Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO TERPADU BERKELANJUTAN DI BUMIAJI – KOTA BATU Suwignyo, Suwignyo; Masudin, Ilyas; Mokhtar, Ali
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.748 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3711

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan teknologi bidang kelistrikan dari sumber energi terbarukan hidro. Potensi energi hidro di Indonesia cukup besar dan tersebar luas di seluruh kepulauan nusantara. Teknologi PLTMH terus berkembang dan perlu terus dikembangkan serta disebarluaskan kepada masyarakat, agar pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan hidro semakin luas dan semakin meningkat. Penelitian bertujuan mendesain dan mengaplikasikan PLTMH yang terpadu dengan pemanfaatannya untuk penyediaan air minum perdesaan, dipadukan dengan upaya konservasi daerah aliran sungai dan pengembangan sarana wisata edukasi teknologi energi terbarukan. Metode dan tahapan penelitian meliputi survey pemilihan lokasi, pengukuran dan analisa debit pembangkit, pengukuran dan penentuan tinggi jatuh hidrolik, desain bangunan sipil, pemilihan tipe turbin dan desain pekerjaan mekanikal-elektrikal dan penggambaran desain PLTMH. Hasil penelitian PLTMH Bumiaji adalah debit pembangkit (Q) 0,25 m3/dt, total tinggi jatuh hidrolik (Htotal) 4,00 m, daya terbangkit (P) 7,28 kW, tipe turbin propeller. PLTMH Bumiaji di manfaatkan untuk mendukung penyediaan air minum perdesaan, sebagai sarana wisata edukasi teknologi energi terbarukan dan diintregasikan dengan upaya konservasi daerah aliran sungai.
POTENSI PEMBANGUNAN PLTMH SUMBER JERUK DESA KARANGSUKA KEC. PAGELARAN KAB. MALANG Irfan, Muhammad; Suwignyo, Suwignyo
Jurnal Dedikasi Vol 16 (2019): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.248 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v16i1.10687

Abstract

PLTMh (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Desa Karangsuko Kec. Pagelaran Kab. Malang merupakan desa yang mempunyai banyak sumber air, antara lain Sumber Taman, Sumber Suko dan Sumber Jeruk. Sumber air yang sudah dimanfaatkan sebagai penghasil listrik adalah sumber maron dengan menghasilkan listrik sebesar 22 KW, dimana listrik yang dihasilkan dimanfaatkan oleh BPAB&S untuk menjalankan 2 buah pompa air dan warung-warung atau kios-kios yang ada di sekitar tempat wisata sumber maron. Pompa air tersebut berfungsi untuk memindahkan air dari sumber maron ke beberapa tandon, masyarakat mendapatkan air bersih dari jaringan tandon ke rumah-rumah penduduk. Permasalahan saat ini adalah masih ada 1 buah pompa air yang masih disupply PLN, sehingga tiap bulan pihak pengelola harus membayar ke PLN sekitar Rp. 15.000.000,-. Sementara kurang lebih berjarak 500 meter dari lokasi PLTMh yang ada saat ini, ada sumber air yang bernama sumber jeruk yang sepintas debitnya lebih besar dari sumber maron. Berdasarkan hipotesa, di lokasi sumber jeruk berpotensi dibangun sebuah pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Sebelum dibangunnya suatu PLTMh, maka dibutuhkan studi kelayakan (Feasibility Study) untuk melihat secara teknis dan ekonomis apakah sebuah PLTMh layak atau tidak layak untuk dibangun. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membuat feasibility study pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan melakukan mengidentifikasi potensi sumber daya air dan menilai tingkat kelayakan. Metode yang digunakan adalah metode PRA (Participatory Rapid Appraissal), yakni metode pemberdayaan yang bersifat Partisipatif dan Bottom-up Approach, yaitu dengan melakukan kegiatan pengukuran kondisi hidrologi, pemilihan lokasi dan layout dasar, desain teknik PLTMh. Hasil simpulan berdasarkan pengukuran dan perhitungan diperoleh Debit desain (Q) = 1,10 m3/dt, tinggi jatuh gross (H) = 6,00 m, Daya terbangkit (P) = 50,00 kWatt.
Penyuluhan Kenali dan Waspadai Bahaya Demam Berdarah Dengue bagi Warga Desa Tanah Datar Kecamatan Muara Badak Suwignyo, Suwignyo; Maran, Agustinus Ola
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol 2, No 1 (2021): April
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v2i1.30

