Bistara, Raha
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Polemik Agamawan dan Saintis Seputar Covid-19: Menilik Gagasan Integrasi Agama dan Sains Perspektif Mehdi Golshani Bistara, Raha
DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/dinika.v5i2.2721

Abstract

This article examines Mehdi Golshani thoughts on the integration of knowledge, which is integration between sacred sciences and secular sciences during the Covid-19 pandemic. The debates that have arisen in the community between religious people and scientists regarding Covid-19 can be resolved if they are put together in a science forum. For this reason, Mehdi Golshani came up with a new idea that was different from the previous Muslim scientific ideas. Mehdi Golshani's solution regarding the debate between religion and science is not deconstruction, reconstruction, or reconciliation. However, to find answers of questions in society about the contributions of religionists and scientists is a method of integration with the Islamic science formula. The conclusion of this article is that science and Islam are an integral part that cannot be separated or even disputed. Science desperately needs divine and religious entities to be filled with a scientific dimension. 
JARINGAN ULAMA NUSANTARA DENGAN KAWASAN ISLAM INTERNASIONAL: PEMIKIRAN, KEILMUAN, SANAD, DAN KIPRAH BAGI ISLAM Ngaliman, Shandy Errlita; Nisa, Devie Khoirun; Ilham, Nur Afriliani; Bistara, Raha
TAMADDUN Vol 25 No 02 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddunuinradenfatah.v25i02.32748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji corak pemikiran ulama Nusantara, garis sanad keilmuan, serta kiprah mereka di kancah internasional. Selain itu, penelitian ini juga berupaya memberikan gambaran mengenai perkembangan tradisi keilmuan Islam di Nusantara dan peran penting para ulama dalam membangun peradaban Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai teks dan manuskrip terkait sejarah perkembangan Islam dan tokoh-tokoh ulama Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran ulama Nusantara bersifat moderat (wasathiyah), toleran (tasamuh), dan terbuka terhadap budaya lokal, sehingga melahirkan konsep Islam Nusantara yang menonjolkan nilai-nilai harmoni sosial. Tradisi sanad keilmuan yang kuat dan terhubung hingga pusat-pusat ilmu Islam di Makkah dan Madinah menjadi landasan penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam serta membentuk karakter santri yang berwawasan luas. Selain itu, peran ulama Nusantara di tingkat internasional juga sangat berpengaruh, terlihat dari tokoh-tokoh seperti syekh Ahmad Khatib Al-Minagkabawi, Syekh Nawawi Al-Bantani, dan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani yang dikenal sebagai ulama besar dan penulis karya rujukan di berbagai negara. Kontribusi global ini terbukti melalui karya seperti Sabilal Muhtadin (rujukan fikih asia Tenggara), Nuruzh Zhalam (teks akidah utama), dan Manhaj Dhawi al-Nazhar (dicetak ulang di Beirut dan dipelajari di dunia Arab). Dengan demikian ulama Nusantara memiliki peranan besar dalam membentuk wajah Islam yang damai di Indonesia sekaligus memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan peradaban Islam dunia.  
Virtue Ethics Aristoteles dalam Kebijaksanaan Praktis dan Politis Bagi Kepemimpinan Islam Bistara, Raha
Aqlania Vol. 11 No. 2 (2020): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/aqlania.v11i2.3372

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas pemikiran Aristoteles sebagai filosof pasca helenistik. Pemikirannya yang bersifat antroposentris sangat mempengaruhi pemikir muslim yang akan datang. Virtue ethics sebagai etika yang mengatur manusia untuk berbuat bijaksana baik yang bersifat praktis ataupun politis dijadikan landasan dasar seseorang dalam mengambil setiap keputusan. Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan menggunakan sumber primer sebagai rujukan utama dan sumber sekunder sebagai data penunjang. Dengan menguaraikan data-data tersebut kita akan mengetahui bagaimana pemikiran Aristoteles berimplikasi begitu sangat luas dalam diri seseorang terutama ketika berkaitan dengan kebijaksanaan. kebijaksanaan ini tidak bisa dijalankan oleh seorang diri, dengan sifat manusia sebagai zoon politicon secara otomatis gagasan virtue ethics yang dicanangkan oleh Aristoteles dapat berjalan dengan baik. Kebijaksanaan ini tidak hanya terjadi di belahan dunia Barat tetapi juga meluas dalam diri manusia orang-orang Timur. Maka secara otomatis virtue ethics sangat mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemimpin muslim baik kebijakan yang bersifat praktis ataupun bersifat politis.