Pelayanan administrasi ibadah haji pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjar menghadapi tantangan operasional karena prosedur manual dan kapasitas kantor yang kurang memadai dibandingkan dengan jumlah jemaah haji yang terus meningkat. Kondisi ini menyebabkan antrian panjang dan pelayanan publik yang tidak efisien, bertentangan dengan prinsip kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pelayanan administrasi haji berbasis web guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses administrasi haji melalui layanan digital yang dapat diakses secara daring. Studi ini menggunakan model pengembangan Waterfall, meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan evaluasi. Pemodelan sistem menggunakan UML, menghasilkan cetak biru fungsional yang jelas, seperti Use Case Diagram, yang berhasil memetakan proses kompleks seperti pendaftaran, pelacakan status, pembatalan, dan pelimpahan di antara empat aktor yang terdefinisi. Pengembangan sistem ini diharapkan berkontribusi pada modernisasi pelayanan publik di Kemenag Kabupaten Banjar, secara efektif mengatasi kendala lokal, dan meningkatkan kecepatan, transparansi, serta aksesibilitas layanan bagi calon jemaah haji.