Abstract

 Penyakit Demam Berdarah Dengue banyak menjangkiti di daerah Asia. DBD hampir selalu ada pada setiap tahunnya dan menjadi masalah kesehatan dan terjadi kematian di Indonesia. Penyakit ini masih menjadi momok terhadap penduduk Indonesia dan khususnya Kalimantan Timur. Dan ditunjang dengan kondisi geografis Kalimantan Timur yang yang curah hujan yang cukup tinggi sehingga menunjang perkembang biakan vektor nyamuk Aedes aeugepty dan Albopictus.  Ini berarti akan menjadi masalah yang harus diatasi secara terus menerus guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang tinggi. Desa Tanah Datar Kecamatan Muara Badak mempunyai potensi risiko yang tinggi terhadap pencemaran lingkungan juga terdapat perkebunan sawit, karet dan lahan pertanian lainnya. Selain itu terdapat pertambangan batubara dan migas yang tentunya ada risiko-risiko terhadap perubahan kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah Dengue dan upaya pemberatasan dan pengendaliannya dengan 4M juga mendorong kepada pemerintah Desa agar berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya, yang dilaksanakan pada bulan Desember 2019. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab serta sharing. Sasaran pengabdian adalah warga dan perangkat desa Tanah Datar Kecamatan Muara Badak.
HUBUNGAN SANITASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI DI KOTA SAMARINDA Apriyani, Apriyani; Suwignyo, Suwignyo; Mareta Kusumawati, Rindha; Wulandari, Kartina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12449

Abstract

Abstrak: Hubungan Sanitasi Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia Dini di Kota Samarinda. Berdasarkan data prevalensi stunting provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2020 khususnya di Samarinda pada tahun 2018 kasus stunting sebanyak 26,26 % pada tahun 2019 mengalami penurunan 24,75 dan pada tahun 2020 tetap di angka 24,7% (satuan data Kalimantan Timur, 2021). Sedangkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada tahun 2020 prevalensi stunting 11,9% dan pada tahun 2021 mengalami penurunan 10,7%. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan 30 sampel serta dilakukan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa yang tidak mengalami stunting sebesar 22 (73%) dan yang memiliki sanitasi baik sebesar 21 sampel atau  70 %. Hasil uji statistik memperlihatkan bahwa P value sebesar 0,632. Tidak terdapat hubungan antara kejadian stunting dengan kondisi sanitasi.
Quantitative Measurement of Job Satisfaction and Antecedents in the Automotive Industry: Review of Instruments in the Last Two Decades Suwignyo, Suwignyo; Perdhana, Mirwan Surya
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3219

Abstract

The study reviews available quantitative instruments that research can use to measure job satisfaction and its antecedents in the automotive industry. Search and collection of literature used in this study using Google Scholar, Emerald Journal, and Elsevier Journal finder using the phrase job satisfaction, the automotive industry and its antecedents for 2010 to 2020. The literature search focuses on the instruments used to measure job satisfaction. In the automotive industry. This study analyzes each job satisfactions instrument used by comparing where the research takes place. The antecedent variables studied were the dimensions of job satisfaction and the number of citations available. The research instruments used are of many variations. Researchers can use the appliance to measure job satisfaction with or without modifying the content in the job satisfaction instrument used. The researcher can choose the right instrument according to environmental conditions, antecedent variables, and the purpose of the research being conducted.
The Implementation of Water Sensitive Urban Drainage to Overcome the Risk of Flooding in Malang City Yani, Dandy Achmad; Suwignyo, Suwignyo; Darmawan, Azhar Adi; Nissa, Khoirin
BERKALA SAINSTEK Vol 12 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v12i3.47437

