Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Dusun Je’ne Tallasa Desa Panaikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa Dahniar, Dahniar; Rosidi, Indah Yun Diniaty
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i2.369

Abstract

Melalui edukasi pendidikan kesehatan diharapkan agar pengetahuan tentang kesehatan wanita meningkat dengan diterapkanya informasi yanga ada dalam pendidikan kesehatan, derajat kesehatan masyarakat juga meningkat. Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Tujuan penyuluhan ini dilakukan agar pola pikir masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi wanita, memiliki kesehatan yang lebih baik, tidak ada lagi masyarakat yang memiliki tubuh yang tidak sehat. Wanita berhak mendapatkan informasi apapun, termasuk informasi kesehatan reproduksinya karena dari wanita dapat menghasilkan kualitas hidup ibu, bayi dan anak sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit menular seksual dan HIV AIDS, mencegah kanker alat reproduksi dan penanggulangan infertilitas. Kesimpulan dengan pendidikan kesehatan maka wanita akan lebih paham bagaimana pentingnya menjaga kesehatan untuk keluarga dan anak-anak mereka.
Edukasi Kesehatan Tentang Menopause Dan Komplikasinya Pada Wanita Lansia Di Puskesmas Bara-Baraya Makassar Dahniar, Dahniar; Kadir, Arisna; Rosidi, Indah Yun Diniaty
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Maret 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i2.533

Abstract

Menopause terjadi akibat berkurangnya sekresi hormon ovarium yaitu estrogen dan progesterone terjadi saat penyimpanan pada folikel ovarium habis, umur rata-rata menopause ?50 thn (45-55 thn). Awalnya siklus menstruasi menjadi tidak teratur, kemudian konsentrasi hormon perangsang folikel yaitu Follicle Stimulating Hormone (FSH) meningkat, sebagai respon terhadap penurunan konsentrasi hormon ovarium (Morena et al., 2021). Lansia merupakan suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Tujuan penyuluhan dilakukan agar pemahaman wanita lansia tidak mengalami keluhan dan kecemasan yang berkepanjangan mengenai penyakit yang dideritanya seperti persendian, penglihatan dan pendengaran, stroke, kecemasa, susah tidur, hipertensi, jantung dan seterusnya. Kesimpulan edukasi dilaksanakan di Puskesmas Bara-Baraya sebanyak 19 peserta yang hadir, pelaksanaan berjalan lancar sebagian besar yang hadir wanita menopause pada lansia memiliki pengetahuan kurang tentang komplikasi menopause. Sehingga pola pikir masyarakat tentang menopause dapat meningkatkan cara berfikir positif bahwa terjadinya menopause pada lansia merupakan suatu proses alamiah yang harus diterima sebagai alur perjalanan hidup manusia.
OPTIMALISASI GIZI DAN KESEHATAN DALAM PERIODE EMAS 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Yun Diniaty Rosidi, Indah; Rajia, Rajia
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 1 No 2 (2022): Abdimas Polsaka
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v1i2.21

Abstract

Pendahuluan: Kekurangan gizi akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dan secara perlahan berdampak pada tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, dan rendahnya usia harapan hidup. Tujuan: Pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan terkait gizi dan kesehatan dalam periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan. Metode: Menggunakan pendidikan kepada masyarakat dengan sasaran WUS. Fokus pada 1000 HPK, pemenuhan gizi selama 1000 HPK dan tentang stunting. Hasil: Pengabdian menunjukkan semakin pahamnya ibu tentang 1000 HPK, pemenuhan gizi selama 1000 HPK dan stunting agar ibu akan memperbaiki pemenuhan gizi sehari-hari agak dapat mencegah stunting pada anak. Kesimpulan: Bahwa peserta penyuluhan yakni wanita usia subur memahami tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi dan kesehatan dalam 1000 HPK dan pencegahan stunting.
Breast Self Examination (BSE) Training for Early Detection of Breast Cancer in Women of Childbearing Age Kadir, Arisna; Dahniar, Dahniar; Yun Diniaty Rosidi, Indah
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 2 No 2 (2023): Abdimas Polsaka
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v2i2.48

