Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis persepsi konsumen terhadap 212 mart guna meningkatkan kualitas menggunakan metode fuzzy servqual Kusumanto, Ismu; Permata, Ekie Gilang; Tehniko, Tegie Gama; Nofirza, Nofirza; Hamdy, Muhammad Ihsan
INOVASI Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.781 KB) | DOI: 10.29264/jinv.v16i1.6630

Abstract

Kualitas pelayanan adalah  hal utama bagi  minimarket untuk memuaskan harapan konsumen. 212 Mart merupakan pesaing baru dalam bisnis ritel, oleh karena itu 212 Mart harus memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan konsumen  agar konsumen merasa puas terhadap kualitas 212 Mart. Untuk mengukur kualitas pelayanan maka dilakukan penelitian terhadap persepsi dan harapan konsumen terhadap kualitas 212 Mart di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisafaktor yang memepengaruhi persepsi konsumen terhadap 212 Mart dan bagaimana cara merancang pelayanan agar sesuai dengan harapan konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berbelanja di 212 Mart, sampel yang diambil adalah 100 orang. Data dari 100 sampel akan di uji menggunakan uji reliabilitas serta validitas agar data valid dan reliabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fuzzyservqual. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis diketahui dimensi yang memiliki nilai gap paling tinggi adalah dimensi Assurance  (-1.5175),  sedangkan dimensi tangibles (-1,37), releability (-0,318), responsiveness (-0,176)  dan empathy (0,315).  Dari hasi nilai gap dapat disimpulkan bahwa dimensi assurance adalah dimensi yang harus ditingkatkan dengan melakukan 1) Menambah fasilitas pendingin ruangan agar konsumen merasa nyaman, 2) Mempekerjakan petugas keamanan atau menggunakan CCTV di area parkir 212 Mart.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE BOW TIE DI PT. X Permata, Ekie Gilang
IDENTIFIKASI Vol 6 No 1 (2020): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v6i1.109

Abstract

The palm oil mill industry has many risks to occupational safety and health. There are still many work accidents that occur resulting in losses for the company. Therefore, it is necessary to do a risk analysis wit importance index that assesses risk by considering the frequency index and severity index. Risk assessment is carried out by experts namely mill manager, mill assistants, and foreman. Then the risk identification is done based on the cause and effect of the risk using the Bow Tie method. Risk assessment indicators use risk indicators from palm oil mills. From 54 risk indicators, there is 3 significant risk, namely, employees exposed to hot iron (stew operation), employees inhaled /exposed to chemicals (WTP operation), noise (engine room operation). And there are 2 high risks, namely employees exposed to steam to hot steam (stew operation), employees exposed to fire bursts (boiler operation). The causes of significant and high risks are leaking pipes, opening the stew doors when high pressure, stew doors are not tightly closed, employee negligence, employees do not obey work instructions, high air pressure, lack of noise absorbent, material, there are worn, engine parts. The impact of significant and high risk burns to the skin, material loss, shortness of breath, skin irritation, communication, disorders, damage to hearing. Control of significant and high risk using a complete PPE, providing evacuation tools.