Abstract

This study aims to apply Water Resources Urban Design (WSUD) technology to improve water quantity and quality in the Brantas River Watershed (DAS), especially in Oro-Oro Dowo Village, Malang City. This village was chosen because several drainage channels have decreased efficiency in accommodating water runoff during the rainy season. The application of WSUD technology is expected to reduce the high surface runoff due to the decrease in water absorption areas, so this can be an alternative to conserving the availability of water resources in terms of quantity and quality. The modeling scenarios are arranged into two types. In the first scenario, the model is made without the application of WSUD, while in the second scenario, WSUD technologies are applied. There are permeable pavement, bioretention, constructed wetlands, and green roofs. The methodology used for the application of the WSUD concept is through the SWMM (Storm Water Management Model) program. The application of WSUD technology in the case study in Oro-Oro Dowo Village is planned along the sidewalks on Jalan Rinjani, Jalan Jakarta/Jalan Simpang Ijen, Jalan Besar Ijen, and Jalan Panggung, as well as green open spaces/city forests located in the administrative area of the village. The results of this study are in the form of a comparison of the total surface water runoff before and after the implementation of WSUD for each technology. As a result, green roof technology has the potential to reduce surface runoff higher than other technologies. However, the obstacles in the application of green roofs are the cost and roof leaks. Thus, the application of a combination of permeable pavement, bioretention, and constructed wetlands can be another option. The results of the application of the WSUD combination reached 96.88%.
IMPLEMENTATION OF GERMAS, ESPECIALLY THE ASPECT OF HEALTHY ENVIRONMENT IN PULAU ATAS SAMARINDA Apriyani, Apriyani; Suwignyo, Suwignyo; Kusumawati, Rindha Mareta; Wulandari, Kartina
HEARTY Vol 12 No 2 (2024): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v12i2.16238

Abstract

The Healthy Living Community Movement (Germas) is a planned activity carried out jointly with awareness, willingness, and ability to behave healthily to improve the quality of life. People generally see health as related to lifestyle, if they are sick then it must have something to do with food even though the influence of the environment on health is quite large. So the purpose of this study is to find out and educate the public on environmental health. This study uses descriptive quantitative research design with the population of Pulau Atas in Samarinda, selecting 100 respondents with incidental sampling technique and using interviews to find out the condition of the community. Respondents who have trash bins are 76, who do waste sorting are only 38, recycling waste is 9, who recycle waste by making compost is 1 person and recycle waste by making handicrafts are 8. Respondents who have latrines are 99. The majority of respondents used PDAM water as many as 86 people and respondents who consumed refillable gallon water were 69. Almost most of the community has understood implementing a healthy environment such as garbage, use of latrines and clean water for daily activities. Only a small part of the community does not apply a healthy environment. However, waste management is still not maximally carried out.
Penentuan Lokasi dan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Kabupaten Malang Suwignyo, Suwignyo; Darmawan, Azhar Adi; Saleh, Chairil; Amal, Andi Syaiful
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3276

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro adalah pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air di bawah kapasitas 1 MW yang dapat berasal dari jaringan irigasi, sungai, dan air terjun, dengan cara memanfaatkan tinggi terjunnya dan jumlah debit air. Kabupaten Malang mempunyai potensi besar bagi pengembangan PLTMH. Hingga saat ini saluran irigasi atau sumber air yang berpotensi sebagai sumber energi baru sangat sedikit yang memanfaatkan. Ketersediaan air dan tinggi jatuh pada saluran irigasi dan pembuangan di daerah studi merupakan faktor utama potensi pembangunan PLTMH. Pembangunan PLTMH di desa Gondanglegi dapat digunakan sebagai penerangan jalan yang saat ini masih kurang atau dapat digunakan sebagai tempat pembelajaran tentang PLTMH bagi warga sekitar dan SMK Mutu ataupun Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PPEM). Dengan adanya potensi sumber daya serupa yang ada maka dapat juga dilakukan identifikasi dan inventarisasi hingga perencanaan pembangunan PLTMH di aliran irigasi sebelah PPEM. Berdasarkan observasi dan pengukuran awal, debit air sesaat di lokasi Gondanglegi sebesar 3,5 m3/dtk dan akan digunakan pada tiap turbin untuk desain debit pembangkit sebesar 1,75 m3/dtk, potensi tinggi jatuh hidrolik total sebesar2,00 m. Sehingga, potensi daya yang dapat dipasang sebesar 49,44 KWh.Kata kunci: Tinggi Jatuh, Debit, PLTMH, Pembangkit
ANALISIS PERAN PETUGAS PUSKESMAS TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LONG HUBUNG KABUPATEN MAHAKAM ULU TAHUN 2021 Wulandari, Kartina; Suwignyo, Suwignyo; Apriyani, Apriyani; Kusumawati, Rindha Mareta; Lilit, Yuliana
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v7i1.2534

