Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN BALON Raji’i, .; Simanjuntak, Victor G.; Atiq, Ahmad
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas V masih sangat belum mumpuni dimana rata-rata nilainya 60 – 70, sementara KKM-nya adalah 75. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar servis bawah melalui pendekatan bermain balon pada Siswa kelas V SDN 23 Mulung Kabupaten Melawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 23 Mulung Nanga Pinoh Kabupaten Melawi tahun pelajaran 2014/2015. Merujuk data yang telah dianalisis dapat diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar dari prasiklus sebesar 24%, siklus I sebesar 50%, siklus II sebesar 72% dan siklus III sebesar 100%, artinya perbaikan proses pembelajaran secara bermakna sebagai inti dari penelitian tindakan kelas.   Kata kunci: Servis Bawah Bola Voli dan Bermain Balon Abstract: About problem in this research is  students learned result braze v still so haven't mumpuni where average its point 60 – 70, while KKMnya is 75 . To the effect of observational it is know result step-up studies bottom service via approaching plays balloon on Student brazes v SDN 23 Mulung Melawi's Regencies. Method that is utilized in this research is Observational Action braze (PTK) by use of three cycles.  Subjek in observational it is exhaustive student brazes v Country Elementary School 23 Mulung Nanga Pinoh Melawi's Regencies school years 2014 / 2015. Referring data already dianalisis can be known that yielding thoroughness studies from prasiklus as big as 24%, i. cycle as big as 50%, cycle II. as big as 72% and III. cycles as big as 100%, its mean fixed up ala learning process wherewith as core of action research brazes.   Keywords: Volleyballs Bottom service and play Balloon
Deteksi Mikrobiota Plasenta Menggunakan PCR 16s rRNA Pada Persalinan Preterm Rajia; Muh. Nasrum Massi; Mardiana Ahamad; Sharvianty Arifuddin; Upik Anderiani Miskad
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 4 (2022): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i4.793

Abstract

Persalinan preterm adalah persalinan sebelum gestasi 37 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi bakteri dalam plasenta yang paling sering muncul dan besar risiko terhadap kejadian persalinan preterm menggunakan PCR 16S rRNA. Desain penelitian adalah hybrid dengan desain cross sectional study dan case kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling pada ibu bersalin di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Khadija I Makassar, dan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar pada Juni sampai Agustus 2019. Sampel penelitian terdiri dari 50 plasenta ibu bersalin, yang terdiri dari 25 ibu bersalin preterm (kasus) dan 25 ibu bersalin aterm (kontrol). Hasil analisa nucleotide BLAS, didapatkan bakteri Stenotrophomonas maltophilia (36,0%) merupakan bakteri modus tertinggi yang muncul pada plasenta preterm dan terdapat hubungan yang signifikan (p-value=0.039) terhadap kejadian persalinan preterm dengan nilai OR = 5.905 yang berarti ibu yang terinfeksi bakteri Stenotrophomonas maltophilia mempunyai risiko 5.905 kali untuk mengalami persalinan preterm, kemudian bakteri Acinetobacter sp. (12,0%) sedangkan modus tertinggi yang muncul pada plasenta aterm adalah bakteri Pseudomonas sp (21,7%) dan Bacillus (13%). Terdapat mikrobiota pada plasenta persalinan aterm maupun plasenta preterm, dan bakteri Stenotrophomonas maltophilia merupakan bakteri modus tertinggi yang muncul pada plasenta preterm dengan nilai OR = 5.905 yang berarti ibu yang terinfeksi bakteri Stenotrophomonas maltophilia mempunyai risiko 5.905 kali lipat untuk mengalami persalinan preterm
PENGARUH INISIASI MENYUSUI DINI TERHADAP KETAHANAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI Rajia Rajia; Hermawati Hermawati; Ika Lestari Salim
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap ketahanan pemberian ASI eksklusif dan status gizi. Desain penelitian adalah hybrid dengan desain cross sectional study dan retrospective study. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan besar sampel ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael sehingga didapatkan jumlah sampel 55 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 di wilayah kerja Puskesmas Kumbewaha Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton pada bulan September sampai Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik usia (p = 0,764), pendidikan (p = 0,485), pekerjaan (p = 0,203), paritas (p = 0,430), dan penghasilan keluarga (p = 0,324) tidak memiliki hubungan secara bermakna dengan ketahanan pemberian ASI eksklusif (p value > 0,05). Sedangkan tingkat pengetahuan (nilai p value = 0,023) dan status pemberian IMD (nilai p value = 0,002) menunjukkan pengaruh yang signifikan (p value <0,05) terhadap ketahanan pemberian ASI eksklusif, namun tidak terdapat pengaruh bermakna antara status pemberian IMD terhadap status gizi berdasarkan BB/U (p = 0,493), status gizi berdasarkan PB/U (p = 0,364), dan status gizi berdasarkan BB/PB (p = 0,869). Status pemberian IMD paling dominan berpengaruh terhadap ketahanan pemberian ASI eksklusif berdasarkan hasil uji statistic Regresi Logistik dengan nilai Exp (B) 5,602 (CI : 95% ; 1,673-18,891) yang berarti bahwa pemberian inisiasi menyusu dini 5,621 kali lebih cenderung mempengaruhi ketahanan pemberian ASI eksklusif pada bayi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan IMD.
OPTIMALISASI GIZI DAN KESEHATAN DALAM PERIODE EMAS 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Yun Diniaty Rosidi, Indah; Rajia, Rajia
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 1 No 2 (2022): Abdimas Polsaka
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v1i2.21

