Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kombinasi Teknik Contrast Bath Dan Foot Massage Dalam Menurunkan Edema Kaki Pada Ibu Hamil Dengan Preeklamsia Berat Pasambo, Yourisna; Radjak, Desy Fransiska; Tamunu, Esther; Tuegeh, Johana; Karundeng, Yanni
JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Vol 11 No 2 (2024): Vol 11 No 2 ( Edisi Januari - Juni 2024 )
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v11i2.2115

Abstract

Background: Preeclampsia is a set of symptoms experienced by pregnant women, laboring women and women in the postpartum period that usually appear at 20 weeks of gestation until the end of the first week of labor. Leg edema is a common problem in pregnant women with preeclampsia. Leg edema makes pregnant women feel cramps at night, feel uncomfortable and heavy in the swelling area. The management of foot massage and warm water soak is effective in reducing leg edema in third trimester pregnant women. Contrast bath is one of the foot soaking techniques that works to reduce edema by lowering intra-venous hydrostatic pressure which has an impact on the seeping of plasma fluid in the interstitium back into the veins. Objective : of this case study is to apply evidenced based nursing action contrast bath with foot massage to reduce leg edema in pregnant women with severe preeclampsia. The writing. Methods : is descriptive qualitative using a case study approach. Samples were selected using purposive sampling technique and obtained a sample of four pregnant women with severe preeclampsia. Results: the four pregnant women experienced a decrease in edema degree of 1 degree each after being given contrast bath and foot massage interventions for three days. Conclusion: the combination of contrast bath and foot massage techniques is effective in reducing leg edema
GROUP ACTIVITY THERAPY REDUCES SYMPTOMS OF PSYCHOSOCIAL DISORDERS OF THE ELDERLY (ELDERLY) Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Imbar, Henry Sonny; Tumurang, Marjes; Desyani, Ni Luh Jayanthi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.852

Abstract

Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK. Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK.
Mentoring for Breastfeeding Mothers in Stunting Prevention Efforts in Kalasey Dua Village Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Desyani, Ni Luh Jayanthi; Tuegeh, Johana; Kusmiyati, Kusmiyati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2317

Abstract

Introduction Stunting occurs in children with chronic malnutrition due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Stunting prevention is carried out through specific and sensitive interventions on the target of the first 1,000 days of life, one of which is by providing optimal Exclusive Breastfeeding. The cause of the low coverage of breastfeeding is the lack of understanding and awareness of a mother about the importance of breast milk for child growth. Several previous studies have found that mentoring mothers can increase knowledge and understanding of mothers about the nutrition of pregnant and breastfeeding mothers and the importance of effective Exclusive Breastfeeding. The purpose of the activity is to increase the knowledge and abilities of mothers in providing Exclusive Breastfeeding in Kalasey Dua Village. The community service method is implemented through education on providing Exclusive Breastfeeding using videos and E-Modules as well as face-to-face mentoring and counseling and through WhatsApp groups. The results of the activity showed an increase in the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about providing Exclusive Breastfeeding after being given education and mentoring by implementing videos and e-modules. Conclusion, providing education and mentoring effectively increases the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about the importance of providing Exclusive Breastfeeding.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Deteksi Dini Stroke Menggunakan “Metode Fast” Pada Masyarakat Dengan Risiko Tinggi Stroke Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Bobaya, Janbonsel; Jayanthi Desyani, Ni Luh; Sarimin, Dorce Sisfiani; Alam, Syamsu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangan stroke (Brain Attack) merupakan suatu kondisi kedaruratan medis karena berkaitan dengan waktu, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, tepat dan cermat. Hal ini   sangat   dipengaruhi oleh deteksi awal yang tepat di fase pra hospital. Stroke memiliki gejala yang bertindak sebagai peringatan awal serangan, namun kebanyakan orang dengan risiko tinggi stroke yaitu penderita hipertensi dan diabetes mellitus tidak mengenali tanda – tanda peringatan ini. Kewaspadaan masyarakat terhadap stroke dengan pengenalan cepat terhadap  tanda dan gejala stroke sangat  diperlukan,  karena  sebagian  besar  (95%) keluhan   pertama   serangan   stroke   terjadi   di rumah  atau  luar  rumah  sakit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat yang memiliki risiko tinggi stroke dalam mengenali gejala awal serangan stroke dengan metode FAST. Metode pelaksanaan yaitu melalui penyuluhan dengan menggunakan video animasi dan pemberian pelatihan  deteksi dini serangan stroke dengan metode FAST pada masyarakat desa mitra. Pelatihan diawali dengan ceramah dan pemutaran video animasi deteksi dini stroke dengan metode FAST, dilanjutkan dengan diskusi dan praktik melakukan deteksi dini serangan stroke akut dengan metode FAST. Sasaran kelompok pelatihan adalah masyarakat risiko tinggi stroke berjumlah 50 orang. Hasil post test menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dan sikap masyarakat yang memiliki risiko tinggi stroke setelah diberikan pelatihan, sehingga disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai deteksi dini stroke akut melalui metode FAST. Peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat yang memiliki risiko tinggi dalam deteksi dini gejala stroke sangat penting dalam upaya meminimalkan dampak stroke.
GROUP ACTIVITY THERAPY REDUCES SYMPTOMS OF PSYCHOSOCIAL DISORDERS OF THE ELDERLY (ELDERLY) Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Imbar, Henry Sonny; Tumurang, Marjes; Desyani, Ni Luh Jayanthi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.852