Abstract

Saat ini didunia sedang dihadapkan dengan suatu virus baru yaitu coronavirus jenis baru (SARS-Cov-2) dan penyakitnya disebut Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Diketahui mulai virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Ditemukan pada akhir Desember tahun 2019. (Who,2020). Peran petugas puskesmas dalam pencegahan covid-19 yaitu Sebagai Komunikator petugas puskesmas memiliki peran penting sebagai komunikator dalam menyampaikan informasi atau pesan yang benar dalam pencegahan covid-19. Sebagai Motivator petugas puskesmas harus mampu menjadi motivator di tengah-tengah masyarakat agar masyarakat bisa termotivasi melaksanakan pencegahan covid-19 pada dirinya,keluarga maupun lingkungannya sendiri. Sebagai Fasilitator Petugas puskesmas juga harus bisa menjadi fasilitator bagi masyarakat dalam menyediakan fasilitas bagi masyarakat yang membutuhkan, menjadi fasilitator tidak hanya pada saat penyuluhan saja juga dapat menyediakan tempat dan waktu untuk masyarakat jika ingin mendapatkan informasi mendalam mengenai covid-1.Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menganalisis peran petugas puskesmas sebagai Komunikator dan Motivator terhadap pencegahan Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Long Hubung Kecamatan Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu
Penyuluhan dan Penyediaan Sekat Belajar dalam Rangka Pencegahan Covid-19 Saat Tatap Muka di SMK N 17 Samarinda Kusumawati, Rindha Mareta; Suwignyo, Suwignyo; Apriyani, Apriyani; Wulandari, Kartina
Empowerment Vol. 5 No. 03 (2022): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v5i03.5521

Abstract

The implementation of the new normal during the Covid-19 pandemic is affecting education systems around the world. The application of learning from home is mandatory in all regions in Indonesia. The disadvantages of learning from home are the lack of comprehensive teaching materials and the lack of supporting facilities when studying from home. For this reason, the local government, especially in Samarinda City, proposes face-to-face meetings in early 2022 starting at high school. However, this requires the provision of supporting facilities in the context of preventing COVID-19 in schools. The service team carried out a movement to provide supporting facilities needed by the school, namely the learning divider at SMK N 17 Samarinda. This provision uses a partition made of mica so as not to block the students' view while in class. And it is hoped that it can support students to carry out face-to-face learning with an offline system and prevent the risk of transmission through droplets while in class.Pemberlakuan new normal selama pandemic Covid-19 mempengaruhi system pendidikandi seluruh dunia. Penerapan belajar dari rumah menjadi hal wajib di seluruh daerah di Indonesia. Kekurangan belajar dari rumah adalah tidak tersampaikannya materi ajar secara menyeluruh dan kurangnya fasilitas pendukung saat belajar dari rumah. Untuk itu pemerintah daerah khususnya di Kota Samarinda mengusulkan tatap muka pada awal tahun 2022 di mulai pada sekolah menengah atas. Namun hal ini memerlukan pengadaan fasilitas pendukung dalam rangka pencegahan covid-19 di sekolah. Tim pengabdian melakukan suatu gerakan pemberian fasilitas pendukung yang diperlukan pihak sekolah yaitu sekat belajar di SMK N 17 Samarinda. Penyediaan ini menggunakan partisi berbahan mika agar tidak menghalangi pandangan siswa/I saat berada dikelas. Dan diharapkan dapat mendukung siswa/I untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan system luring (offline) dan mencegah resiko penularan melalui droplet saat di kelas.