Abstract

Pendahuluan: Kekurangan gizi akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dan secara perlahan berdampak pada tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, dan rendahnya usia harapan hidup. Tujuan: Pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan terkait gizi dan kesehatan dalam periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan. Metode: Menggunakan pendidikan kepada masyarakat dengan sasaran WUS. Fokus pada 1000 HPK, pemenuhan gizi selama 1000 HPK dan tentang stunting. Hasil: Pengabdian menunjukkan semakin pahamnya ibu tentang 1000 HPK, pemenuhan gizi selama 1000 HPK dan stunting agar ibu akan memperbaiki pemenuhan gizi sehari-hari agak dapat mencegah stunting pada anak. Kesimpulan: Bahwa peserta penyuluhan yakni wanita usia subur memahami tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi dan kesehatan dalam 1000 HPK dan pencegahan stunting.
A Literature Review Of Nanocarrier Development Through Emulsification Diffusion Method (Edm) arafat, Md yeasin; Nijhu, Rajia Sultana
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 6, Issue 1, Jan - April 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v6i1.55950

Abstract

An overview of the development of nanocarriers is presented in this work using the practical technique of the Emulsification Diffusion Method (EDM). The field of nanomedicine, which combines nanotechnology and medicine, involves creating new therapeutic and diagnostic modalities by employing precisely designed substances with this range of lengths. Many medicinal products and diagnostic tools based on nanoparticles have been developed. The emulsification-diffusion method (EDM) was utilized to prepare nanometer-sized particles, which are commonly used as polymeric carriers. The process involves emulsifying a drug and polymer solution in an aqueous phase that has been saturated with stabilizers and then adding an excessive amount of water.  Investigations into how process variables affect the average size of nanoparticles have been carried out. It was made apparent that the kind and concentrations of stabilizer, the speed at which the magnetic stirrer homogenizes, and the polymer concentration all affected the size of the nanoparticles. Additionally, the medications integrated into nanocarriers have a longer half-life in circulation, which boosts their effectiveness and allows for a lower application dose. Because of their small size and high surface area, drug nanocarriers are also more bioavailable and soluble, which allows their many atoms and high surface energy to act as catalysts. Keywords: Nanocarrier,Diffusion,Bioavailability,Solubility,Catalysts.
Pengaruh Edukasi Media E-Booklet Terhadap Pola Asuh Pemberian Makanan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Rajia, Rajia; Indang, Wa Ode; Sitti Zulaeha, Wa Ode
Madu : Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.13.2.179-186.2024

Abstract

Stunting is a condition of growth and development failure in children caused by chronic malnutrition. Poor maternal parenting patterns in feeding will cause child development to be slow compared to good parenting patterns. One effort to improve knowledge and practice of good parenting patterns is through education using e-booklet media. This study aims to analyze the effect of e-booklet education on maternal parenting patterns with stunting incidents in toddlers. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest design. The research sample was 60 samples taken using purposive sampling techniques according to the research inclusion criteria. Data were collected using questionnaire instruments and toddler anthropometric measurements. The results of the study showed the characteristics of age (p-value = 0.112), education (p-value = 0.501), occupation (p-value = 0.742), and parenting (p-value = 0.691) where p-value > 0.05 which means there is no significant difference in the incidence of stunting, but the average parenting pattern of mothers of toddlers in the pretest demandigness (37,300) and responsiveness (37,200), while in the posttest demandigness (39,566) and responsiveness (39,350) and the results of statistical analysis obtained parenting patterns demandigness (p-value = 0.010) and responsiveness (p-value = 0.000), this shows a p-value <0.05 which means there is a significant difference before and after providing education through e-booklet media on parenting patterns of mothers of toddlers in providing food.
Penyuluhan Edukasi Teknik Akupresur Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Wahid, Wa ode Putri Agustina; Hasriati, Wa Ode; Rajia, Rajia; Harnaningsi, Harnaningsi; Salim, Ika Lestari
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i2.322

