Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PEMENUHAN STANDAR PROSES DAN SARANA PRASARANA TERHADAP MUTU PENDIDIKAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Nurbawani, Aris
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 21 No 01 (2021): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2021.21.01.100-129

Abstract

In the National Education Standards (SNP), there are eight minimum standards to realize quality national education. Two of them are process standards and learning facilities and infrastructure standards. Environmental changes due to the COVID-19 pandemic certainly have an impact on changes in the fulfillment of process standards and standards for learning facilities and infrastructure. Online learning has become a necessity as a learning method in universities during the COVID-19 pandemic. These changes can ultimately have an impact on the quality of education. This study aims to determine the effect of process standards and standards of learning facilities and infrastructure on the quality of education during the COVID-19 pandemic. The data used is primary data obtained from a survey of FATIK IAIN Ponorogo students. The results showed that the standard of the process and the standard of learning facilities and infrastructure had a significant effect either partially or simultaneously. Process standards and standards of learning facilities and infrastructure simultaneously affect the quality of education by 33.6%.
ANALISIS PENGARUH PEMENUHAN STANDAR PROSES DAN SARANA PRASARANA TERHADAP MUTU PENDIDIKAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Nurbawani, Aris
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 21 No 01 (2021): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2021.21.01.100-129

Abstract

In the National Education Standards (SNP), there are eight minimum standards to realize quality national education. Two of them are process standards and learning facilities and infrastructure standards. Environmental changes due to the COVID-19 pandemic certainly have an impact on changes in the fulfillment of process standards and standards for learning facilities and infrastructure. Online learning has become a necessity as a learning method in universities during the COVID-19 pandemic. These changes can ultimately have an impact on the quality of education. This study aims to determine the effect of process standards and standards of learning facilities and infrastructure on the quality of education during the COVID-19 pandemic. The data used is primary data obtained from a survey of FATIK IAIN Ponorogo students. The results showed that the standard of the process and the standard of learning facilities and infrastructure had a significant effect either partially or simultaneously. Process standards and standards of learning facilities and infrastructure simultaneously affect the quality of education by 33.6%.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Program Full Day School pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Ponorogo Fatia Ainur Rosyida; Aris Nurbawani
Edumanagerial Vol. 2 No. 02 (2023): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education has an impact on human development, both in terms of academics and character. However, this is not accompanied by the adequate quality of educational institutions. According to the results of a survey on the world's secondary education system in 2019 issued by PISA (Program for International Student Assessment), Indonesia ranked 74th out of 79 countries. To overcome this, it is necessary to improve the quality of education, one of which is to improve the leadership aspects of school principals. This study aims to describe and analyze the role, style, supporting factors and inhibiting factors of the principal's leadership in implementing the full day school program at SMP Negeri 2 Jetis Ponorogo. Data collection techniques are interviews, observation, documentation. The results of this study indicate that: (1) The leadership role of the Principal in implementing the full day school program at SMP Negeri 2 Jetis Ponorogo is educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, motivator. (2) The principal's leadership style in implementing the full day school program at SMP Negeri 2 Jetis Ponorogo is democratic. (3) The supporting factors for the principal's leadership in implementing the full day school program at SMP Negeri 2 Jetis Ponorogo are the principal has good communication skills, has responsibility for every activity, has good cooperation with the committee, and has good communication skills.
Manajemen Program Entrepreneurship Dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa di SMPN 2 Jetis Ponorogo Siti Munawaroh; Aris Nurbawani
Edumanagerial Vol. 3 No. 01 (2024): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v3i01.3788

