Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONTRIBUSI ILMU GARĪB AL-ḤADĪṠ DALAM MEMAHAMI HADIS Baiquni, Ach
Al-Bukh?r? : Jurnal Ilmu Hadis Vol 1 No 1 (2018): Januari - Juni 2018 M/ 1439H
Publisher : Department of Hadis Sciences (IH), Faculty of Usuluddin, Adab, and Da'wah (FUAD), State Islamic Institute of Langsa (IAIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.613 KB)

Abstract

Bahasa Arab yang digunakan pada masa kehidupan Nabi Muhammad sebagian kalimatnya berbeda dengan bahasa Arab yang digunakan pada massa pembukuan hadis sehingga para ahli hadis pada masa itu, susah memahami sebagian makna hadis dan kata-kata yang terdapat dalam teks hadis yang tidak populer di kalangan mereka. Hal ini terjadi karena bahasa Arab telah mengalami akulturasi dengan bahasa non Arab yang diakibatkan oleh banyaknya orang non Arab masuk Islam. Kata-kata yang susah dipahami tersebut dikenal dengan istilah gar?b (asing). Kajian yang membahas kata asing dalam hadis disebut dengan ilmu gar?b hadis. Ilmu ini sudah banyak berkontribusi membantu para ahli hadis yang tidak memahami makna hadis. Penelitian ini mencoba untuk menelusuri seberapa besar kontribusi ilmu gar?b hadis dalam memahami hadis?. Adapun metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan menelusuri kata-kata asing (gar?b) yang terdapat dalam teks hadis dan digunakan oleh pensyarah hadis. Penelitian ini menemukan bahwa kajian ilmu gar?b hadis cukup membantu pensyarah hadis untuk memahami kandungan hadis.
Tradisi Bebantai di Merangin Jambi, Studi Living Hadis dalam Konteks Budaya Lokal Baharudin, Baharudin; Baiquni, Ach
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 6 No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v6i1.6144

Abstract

This article aims to explore the tradition of bebantai in Merangin, Jambi, as a living hadith practice in the local cultural context. Bebantai is a collective ritual of slaughtering buffaloes or cows to welcome the holy month of Ramadan. This tradition has been carried out for generations by the people of Merangin, especially in Pangkalan Jambu subdistrict. The research method used is qualitative with a descriptive-analytical approach. The data sources are primary and secondary data obtained through observation, interviews, and literature review. The data analysis technique uses content analysis. The results show that bebantai is a manifestation of the hadith about the virtue of sacrificing animals in Ramadan and distributing their meat to the needy. Bebantai also reflects the values of gratitude, solidarity, brotherhood, and mutual assistance among the community members. Bebantai is not only a religious ritual but also a cultural expression that preserves the local identity and social harmony.
Implikasi Pendidikan, Pelatihan dan Kepribadian Terhadap Kinerja Karyawan PT. BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan Syafia, Fairuz; Baiquni, Ach
Mabny: Journal of Sharia Management and Business Vol. 1 No. 1 (2021): Mabny : Journal of Sharia Management and Business
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Madura Islamic State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/mabny.v1i01.4635

Abstract

Kinerja merupakan hal yang sangat penting yang menggambarkan tingkat pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi suatu organisasi atau perusahaan yang tertuang dalam strategi perencanaan suatu organisasi atau perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja tersebut, perlu mengetahui kebutuhan apa saja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan suatu organisasi atau perusahaan . Salah satunya dibutuhkan karyawan yang memiliki pendidikan yang sesuai, dibutuhkan juga pelatihan kerja serta mengetahui kepribadian dari karyawan. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan, pelatihan dan kepribadian secara simultan dan parsial terhadap kinerja karyawan PT BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan menggunakan analisis regresi berganda yang berguna untuk mengukur kekuatan hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya dan menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Penelitian ini menggunakan 52 responden sebagai sampel dari keseluruhan populasi penelitian dengan menyebarkan kuesioner. Analisis data menggunakan uji F (simultan) dan uji t (parsial). Hasil penelitian berdasarkan persamaan regresi linier berganda yaitu pendidikan terhadap kinerja karyawan tidak memiliki pengaruh. Hasil pengujian pelatihan terhadap kinerja karyawan memiliki pengaruh yang signifikan, serta kepribadian terhadap kinerja karyawan juga memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil uji t untuk variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai thitung 1,395 > ttabel 2,010 dan taraf signifiakan 0,169 > 0,05. Untuk variabel pelatohan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai thitung 2,323 > ttabel 2,010 dengan taraf siginifikan 0,024 < 0,05. Dan untuk variabel kepribadian berpengaruh terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai thitung 2,173 > ttabel 2,010 dengan taraf siginifikan 0,035 < 0,05. Serta pengujian hipotesis dengan uji F menunjukkan bahwa pendidikan, pelatihan dan kepribadian secara serentak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan fhitung 18,058 > ftabel 2,80 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05.
The Demise of Sufi Values in Islamic Educational Institution: Bullying in Madurese Pesantrens Muhlis, Achmad; Cholid Wardi, Moch.; Baiquni, Ach; Septiadi, Dimas Danar; Mansurnoor, Iik Arifin
Ulumuna Vol 29 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ujis.v29i1.1071

Abstract

The recent exposure of bullying in pesantren has raised an irony, threatening its reputation as a safe place to prepare students (santri) with motivation, self-reliance, well-character, and dedication. This research explores bullying in pesantrens in Madura, East Java, Indonesia. It employs a qualitative and critical descriptive approach and hypothetically relates the bullying to the demise of sufi values in the pesantren. Purposely selecting six pesantren (two from each type: Salaf, semi-modern, and modern) as samples, with respondents consisting of students, teachers and staff, this research seeks to accommodate the complexity of patterns or types that might have contributed to how bullying takes place and how it may relate to some sufi values. It turns out that among several types, bullying occurs most prevalently between students and teachers (ustadh), serving interchangeably as doers and victims. This can be as much related to social hierarchy within the pesantren as to the double roles that both play. The bullying indicates the demise of sufi values and can be attributed to at least four factors: insufficient contextualization during the learning process, imbalanced reading materials for the subject, an ineffective learning process, and a hierarchical atmosphere among the participants.
Tradisi Bebantai di Merangin Jambi, Studi Living Hadis dalam Konteks Budaya Lokal Baharudin, Baharudin; Baiquni, Ach
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 6 No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v6i1.6144

Abstract

This article aims to explore the tradition of bebantai in Merangin, Jambi, as a living hadith practice in the local cultural context. Bebantai is a collective ritual of slaughtering buffaloes or cows to welcome the holy month of Ramadan. This tradition has been carried out for generations by the people of Merangin, especially in Pangkalan Jambu subdistrict. The research method used is qualitative with a descriptive-analytical approach. The data sources are primary and secondary data obtained through observation, interviews, and literature review. The data analysis technique uses content analysis. The results show that bebantai is a manifestation of the hadith about the virtue of sacrificing animals in Ramadan and distributing their meat to the needy. Bebantai also reflects the values of gratitude, solidarity, brotherhood, and mutual assistance among the community members. Bebantai is not only a religious ritual but also a cultural expression that preserves the local identity and social harmony.