Abstract

Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK. Pada umumnya setelah orang memasuki lansia akan mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Keadaan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Di antaranya adalah secara psikososial yaitu ketergantungan pada orang lain, mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan, bingung, panik, depresif, apatis, dan sebagainya. Penurunan fungsi kognitif dan psikomotor juga lansia yang berada di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil wawancara kepada beberapa orang lansia ditemukan bahwa lansia tersebut tidak lepas dari masalah psikososial. Kondisi psikososial seperti ini tentunya menyebabkan lansia mengalami penurunan kualitas kesehatan, kurang berdaya guna dalam masa tua serta kurang menikmati masa tua mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kesehatan lansia adalah dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yanni dkk (2018) terhadap lansia di Panti Agape Tondano dan Panti Debora Tondano Propinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa terapi aktifitas kelompok stimulasi sensori memberi hasil yang bermakna dimana terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi sensoris terhadap gangguan psikososial lanjut usia. Terapi aktifitas kelompok stimulasi sensoris dilakukan dengan metode diskusi dan sharing persepsi dengan panduan modul yang disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian tersebut dapat menjawab masalah kesehatan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui terapi aktifitas kelompok persepsi sensori dengan menggunakan Modul Terapi Aktifitas Kelompok hasil penelitian dari Yanni Karundeng dkk. Terapi aktifitas kelompok dilaksanakan selama empat hari. Kegiatan ini difokuskan pada lansia yang mengalami penurunan / gangguan fungsi psikososial dengan target sasaran 50 -70 lansia. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia setelah menjalani Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Kesimpulan yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi penurunan gejala gangguan psikososial yang dialami oleh lansia di Desa Silian Satu Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara setelah diberikan TAK.
Mentoring for Breastfeeding Mothers in Stunting Prevention Efforts in Kalasey Dua Village Pasambo, Yourisna; Karundeng, Yanni; Desyani, Ni Luh Jayanthi; Tuegeh, Johana; Kusmiyati, Kusmiyati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2317

Abstract

Introduction Stunting occurs in children with chronic malnutrition due to the provision of food that does not meet nutritional needs. Stunting prevention is carried out through specific and sensitive interventions on the target of the first 1,000 days of life, one of which is by providing optimal Exclusive Breastfeeding. The cause of the low coverage of breastfeeding is the lack of understanding and awareness of a mother about the importance of breast milk for child growth. Several previous studies have found that mentoring mothers can increase knowledge and understanding of mothers about the nutrition of pregnant and breastfeeding mothers and the importance of effective Exclusive Breastfeeding. The purpose of the activity is to increase the knowledge and abilities of mothers in providing Exclusive Breastfeeding in Kalasey Dua Village. The community service method is implemented through education on providing Exclusive Breastfeeding using videos and E-Modules as well as face-to-face mentoring and counseling and through WhatsApp groups. The results of the activity showed an increase in the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about providing Exclusive Breastfeeding after being given education and mentoring by implementing videos and e-modules. Conclusion, providing education and mentoring effectively increases the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers about the importance of providing Exclusive Breastfeeding.
Kombinasi Teknik Contrast Bath Dan Foot Massage Dalam Menurunkan Edema Kaki Pada Ibu Hamil Dengan Preeklamsia Berat Pasambo, Yourisna; Radjak, Desy Fransiska; Tamunu, Esther; Tuegeh, Johana; Karundeng, Yanni
JIDAN Jurnal Ilmiah Bidan Vol 11 No 2 (2024): Vol 11 No 2 ( Edisi Januari - Juni 2024 )
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v11i2.2115

