Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TERAPI SENAM OTAK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN Suwanti, Iis; Apriyani, Nurul
Enfermeria Ciencia Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 1, Nomor 2, November 2023
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v1i2.11

Abstract

Pada usia pra-sekolah, perkembangan anak cenderung bervariasi, mencakup tinggi badan, berat badan, motorik kasar, dan motorik halus. Anak-anak membutuhkan rangsangan yang sesuai untuk mengembangkan kemampuan motorik halus seperti menggambar, menulis, dan melukis. Namun, beberapa anak mengalami kesulitan dalam aktivitas motorik halus, terlihat dari ketidakmampuan mereka dalam meniru tugas dengan rapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi senam otak terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4- 6 tahun di Raudhatul Athfal Assalama, Desa Sambiroto, Sooko, Mojokerto. Penelitian ini menggunakan jenis Pre Experimental Design dengan rancangan two group pretest-postest. Populasi terdiri dari 28 anak di RA Aassalama Desa Sambiroto. Variabel independen adalah terapi senam otak, dan variabel dependen adalah perkembangan motorik halus. Data diolah menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Sebelum mendapatkan terapi, hampir setengah dari kelompok kontrol (64,3%) dan kelompok perlakuan (64,3%) masuk kategori suspect. Setelah mendapatkan terapi senam otak, kelompok kontrol sebagian besar (57,1%) masih dalam kategori suspect, sementara kelompok perlakuan sebagian besar (71,4%) sudah dalam kategori normal. Hasil analisis menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2- tailed) dari kelompok kontrol 0,046 (α<0,05), dan dari kelompok perlakuan 0,025 (α< 0,05). Oleh karena itu, H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terapi senam otak berpengaruh terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4- 6 tahun. Dengan demikian, terapi senam otak memiliki manfaat dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia 4-6 tahun. Temuan ini memberikan wawasan bagi pendidikan dan orang tua dalam memahami manfaat terapi senam otak dalam perkembangan motorik halus anak
The Effectiveness of the Social Commerce and E-Commerce Separation System in the Implementation of Minister of Trade Regulation Number 31 of 2023 APRIYANI, NURUL; Stiawati, Titi; Arenawati, Arenawati
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 2 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13i2.11431

Abstract

The transformation of Indonesia's digital trade ecosystem after the COVID-19 pandemic has given rise to social commerce a model that combines social media functions with online transactions creating an urgent need for more adaptive regulation. This study examines the effectiveness of the separation system between social commerce and e-commerce as regulated by the Minister of Trade Regulation (Permendag) No. 31 of 2023, which aims to restructure digital trade governance and protect micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The research aims to assess how effectively the policy achieves market fairness, strengthens platform supervision, and fosters a competitive digital ecosystem. This study employs a qualitative descriptive approach through literature review and observation of implementation practices on platforms such as TikTok, Instagram, and Tokopedia. The analysis applies the Adaptive Policy Design & Governance Capacity framework (Capano & Woo, 2018), covering analytical, operational, and political capacities, as well as policy robustness, adaptiveness, and integration. The results indicate that Minister of Trade Regulation No. 31/2023 is normatively effective in clarifying the boundary between promotional and transactional functions, while encouraging global corporate compliance through the TikTok Shop Tokopedia merger. The policy is found to be robust, adaptive, and well-coordinated across institutions, although challenges remain in oversight and MSME digital literacy. This study highlights the importance of adaptive and collaborative governance capacity in balancing innovation with regulation and provides a foundation for strengthening inclusive and sustainable digital trade governance in Indonesia.