Abstract

Akupresur adalah salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh menggunakan jari secara bertahap yang merangsang kemampuan tubuh untuk penyembuhan diri secara alami sebagai salah satu upaya yang dilaksanakan oleh Bidan sesuai dengan Kepmenkes No 369  Tahun 2007 tentang standar profesi bidan yang salah satunya mengenai standar kompetensi bidan selama persalinan untuk pengurangan nyeri tanpa obat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil terhadap teknik akupresur. Metode yang digunakan adalah Action Research dengan pendekatan program tindak partisipatif dengan bentuk edukasi kesehatan melalui metode ceramah dan demonstrasi pada ibu hamil sebanyak 30 peserta. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Wilayah Puskesmas lakologou kota baubau Sulawesi Tenggara Indonesia. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu sebelum dilakukan penyuluhan edukasi yaitu sebanyak 23 (76,7%) tidak tahu menjadi berkurang sebanyak 9 (30%) dan yang mengetahui sebelum dilakukan edukasi berjumlah 7 (23,3%) meningkat menjadi 21 (70%). Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil terhadap teknik akupresure.
Hubungan Suku Dan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Juwitriani Alwi; Abdul Fandir; Rajia; Rina Anwar; Besse Dahlia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja sangat membutuhkan zat gizi lebih tinggi karena pertumbuhan fisik dan perkembangan yang terjadi saat peralihan dari masa anak-anak ke masa remaja. Terdapat faktor langsung dan tidak langsung mempengaruhi status gizi, diantaranya yaitu kebiasaan makan dan suku yang erat kaitannya dengan pemilihan bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan suku dan kebiasaan makan dan status gizi remaja putri. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi adalah siswa/siswi SMA N 1 Batui Selatan sebanyak 440 orang, besar sampel ditentukan menggunakan bantuan tabel Isaac dan Michael dengan kesalahan 5% dan didapatkan 67 orang remaja putri sebagai sampel. Teknik sampel adalah purposive sampling dan penelitian dilakukan bulan Agustus 2023. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui suku, Recall 1x24 jam untuk mengetahui kebiasaan makan, dan untuk mengetahui status gizi dilakukan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoice dan berat badan menggunakan timbangan. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat, menggunakan uji statistik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dari 62 remaja putri terdapat 17 (27.4%) berasal dari suku jawa memiliki status gizi normal dan terdapat pula 45 (72.6%) remaja putri yang memiliki kebiasaan makan 3 kali sehari dengan status gizi normal dan berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis didapat nilai p-value = 0.846 untuk hubungan suku dengan status gizi dan nilai p-value =0.494 untuk hubungan kebiasaan makan dengan status gizi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara suku dan kebiasaan makan terhadap status gizi remaja putri di SMAN N 1 Batui Selatan.
Hubungan pengetahuan dengan sikap ibu nifas dalam perawatan tali pusat di wilayah kerja Puskesmas Wajo Kota Baubau Salim, Ika Lestari; Lestari, Wa Sri Wati; Indang, Wa Ode; Rajia, Rajia
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023849

Abstract

Sangat penting bagi ibu untuk mengetahui tentang perawatan tali pusat, terutama bagi ibu yang post partum, agar ibu dapat merawat bayinya secara maksimal, membantu tumbuh kembangnya dengan baik dan sehat, tidak terinfeksi melalui tali pusatnya. Setiap ibu seharusnya mengetahui cara merawat tali pusat bayi yang baru lahir dengan baik, namun pada kenyataannya masih banyak ibu yang belum mengetahui cara merawat tali pusat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu nifas dalam perawatan tali pusat di wilayah kerja Puskesmas Wajo Kota Baubau tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana subjek penelitian yaitu ibu nifas. Metode pengumpulan data dengan cara lembar kuesioner yang dibuat oleh peneliti berisi beberapa pertanyaan. Analisa data yang digunakan adalah Analisa data univariat bivariat. Hasil: Analisis uji Chi square nilai P value yang diperoleh (0,02) kurang dari 0,05, maka H1 diterima. Dimana ada hubungan pengetahuan dengan sikap ibu nifas dalam perawatan tali pusat. Simpulan  Saran dalam penelitian ini agar menekankan pentingnya penerapan praktik kebersihan yang baik dalam perawatan tali pusat, seperti mencuci tangan sebelum memegang tali pusat dan menggunakan alat yang steril saat memotong tali pusat.
Peningkatan Inisiasi Menyusu Dini Melalui Edukasi Berbasis Keluarga Dalam Upaya Pencapaian ASI Eksklusif Rajia; Wa Ode Hasriati; Hermawati; Wa Ode Sitti Zulaeha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah salah satu faktor keberhasilan ASI eksklusif, dengan IMD ibu semakin percaya diri untuk memberikan ASI sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusif. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini Melalui (IMD) melalui edukasi berbasis keluarga dalam upaya pencapaian ASI Eksklusif. Metode yang digunakan adalah Action Research dengan pendekatan program tindak partisipatif dengan bentuk edukasi kesehatan melalui penyuluhan pada ibu hamil dan keluarga sebanyak 23 peserta. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Wilayah Kelurahan Liabuku Kecamatan Bungi Kota Baubau hasilnya memuaskan, dan hasil yang diharapkan bisa memenuhi. Adapun hasil yang dapat dicapai setelah edukasi adalah 74% pengetahuan ibu kurang pada pretest namun setelah post test pengetahuan ibu menjadi 90%, dan pada evaluasi sikap ibu tentang IMD 100% melakukan IMD dan 100% dukungan keluarga.