Abstract

Pengangguran terdidik di Indonesia terbilang cukup banyak. Meningkatnya jumlah pengangguran ini mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi negara kita. Salah satu penyebabnya adalah jumlah wirausahawan atau pengusaha yang masih sangat rendah di Indonesia. Melihat realita tersebut, lembaga pendidikan perlu menyiapkan lulusan yang kreatif, solutif dan inovatif sehingga tidak tergantung pada lapangan pekerjaan yang ada. Penyelenggaraan program peningkatkan keterampilan wirausaha siswa menjadi salah satu cara yang dapat ditempuh oleh institusi pendidikan dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship siswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kegiatan perencanaan program entrepreneurship yang dilakukan yaitu dengan melakukan penguatan visi misi sekolah, analisis faktor internal dan eksternal, menentukan program dan tujuan, membentuk tim, serta melakukan rapat program dan anggaran. (2) Kegiatan implementasi program entrepreneurship yang dilakukan di SMPN 2 Jetis Ponorogo yaitu mengadakan pelatihan, pengadaan fasilitas, praktik pembuatan batik Shibori, Sarimpon dan hidroponik. Adapun sikap kewirausahaan yang ditanamkan dalam program entrepreneurship ini yaitu sikap percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, keorisinilan, dan berorientasi pada masa depan. (3) Evaluasi program entrepreneurship di SMPN 2 Jetis Ponorogo dilakukan dengan beberapa tahap diantaranya yaitu pengawasan, rapat evaluasi, melakukan perbaikan perbaikan atas apa yang telah di evaluasi sebelumnya dan yang terakhir adalah melakukan inovasi produk.
Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pengembangan Budaya Sekolah di SDN 1 Jenangan Aris Nurbawani; Endah Rahmawati; Sindy Oktavia Kartikasari; Siska Faridzatul Isnaini; Siti Mu’allifah
Progressive Journal of Educational Science Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Dinamika Ilmu Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65729/progressive.v1i1.277

Abstract

Character education is an important part in forming students' personalities which must be implemented from an early age. Schools have a strategic role in developing character education through various activities and supportive school culture. Various character crisis phenomena that arise in schools make parents and teachers worry about their children's growth. Efforts are being made to overcome the problem of character crisis, SDN 1 Jenangan through cultural development. This type of qualitative descriptive research was used in this research to describe the implementation of character education in school culture at SDN 1 Jenangan. The results of the research show that the development of school culture at SDN 1 Jenangan can instill eighteen character values: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democracy, national spirit and nationalism, curiosity, love of the country, respect for achievement communicative, likes to read, cares about the environment, cares about socialissues, love peace and is responsible for students in accordance with community values and norms.
Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Manajemen Pelayanan Khusus Madrasah (Studi Kasus Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Lengkong Sukorejo Ponorogo) Muhammad Ghafar; Pryla Rochmawati; Ahmadi; Kharisul Wathoni; Aris Nurbawani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.4

Abstract

Artikel ini ingin menganalisi tentang strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus madrasah, konteks penelitian yang mendasari penelitian ini ialah karena Kualitas sekolah salah satunya ditentukan oleh peran dan kepemimpinan kepala sekolah, disamping karena ada kualitas guru dan manajemen organisasi yang baik yang menentukan sekolah berkualitas. Sekolah yang berkualitas diperlukan inovasi dalam manajemen pelayanan pendidikan, salah satu inovasi pelayanan pendidikan di MI Ma’arif Lengkong Sukorejo Ponorogo ialah adanya manajemen pelayanan khusus madrasah yaitu pelayanan khusus perpustakaan dan pelayanan khusus kesehatan di madrasah. Keberhasilan dari pelaksanaan manajemen pelayanan khusus ini salah satunya adalah adanya strategi kepala sekolah yang tepat sasaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, sedangkan teknik pengambilan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data peneliti menggunakan teknik analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema. Temuan penelitian ini pertama, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus perpustkaan melalui membangun budaya literasi sejak dini ialah 1) efektifitas manajemen pengelolaan perpustakaan sekolah, 2) pembuatan pedoman dan peraturan perpustakaan sekolah, 3) pekan berkunjung perpustakaan sekolah untuk menarik minat pengunjung dan pembaca di perpustakaan, 4) hiburan mencerdaskan melalui lomba bercerita yang diadakan di akhir setelah ujian tengah semester maupun setelah ujian akhir semester. Kedua, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus kesehatan melalui kelas sehat adalah sebagaimana berikut: 1) memasang poster menjaga kesehatan setiap kelas, 2) kerjasama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan pendidikan kesehatan, 3) membentuk unit kesehatan sekolah sebagai pusat pelayanan pertama bagi siswa dan guru, 4) mengadakan lomba kesehatan dan kebersihan setiap tahun sekali untuk membangun kesadaran dan motivasi dalam menjaga kesehatan
Strategi Kepala Sekolah Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan di Lembaga Pendidikan Baru Pada Era Marketing 4.0 (Studi Kasus di SMK BP Subulul Huda) Aris Nurbawani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 1 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i1.41

