Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Efektifitas Instalasi Pengolahan Limbah Lindi Di TPA Supit Urang Kota Malang Saleh, Chairil; Purnomo, Hendro
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.136 KB)

Abstract

Leachate is the liquid waste as consequence of water which flow into the influx of external water into the embankment of waste / garbage and then rinsed and dissolved the material in the embankment, so it has a variety of organic and inorganic pollutants.Leachate sewage treatment instalation is a the installation that processed waste leachate in order not to contaminate the environment of the river. The negative impact of leachate is to killed an existing biota in of the river, groundwater contamination, especially in the areas where rainfall and high soil water level. This study was conducted at the landfill Supit Urang in the Village Mulyorejo with 19.6 hectares. Waste disposed to Supit Urang landfill approximately ± 400 tons / day, and area of 75% of the total area has been filled with garbage. It has the potential to generate leachate wastewater. Therefore, it is required the leachate treatment waste installation that is storage ponds, consisting of stabilization ponds, aeration ponds and pools maturisasi waste leachate. The objective of this study was to determine the effectiveness of waste leachate treatment facility.The capacity of the reservoir pondswas determined by the discharge of leachate and leachate production. Effectiveness of the sewage treatment plant was determined by reduction in the quality of leachate as decreased content of COD and BOD from the waste dumped in landfill Supit Urang.Result showed that there wasthe leachate discharge obtained 9.43 m3/day and leachate production was 0.8 m3/day. Before entering the waste leachate, the content of COD = 8960 mg / l and BOD 5 = 3968.293 mg / l of leachate treatment plant. Before sewage treatment plants, the content of COD = 298.67 mg / l and BOD = 88.18 mg / l. Thus the effectiveness of the leachate treatment plant, COD and BOD can reduce 97%..From the processing of waste leachate treatment plant already appropriate with the water quality standards according to Keputusan Menteri No. 03 /1991 which includes group III.Keywords: Leachate, leachate treatment sewage instalation, COD and BOD 5
Analisis Peningkatan Kapasitas Kantong Lahar Kali Regoyo Desa Regoyo Kabupaten Lumajang Saleh, Chairil; Setyono, Ernawan; Hidayat, Faris Rakhmat
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.037 KB)

Abstract

Kali Regoyo menerima material dari letusan Gunung Semeru dengan volume ± 6 juta m3 atau hampir 10 %dari total perkiraan material yang menjadi lahar sekunder. Salah satu usaha yang dilakukan dalam rangka pengendalian aliran sedimen dan mengurangi suplai sedimen tersebut adalah dengan menahan dan menampung sehingga aliran lahar atau sedimen dalam relatif lama yang dapat mengakibatkan pendangkalan pada daerah tengah dan hilir. Untuk menghindari bencana yang diakibatkan oleh bahaya aliran lahar Gunung Semeru tersebut, dibuat bangunan pengendali sedimen yang antara lain Kantong Pasir. Untuk mereduksi debit puncak sedimen karena volume kontrol dapat direncanakan dengan menentukan dimensi dan jumlah celah. Dengan kata lain dimensi dan jumlah celah berpengaruh terhadap besar volume kontrol sedimen. Makin kecil dimensi celah dan makin sedikit jumlah celah, makin besar volume kontrol sedimen. Setelah debit puncak perencanaan (Q) sebesar 357,397 m3/det didapat dari perhitungan, maka dapat direncanakan dimensi drempel kantong lahar. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa tinggi main dam 6,5 m, lebar mercu main dam 4 m, kemiringan bagian hulu 1:0,9 dan kemiringan hilir 1:0,2, lebar dasar peluap 100 m, elevasi muka air 1,524 m dan tinggi jagaan 1,2. Tinggi sub dam 3,34 m, lebar mercu sub dam 3 m, kemiringan bagian hulu 1:0,9 dan kemiringan bagian hilir 1:0,2. Jarak main dam dan sub dam adalah 25 m dengan tebal lantai (Apron) 1,5 m, volume sedimen statis = 910.560,345 m3, volume sediment dinamis = 1.204.847,909 m3, volume sedimen yang harus diatur = 294.287,564 m3. Melihat begitu kompleksnya permasalahan sedimen dan perilakunya, maka penanggulangan terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar di daerah kali regoyo harus memperhatikan kondisi dan perilaku sedimen yang ada.Kata Kunci : Lahar, Sedimen, dan Drempel Kantong Lahar.
OPTIMASI DIAMETER PIPA PADA SISTEM JARINGAN AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING DI KECAMATAN TUREN MALANG Putra Permana, Rega; Saleh, Chairil
Media Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2014): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.603 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v12i1.2048

Abstract

OPTIMASI DIAMETER PIPA PADA SISTEM JARINGAN AIRBERSIH DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMINGDI KECAMATAN TUREN MALANGRega Putra Permana1, Chairil Saleh21,2Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik – Universitas Muhammadiyah MalangAlamat korespondensi : Jalan Raya Tlogomas 246 Malang 65144ABSTRACTTuren districts is one of 33 districts in Malang regency. Located ± 16 km east of the capitalcity of Malang (Kepanjen) and ± 26 km south of Malang. One of the factors that determine thelevel of performance of the system of providing clean water is effectiveness network.Results ofthe evaluation of the performance of a network of water pipes are clean before it shows that therelative energy level at each node the pipe showed a huge differenceLinear programming is a method which is very popular and reliable in solving optimizationproblem that contain linear function.Besides the simplicity of its functions, the ease factor insolving the equation system makes the linear programming more interesting to be applied insolving various optimization cases.This project to find out the level of linear programming to solving optimization problemsdiameter pipelines in the water distribution system.The results of the analysis Indicates that themodel linear programming is quite consistent and can provide optimum solutions appropriateobjective function and constraint functions of the set.Keywords: linear programming, diameter, pipe networks, optimization.
KAJIAN PENANGGULANGAN LIMPASAN PERMUKAAN DENGAN MENGGUNAKAN SUMUR RESAPAN (STUDI KASUS DI DI DAERAH PERUMNAS MADE KABUPATEN LAMONGAN) Saleh, Chairil
Media Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2011): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.756 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v9i2.1195