Abstract

Background: Preeclampsia is a set of symptoms experienced by pregnant women, laboring women and women in the postpartum period that usually appear at 20 weeks of gestation until the end of the first week of labor. Leg edema is a common problem in pregnant women with preeclampsia. Leg edema makes pregnant women feel cramps at night, feel uncomfortable and heavy in the swelling area. The management of foot massage and warm water soak is effective in reducing leg edema in third trimester pregnant women. Contrast bath is one of the foot soaking techniques that works to reduce edema by lowering intra-venous hydrostatic pressure which has an impact on the seeping of plasma fluid in the interstitium back into the veins. Objective : of this case study is to apply evidenced based nursing action contrast bath with foot massage to reduce leg edema in pregnant women with severe preeclampsia. The writing. Methods : is descriptive qualitative using a case study approach. Samples were selected using purposive sampling technique and obtained a sample of four pregnant women with severe preeclampsia. Results: the four pregnant women experienced a decrease in edema degree of 1 degree each after being given contrast bath and foot massage interventions for three days. Conclusion: the combination of contrast bath and foot massage techniques is effective in reducing leg edema
The Role of Health Counseling in Increasing Students' Knowledge About The Impact Of Gadget Use Lombogia, Moudy; Karundeng, Yanni; Lapian, Rubie Christine; Pasambo, Yourisna
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 10 No 02 (2022): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i2.1779

Abstract

Background: More than 100 million people in Indonesia use gadgets, both adults, teenagers, and children. In addition to the positive impact, gadgets also have many negative impacts. For teenagers, excessive use of gadgets can cause them to become forgetful of time, lazy, cyber bullying, insomnia, nomophobia, as well as tend to make teenagers become individualistic. The purpose of this study is to determine the influence of health counseling about the impact of gadget use on the knowledge of students of SMP Negeri 8 Manado. Method: The type of research is preexperimental with the form of One Group Pretest Posttest Design to compare knowledge before and after being given health counseling about the impact of using gadgets. The research population is all students of SMP Negeri 8 Manado. The sampling technique uses purposive sampling with a total sample of 46 respondents. The data analysis used is univariate analysis and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The Wilcoxon test showed p-value = 0.000 (≤ 0.05). There are differences in adolescents' knowledge before and after being given counseling about the impact of using gadgets. Conclusion : Health counseling about the impact of using gadgets increases students' knowledge at SMP Negeri 8 Manado. The advice for students at SMP Negeri 8 Manado is that they are expected to be able to use gadgets more wisely so that the negative impact of gadgets can be avoided.
The Influence of Health Education About Sex on Adolescents' Knowledge Gandey, Monica Christiani; Ransun, Djony; Sarimin, Dorce Sisfiani; Karundeng, Yanni; Pantouw, Lidya Anita
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 11 No 01 (2023): JUNI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v11i1.2144

Abstract

Background: Sex education that is still considered taboo in Indonesia is one of the causes of adolescents engaging in improper sexual behavior. The purpose of this study was to determine whether there is an effect of sexual health education on adolescent knowledge. This research method uses literature review research, which is research in the form of a literature review of the results of previous research either textbooks or research journals. To obtain data in accordance with the specified topic, researchers conducted a search for national and international journals through three databases, namely Scopus, Science Direct and Google Schoolar. Results with publication years 2010-2020 and researchers obtained 8 journals used for literature review. Conclusion: there is an effect of health education about sex on adolescent knowledge, and the method most often used is the lecture method, with the use of media such as leaflets or power points.