Abstract

In 2016, the government promoted the revitalization of vocational high schools (SMK). In East Java, the vocational high school revitalization was accelerated with the target of achieving a percentage of the ratio between SMK and SMA (senior high schools) of 70:30. The East Java provincial government should implement a moratorium on the establishment of SMA and facilitate the process of changing the function of SMA to SMK. However, inviting residents to attend vocational schools is not an easy matter, in fact there are still many vocational schools that are devoid of enthusiasts. The headmaster must be right in choosing a marketing strategy for educational services so that gets students as expected. Qualitative research on the headmaster's strategy in marketing educational services at new educational institutions is important to do in order to get a marketing model that is relevant to the times. This research data collection using interview techniques, observation, and documentation. The results of this study are first, the headmaster's strategy in marketing (SMK BP Subulul Huda) is based on the strategic policy of the islamic boarding school foundation, namely a forward integration strategy. To follow up on the policy, the headmaster prepared a marketing plan using market segmentation, targeting, and positioning strategies. Second, marketing implementation is carried out by applying the marketing mix (7P). Third, the headmaster develops educational services that are human-oriented and a marketing approach that is applied using offline and online interactions that are relevant to the Marketing 4.0. Abstrak Pada tahun 2016, pemerintah menggalakkan revitalisasi sekolah menengah kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Di Jawa Timur, pada tahun 2017 melakukan percepatan revitalisasi sekolah menengah kejuruan tersebut dengan target mencapai persentase perbandingan SMK dan SMA sebesar 70:30. Melalui peraturan Gubernur, diputuskan bahwa pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan moratorium pendirian SMA dan mempermudah proses alih fungsi SMA menjadi SMK. Namun, mengajak warga agar sekolah di SMK bukan perkara mudah, faktanya masih dijumpai SMK yang sepi peminat khususnya SMK di kawasan terjauh dan terdepan, bahkan tidak hanya di pedesaan saja, di kota besar juga ada SMK yang kekurangan murid. Kepala sekolah harus tepat dalam memilih strategi pemasaran jasa pendidikan agar sekolah yang dikelolanya mendapatkan murid sesuai harapan. Penelitian kualitatif tentang strategi kepala sekolah dalam pemasaran jasa pendidikan pada lembaga pendidikan baru pada era Marketing 4.0 penting untuk dilakukan agar mendapatkan sebuah model pemasaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini pertama, strategi kepala sekolah dalam pemasaran SMK BP Subulul Huda didasari oleh kebijakan strategis Yayasan Pondok Pesantren yaitu strategi pertumbuhan integrasi ke depan. Untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut kepala sekolah menyusun perencanaan pemasaran dengan menggunakan strategi segmentasi pasar, targeting, dan positioning. Kedua, implementasi pemasaran dilakukan dengan menerapkan bauran pemasaran 7P. Ketiga, kepala sekolah membangun produk/jasa pendidikan yang berorientasi pada manusia (mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan) dan pendekatan pemasaran yang diterapkan menggunakan interaksi offline dan online yang relevan dengan era Marketing 4.0.
Motivasi Keaktifan Mahasiswa dalam Perkuliahan Secara Daring pada Masa Pandemi COVID-19 dalam Perspektif Teori Pengharapan Victor Harold Vroom Aris Nurbawani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 2 (2022): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v3i2.99