Abstract

Among all cancers, breast cancer (BC) is the highest cause of mortality in women. In 2012 there were 1.7 million cancer sufferers with 20% of breast cancer cases, this number is expected to fluctuate up to four times by 2020. Treatment of breast cancer will be more optimal if it is detected early, screening techniques that can reduce mortality can be carried out by everyone independently and effectively known as breast self-examination (BSE). The purpose of this service is to provide BSE training for early detection of breast cancer in fertile women (WUS) using community education methods that focus on women of childbearing age so they can carry out breast self-examination with training, lecture and question and answer approaches. This service was carried out in the work area of ​​BPM Hj. Rismawati Maros Regency which was attended by 16 participants. Evaluation of post-test results showed an increase in participants' understanding of breast cancer and BSE as a first step in breast cancer screening and readiness to do it routinely independently at home.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI HIPERTENSI PADA WANITA MENOPAUSE DI KELURAHAN WALE KOTA BAUBAU Yun Diniaty Rosidi, Indah; Wati Lestari, Wa Ode Sri; Lestari Salim, Ika
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i1.3977

Abstract

Menopause merupakan kejadian lumrah yang dihadapi oleh wanita, namun menopause mempengaruhi komposisi tubuh seorang wanita dan risiko penyakit kardiovaskuler meningkat seperti hipertensi. Wanita mungkin tidak mengetahui bahwa gejala yang mereka alami berhubungan dengan menopause, atau bahwa ada pilihan konseling dan pengobatan yang dapat membantu meringankan ketidaknyamanan yang dirasakan pada saat menopause. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan menggunakan metode action research dengan pendekatan parsipatory action program dengan bentuk pendidikan kesehatan melalui metode ceramah dan tanya jawab dan dirangkaikan dengan pemeriksaan tekanan darah sebagai tindakan awal deteksi dini. Hasil pengabdian yaitu deteksi dini hipertensi pada wanita menopause sebanyak 80% peserta mengalami hipertensi dan adanya pengetahuan yang tinggi pada peserta tentang hipertensi dan menopause yaitu sebanyak 65%.
Pengaruh Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Metode Kontrasepsi IUD Pada WUS Lestari, Wa Ode Sri Wati; Rosidi, Indah Yun Diniaty; Musrif, Fitriyanti
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i1.378

Abstract

Breast milk is grease emulsion in liquid, lactose and an organic mineral saltthat iscontraceptive methodsare effective  methods for delaying and sparing pregnancy, and stoppingfertility. A preliminary study conducted at Kadolomoko Health Center showed low IUD use due to lack of knowledge about long-term contraceptive methods (LMPs). This emphasizes the importance of education about available contraceptive options. The objective of this study is to determine the effect of counseling on IUD contraceptive methods using leaflet media on the knowledge level of women of childbearing age at Kadolomoko Health Center. This study adopted a design referred to as Experimental with a one group pre testpost test design. In other words, the investigators conducted measurements at two points of time, Pre and Post treatment measures. Normality was tested using Kolmogorov Smirnov and showed the data distributed non-normally. The effect of the IUD contraceptive counseling on leaflet media was evaluated by Wilcoxon test. Before counseling IUD with leaflets, 46% of respondents have sufficient knowledge, 49% have less knowledge, and 5% have good knowledge. Post-counseling, moderate knowledge adoption among the respondents stood at 64.4% while very good knowledge adoption rose to 30,3% and poor knowledge retention fell to 5.3%. IUD counseling using leaflet media has an effect on increasing the level of knowledge of respondents with a p value of 0.000.
Pengaruh Penyuluhan Melalui Media Leaflet Terhadap Tingkat Kepatuhan Remaja Putri Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Salim, Ika Lestari; Harnaningsi, Harnaningsi; Diniaty Rosidi, Indah Yun; Hermawati, Hermawati
Madu : Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.13.2.194-198.2024

