Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberian ASI Eksklusif Berhubungan dengan Pertumbuhan Gigi dan Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 6-18 Bulan Aninda Rusmin; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
WOMB Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v3i1.338

Abstract

The low level of exclusive breastfeeding in Indonesia needs attention. This is related to chronic malnutrition related to tooth growth and motor development, which indirectly impacts the quality of human resources. The 6 month period of life will determine the quality of the child in the future. This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and tooth growth and gross motor development in babies aged 6-18 months in Sidoarjo, Krian district. This research uses a quantitative type of research with a cross-sectional approach. The population in this study were babies aged 6-18 months. The research used total sampling. The data used in this research is primary data using a questionnaire instrument for breastfeeding history and tooth growth, while gross motor development data uses the KPSP (Pre-Screening Questionnaire) instrument and the research sample is babies and the sample size is 49 babies. The independent variable is exclusive breastfeeding and the dependent variable is tooth growth and gross motor development. Data analysis used the chi square test. The results of this study indicate that there is a relationship between exclusive breastfeeding and tooth growth and motor development in babies aged 6 to 18 months. The research results also concluded that there was only a relationship between breastfeeding and tooth growth in babies aged 6 to 18 months with a P-value of 0.008 and motor development in babies aged 6 to 18 months with a P-value of 0.000.
Pijat Tui Na Meningkatkan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan Ximenes, Marquita Da Silva; Retno Setyo Iswati; Desta Ayu Cahya Rosyida
WOMB Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v3i1.339

Abstract

Infancy is an important period for growth and development. One of the factors causing problems in baby's weight is a lack of nutrient intake, which is often caused by babies having difficulty eating and choosing food. Tui Na massage is an alternative way to increase weight. The method in this research uses a pre-experimental research design type one group pretest-posttest. The sampling technique used purposive sampling technique. The sample used was 30 babies. Data analysis consists of univariate analysis, which is carried out based on the type of data, both categorical and numerical, and bivariate analysis using the t-test. The results of this study showed that before the Tui Na massage, all 30 babies aged 6-12 months had a fixed weight, that is, the weight after being given the Tui Na massage was that most of the babies gained weight, totaling 27 babies. This shows that there is an effect of Tui Na massage on body weight in babies aged 6-12 months with a p-value of 0.001.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH BAYI USIA 2-4 BULAN PASCA IMUNISASI PENTABIO Early Ike Farhanah; Retno Setyo Iswati; Annah Hubaedah
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.259

Abstract

Imunisasi Pentabio penting mencegah penyakit pada bayi, namun dapat menimbulkan efek samping demam sebagai bagian dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Di Jawa Timur tahun 2021 tercatat 2.007 kasus KIPI, dengan 45,2% mengalami demam. Aloe vera mengandung saponin dan lignin yang bersifat antipiretik, antiinflamasi, serta memberikan efek pendinginan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas gel ekstrak lidah buaya terhadap penurunan suhu tubuh bayi usia 2–4 bulan pasca imunisasi Pentabio. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest pada 32 responden. Suhu tubuh diukur sebelum dan sesudah pemberian gel ekstrak lidah buaya tiga kali sehari selama dua hari menggunakan termometer digital. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata suhu sebelum intervensi 38,1°C dan sesudah intervensi 37,5°C dengan penurunan rata-rata 0,7°C. Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan penelitian ini adalah gel ekstrak lidah buaya efektif menurunkan suhu tubuh bayi pasca imunisasi Pentabio.
STECU (Stelan Cakap Untuk) Kesehatan Ibu dan Anak dengan Kebidanan Komplementer Setiawandari; Retno Setyo Iswati; Anik Latifah; Tetty Rihardini
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebidanan komplementer banyak digunakan dalam pelayanan Kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan kenyamanan, menurunkan keluhan selama kehamilan dan persalinan. Rasa cemas pada ibu muda dalam menghadapi kehamilan dan persalinannya yang pertama beresiko menyebabkan komplikasi yang serius diantaranya meningkatnya tekanan darah ibu. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan kader Kesehatan di RW IV Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya tentang edukasi akupresur telinga untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian pada masyarakat diawali dengan survey lapangan, perizinan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa dilakukan tanggal 11 Juli 2025 bertempat di Balai RW.IV Kelurahan Keputran, dihadiri peserta sejumlah 28 orang. Kegiatan diawali dengan pemberian materi tentang kehamilan, kecemasan, dampak kecemasan dan manfaat akupresur telinga. Dilanjutkan dengan demonstrasi akupresur telinga dan diakhiri dengan praktik akupresur telinga oleh peserta pengabdian Masyarakat, Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi.