi; Rochadi, kintoko; Silaban, Gerry; Mardiana, Arfah
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.628

Abstract

Background: Female workers in waste processing industries are highly vulnerable to occupational hazards, including biological, chemical, ergonomic, and reproductive risks. Despite the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) programs, evidence regarding gender-responsive OHS practices for female workers remains limited, particularly in low- and middle-income countries (LMICs). This systematic review aimed to synthesise evidence on the implementation and effectiveness of gender-responsive Occupational Health and Safety (OHS) programs among female workers in waste processing industries Methods: A systematic review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were performed in Scopus, PubMed, ScienceDirect, Web of Science, and CINAHL for studies published between 2014 and 2024. Two independent reviewers conducted study screening through title, abstract, and full-text assessment. Methodological quality was evaluated using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tool. Eighteen studies met the eligibility criteria. Due to heterogeneity in study designs, outcomes, and measurement indicators, meta-analysis was not feasible; therefore, the data were synthesised using a thematic narrative analysis. Results: The PRISMA process identified 1,246 records, of which 18 studies were included in the final synthesis. Studies were predominantly conducted in LMIC settings and involved cross-sectional, qualitative, and mixed-method designs. Three major themes emerged: (1) occupational hazard exposure among female waste workers, (2) implementation of OHS interventions and personal protective equipment (PPE), and (3) barriers to gender-responsive occupational health protection. Most studies reported inadequate PPE utilisation, limited reproductive health protection, and weak institutional OHS policies. The quality of evidence ranged from low to moderate due to methodological heterogeneity and limited longitudinal studies. Conclusion: Gender-responsive OHS implementation in waste processing industries remains suboptimal, particularly in LMICs. Strengthening workplace policies, reproductive health protection, PPE compliance, and gender-sensitive occupational programs is essential to improve worker safety. Future studies should employ longitudinal and intervention-based designs to evaluate the effectiveness of OHS programs among female workers.