Abstract

Provision of iron supplement tablets for adolescent girls of at least 60 mg of elemental iron (in the form of furamate or Ferro Gluconate) and 0.50 mg of folic acid for adolescent girls aged 12-18 years in educational institutions (junior high school and senior high school or equivalent) and for suburban women (WUS) aged 15-49 years. Although the percentage of adolescent girls who received iron supplement tablets in Southeast Sulawesi reached 81%, there are still challenges in increasing its fulfillment. This study aims to determine the effect of counseling through leaflet media on the level of compliance of adolescent girls in consuming Fe tablets. This study uses quantitative research with a pre-experimental design type with a group pre-test and post-test research plan, namely this plan contains a pre-test before receiving treatment, after being given treatment, counseling is carried out through leaflet media and at the end of the activity a post-test is given. After conducting the research, the results of the Wilcoxon test showed that there was an effect of counseling through leaflet media on the level of compliance of adolescent girls in consuming Fe tablets, with a P value = 0.00 <0.05, which means that Ha is accepted and H0 is rejected. There is an effect of counseling through leaflet media on the level of compliance of adolescent girls in consuming Fe tablets.
PENGARUH EDUKASI KONSELOR LAKTASI TERHADAP PARTISIPASI IBU MELAKUKAN INISIASI MENYUSUI DINI Rosidi, Indah Yun Diniaty; Kadir, Arisna
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan faktor yang terpenting sebagai penentukeberhasilan ASI eksklusif, sebab produksi ASI akan terstimulasi sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi konselor laktasi terhadap partisipasi ibu melakukan IMD di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar. Penelitian ini merupa jenis penelitian quasi experiment dengan desain post-test only, non-equivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan sampel sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan daftar checklist. Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil analisis hubungan karakteristik responden dengan partisipasi ibu diperoleh nilai ρ = 0,223 pada umur; ρ = 0, 101 pada pendidikan; ρ = 0,322 pada pekerjaan dan ρ = 1,000 pada gravida berarti tidak ada hubungan bermakna antara karakteristik responden terhadap partisipasi ibu dalam melakukan IMD. Sedangkan pengaruh edukasi konselor laktasi dengan partisipasi ibu diperoleh nilai ρ = 0,014 berari ada pengaruh yang signifikan antara edukasi konselor laktasi terhadap partisipasi ibu dalam melakukan IMD. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah edukasi laktasi yang diberikan konselor sebanyak 4x saat prenatal secara berkesinambungan berpengaruh terhadap tingginya partisipasi ibu dalam melakukan IMD. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut dan dikembangkan secara lebih mendalam terutama variabel sosial budaya masyarakat, dukungan keluarga, serta pelatihan bidan terhadap pelaksanaan IMD.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PELAKSANAAN BOUNDING ATTACHMENT PADA IBU NIFAS Indah Yun Diniaty R; Arisna Kadir
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bounding attchment memegang peranan penting yang akan memberikan kenyamanan dan kehangatan pada si bayi, dimana bayi akan merasa dicintai, diperhatikan, dipercayai serta dapat menumbuhkan sikap sosial, sehingga bayi dapat merasa aman dan berani untuk melakukan eksplorasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan dukungan suami terhadap pelaksanaan bounding attachment pada ibu nifas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknikpurposive samplingdan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji stastistik Fisher extact test dan tingkat kemaknaan ρ Value < 0,05. Berdasarkan hasil analisis uji confounding pada karakteristik responden, didapatkan hasil karakteritik paritas menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna terhadap pelaksanaan bounding attachment (ρ 0,000 < 0,05) yang berarti bahwa hasil dari penelitian dan intervensi yang diberikan terdapat pengaruh dari karakteristik sampel penelitian. Hasil analisis uji fisher pada pengaruh pengetahuan terhadap pelaksanaan bounding attachment diperoleh nilai ρ= 0,014 berarti ada pengaruh pengetahuan terhadap pelaksanaan bounding attachment. Sedangkan pengaruh dukungan suami terhadap pelaksanaan bounding attachment diperoleh nilai ρ= 1,000 berarti tida ada pengaruh dukungan suami terhadap pelaksanaan bounding attachment. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh karakteristik paritas terhadap hasil dan intervensi penelitian, ada pengaruh pengetahuan terhadap pelaksanaan bounding attachment dan tidak ada pengaruh dukungan suami terhadap pelaksanaan bounding attachment. Diharapkan adanya upaya untuk bagi keluarga, kiranya berperan aktif dalam mengawasi, membimbing, dan memberikan dukungan dan motivasi kepada ibu untuk melakukan bounding attachment.
The Impact of Nutrion Education for Health Workers on Lactation Knowledge and Healthy Dietary Practices Harnaningsi; Yun Diniaty Rosidi, Indah; Lestari Salim, Ika
Napande: Jurnal Bidan Vol. 4 No. 2 (2025): October
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/njb.v4i2.4197

Abstract

Background: During the postpartum period, nutritional requirements increase significantly, particularly for breastfeeding mothers. The increase is approximately 25%, as the body needs additional energy for maternal recovery and adequate milk production to support infant health. Nutritional adequacy is determined not only by the quantity of food consumed but also by the quality of nutrients. Methods: This study employed a pre-experimental design with a One-Group Pretest–Posttest approach. Data were collected using questionnaires administered before and after the intervention, and were analyzed using descriptive statistics and inferential analysis through paired t-tests. Results: The findings revealed a significant improvement in postpartum mothers’ knowledge following the intervention, with a 28% increase observed. Statistical analysis indicated that nutrition education delivered by healthcare professionals had a significant effect on enhancing lactation knowledge and promoting healthy dietary practices among breastfeeding mothers (p-value 0.001 < 0.05). Conclusion: Nutrition education by health workers has proven effective in improving lactation knowledge and healthy dietary practices among breastfeeding mothers. These findings highlight the need to integrate educational interventions into maternal and child health programs, particularly at community health posts and primary care services