Abstract

Banyak permasalahan pembelajaran secara daring pada masa pandemi COVID-19, salah satunya adalah fenomena ghosting dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi keaktifan mahasiswa pada pembelajaran secara daring pada masa pandemi COVID-19. Jika motivasi keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran secara daring ini diketahui, maka diharapkan dapat menjadi petunjuk bagi para pendidik untuk memotivasi peserta didiknya, sehingga dapat diterapkan untuk mencegah peserta didiknya melakukan ghosting dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi keaktifan mahasiswa IAIN Ponorogo pada perkuliahan daring selama masa pandemi COVID-19 dipengaruhi oleh: (1) Seberapa besar tingkat keyakinan mahasiswa atas usaha (keaktifan dalam perkuliahan) terhadap hasilnya (performance - outcome expectancy), di antaranya adanya keyakinan mahasiswa bahwa keaktifan dalam perkuliahan akan menyebabkan mahasiswa mendapatkan: nilai tambah atau nilai A+, tambahan pengetahuan atau wawasan, penghargaan (reward) secara verbal dan koreksi (feedback) dari dosen, prestasi lulus tepat waktu dan bisa segera pulang ke tanah kelahiran, serta mendapatkan bekal hidup yang kelak dapat digunakan setelah lulus kuliah. (2) Seberapa besar tingkat keyakinan mahasiswa mampu untuk berusaha atau aktif dalam perkuliahan (effort-performance expectancy), di antaranya seberapa yakin mereka mampu untuk menanyakan materi yang belum dipahami (merasa mampu aktif bertanya) dan membantu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa lainnya (merasa mampu aktif menanggapi). (3) valensi yaitu seberapa penting (menarik) hasil usaha atau kadar pengharapan terhadap hasil usaha (outcome expectancy) bagi mahasiswa. Selain tiga hal tersebut, juga ada variabel lainnya yang tidak dapat dimasukkan pada model teori pengharapan, namun variabel tersebut dapat memengaruhi motivasi keaktifan mahasiswa.
Analisis Manajemen Mutu Sekolah Islam (Standar Kepegawaian dalam SOP SDIT Al-Uswah Surabaya) Aris Nurbawani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i2.219

Abstract

Many public elementary schools in Indonesia in the 2023 PPDB will not receive any students at all. Meanwhile, SDIT Al Uswah Surabaya is different, this school is one of the Islamic schools in Surabaya which always gets quite a lot of students every year. Quality is one of the factors that makes a school attractive. One quality is the suitability of a condition to the standards used, including the suitability of the human resource standards held by SDIT Al Uswah Surabaya. This research aims to analyze the Standard Operating Procedure (SOP) for staffing standards at SDIT Al Uswah Surabaya along with its advantages and disadvantages. This research uses a qualitative approach. This research uses secondary data. Data were analyzed using human resource management theory according to Schermerhorn. The results of this research show that the SOP for staffing standards at SDIT Al Uswah Surabaya consists of 25 SOPs. The quality workforce search function consists of one SOP, the quality workforce development function consists of five SOPs, and workforce maintenance consists of twenty SOPs, and there are two SOP that can be grouped into two human resource management functions at once. The advantage of the SDIT Al Uswah Surabaya SOP is that it is prepared simply so that it is easy to understand and implement. The weakness of the SDIT Al Uswah Surabaya SOP is that there is inequality in making SOPs, namely that the maintenance SOP has more SOPs than the SOP for workforce search and development.  
The Sustainability of Islamic Education in Rural Communities in Indonesia Fery Diantoro; Aris Nurbawani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 6 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v6i2.550

Abstract

This study is based on the dynamics occurring in rural communities, particularly related to limited Islamic religious knowledge and inadequate access to education, which need to be addressed through the development of sustainable Islamic education. The sustainability of Islamic education is key to changing social conditions and empowering rural communities. The purpose of this study is to identify the model of Islamic education at Griya Pintar Mbok Supi, Gading Village, the basis for building its sustainability, and the factors that influence it. The method used is field research with a qualitative and phenomenological approach, which allows for in-depth analysis of the experiences of education practitioners and the surrounding community. This study focuses on how the educational model is implemented, the basis for building educational sustainability, and the factors that influence the sustainability of Islamic education at the institution. Key findings indicate that the model of Islamic education at Griya Pintar Mbok Supi, Gading Village, is a form of community-based Islamic education that takes place in residents' homes through non-formal education channels. Its sustainability is built on the basis of strong da'wah motivation, basic capital in the form of a home as a place of education, social capital built through harmonious relationships with the community, and the utilization of local potential. Factors that influence its sustainability include the open and adaptive attitude of the community, awareness and concern for Islamic education, good communication, and support from the government and stakeholders.