Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisa DRPs Kategori PCNE Pada Pasien Gagal Ginjal Akut Dengan Infeksi Tanpa Hemodialisis Di Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta Indarto, Indarto; Novitasari, Meliana; Yulianto, Dwi Joko; Agustina, Dwi Tri; Sakka, La
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 8 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i8.4340

Abstract

Acute kidney injury (AKI) is a clinical condition caused by metabolic or pathological damage to the kidneys, characterized by a rapid and significant decline in kidney function along with elevated azotemia levels. This study aimed to analyze the occurrence of AKI due to the impact of drug therapy based on Drug Related Problems (DRPs) as categorized by the Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) in inpatients at Dr. Moewardi General Hospital in 2022. It also aimed to determine the effect of drug therapy on reducing leukocyte and urinary bacteria counts, as well as urea and creatinine levels in patients with infections not undergoing hemodialysis. This was a descriptive, non-experimental study using retrospective qualitative and quantitative methods. Quantitative data were analyzed using linear regression and paired sample t-test, while qualitative data were analyzed using the PCNE DRP classification. The study involved data from 10 patients diagnosed with AKI and infection without hemodialysis, with 18 DRP events identified. The analysis of drug therapy using the PCNE DRP framework showed an influence on kidney function, as several patients who were not initially diagnosed with AKI had elevated urea and creatinine levels upon examination, leading to an AKI diagnosis. However, the therapy given to these 10 patients was not optimal in addressing AKI. The analysis concluded that the drug therapy, although appropriate in its administration, did not significantly impact the reduction of leukocytes, urinary bacteria, or urea and creatinine levels, indicating that the therapeutic outcomes did not meet the expected results.
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS BALOCCI KABUPATEN PANGKEP Sakka, La
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien adalah hasil suatu evaluasi (pembandingan) dari apa yang didapat dengan apa yang diharapkan, bukan suatu sikap (rasa menyukai sesuatu atau tidak menyukai tanpa unsur perbandingan). Pengukuran kepuasan menggunakan item ganda sehingga mampu memberikan informasi apa yang menjadikan puas dan tidak puas. Pelayanan kefarmasian yang balk adalah pelayanan yang berorientasi langsung dalam proses penggunaan obat, bertujuan menjamin keamanan, efektifitas dan kerasionalan penggunaan obat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan fungsi dalam perawatan pasien. Tuntutan pasien dan masyarakat akan mutu pelayanan kefarmasian mengharuskan adanya perubahan paradigm pelayanan dari paradigm lama yang berorientasi pada produk obat, menjadi paradigma barn yang berorientasi path pasien. Hasil penelitian yang telah diperoleh dari tabel Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan tingkat kepuasan masyaralcat adalah 30 (88.2) orang responden yang merasa puas dengan pelayanan kefarmsian di Puskesmas Balocci Kabupaten Pangkep dan ada 4 (11.8) orang responden yang merasa tidak puas dengan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Balocci Kabupaten Pangkep.
Analisis Deskriptif tentang Penerapan Farmakovigilans di Indonesia dalam Konteks Keselamatan Pasien Novitasari, Meliana; Wijayanti, Sari; Indarto, Indarto; Sakka, La
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i3.5075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif penerapan farmakovigilans di Indonesia dalam konteks keselamatan pasien, dengan fokus pada tantangan, upaya, dan implikasinya terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai sumber akademik, laporan resmi, dan kebijakan pemerintah yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, meliputi identifikasi tema, reduksi data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem farmakovigilans di Indonesia masih menghadapi hambatan signifikan, antara lain rendahnya tingkat pelaporan efek samping obat, keterbatasan sumber daya manusia, serta lemahnya budaya keselamatan pasien. Namun, beberapa inisiatif seperti pelatihan berkelanjutan, kolaborasi lintas profesi, dan digitalisasi sistem pelaporan menunjukkan perkembangan positif dalam memperkuat sistem farmakovigilans nasional. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori tentang hubungan antara budaya keselamatan pasien dan efektivitas pelaporan farmakovigilans, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah, akademisi, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran dan pelaksanaan farmakovigilans. Penelitian ini juga menegaskan perlunya pendekatan multidisipliner dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan untuk memastikan keselamatan pasien yang lebih baik di masa depan.