Abstract

Desa Donowarih memiliki manajemen penanganan sampah yang buruk, maka perencanaanTPPopulation growth and rapid development led to changes in land use functions. Lots of landwhich was originally in the form of open land or forest to residential and industrial area. It is notonly urban region, but has been extended in the cultivation and protected areas, which serve awater. The impact of land use change surface runoff is rising at the same time decresing infiltrationof water into the ground. As a result the area occurs the reduced flood and infiltration into theground as ground water augmentation. The same thing happened in the Perumnas Made frequentduring the rainy season puddles. To prevent this and also to maintain the required reserves ofground water wells.This study aims to reduce runoff and prevent surface runoff and can increase the potential forground water. Besides, in order to take advantage of rainwater into the ground through wells. Sothat treatment can conserve and save water resources for long-term soil.Building design of water infiltration in this study is the recharge wells. Wells can accommodatesurface runoff and rain fall on every house gutters. Recharge wells in this study is planned in eachhome. Analysis results obtained from the total volume of rainfall with a 2-year return period is =2627.468 m3 while total volume of well is 3022.5 m3. As in every home is planned the wells withcircle radius from 0.45 to 0.75 meters with a variation to the depths of the wells ranged from 1.6 m- 2.9 m. So the wells is very effective to hold the entire discharge with a 2-year return period.Key words: Pond, Recharge Wells
PENGGUNAAN BENDUNG KONSOLIDASI SEBAGAI KONTROL MUKA AIR UNTUK MENGURANGI RESIKO LONGSOR PALUNG SUNGAI BRANTAS DI KAMPUS III UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Saleh, Chairil; Sulianto, Sulianto
Media Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.126 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v15i2.4855

Abstract

Analisa kecepatan aliran pada ruas sungai merupakan tahap awal dalam menentukan penanganan masalah gerusan yang terjadi pada palung sungai. Seiring dengan perkembangan piranti lunak (software) yang demikian pesat model matematika menjadi pilihan sebagai alat untuk memperoleh perilaku yang terjadi, karena disamping biayanya yang murah model ini dapat mencangkup dimensi ruang dan waktu. Surface Water Modeling System merupakan salah satu program untuk memecahkan model  matematika yang dibangun berdasarkan konsep gerak air dan gerak sedimen yang secara matematis dipecahkan dengan menggunakan metode elemen hingga (finite element) melalui pendekatan dua dimensi horisontal. Dengan berbagai kelebihannya, model ini diharapkan mampu memberikan hasil yang memuaskan sehingga dapat memperbaiki kinerja dari metode-metode pendekatan yang umum digunakan sebelumnya. Lokasi penelitian di Sungai Brantas depan Kampus III UMM di Kabupaten Malang Jawa Timur yang memiliki masalah akibat gerusan di Palung Sungai. Dari hasil analisa terhadap gerusan yang terjadi memperlihatkan tingkat kecepatan aliran sangat besar, dengan memasukan nilai n Manning = 0,045, di peroleh hasil kecepatan yang sangat tinggi yaitu Maksimum = 0.25 m/det dan Minimum = 0,03 m/det melebihi kecepatan kritis D50 sebesar 0,045 m/det, sedangkan hasil penempatan bendung didapat hasil kecepatan sebesar Maksimum = 0.043 m/det dan Minimum = 0,010 m/det dibawah kecepatan kritis D50.
OPTIMASI DIAMETER JARINGAN PIPA DALAM SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH (PDAM) DI KEC. BULULAWANG KAB. MALANG MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING Saleh, Chairil
Media Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.268 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4489

Abstract

Salah satu peran penting dari sistem penyediaan air bersih adalah jaringan perpipaan. Kinerja pelayanan sistem penyediaan air bersih tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas sumber, namun volume air tersebut juga harus sampai pada simpul-simpul layanan dengan aliran dan tinggi tekanan yang memadai sesuai kebutuhan. Disamping itu efektivitas sebuah jaringan pipa juga dapat diukur dari besarnya biaya investasi dan operasionalnya selama usia guna yang ditetapkan. Agar dicapai kondisi tekanan dan debit yang memadai, perlu dilakukan analisis diameter yang cermat. Linear programing merupakan satu teknik penyelesaian riset operasi yang dapat menyelesaikan masalah-masalah optimasi. linear programming digunakan untuk meminimasi biaya akibat pemakaian diameter pipa. Pada penelitian ini diambil sampel data jaringan pipa distribusi air bersih di Kec.Bululawang Kab.Malang. Dengan metode linear programing didapat hasil optimasi diameter pada masing-masing pipa di Kec. Bululawang Kab. Malang dengan pemilihan diameter pipa utama antara 3 inch sampai 8 inch dan energi tekan atau energy relatif yang dihasilkan adalah 7 meter sampai 20 meter sesuai standart ijin yang ditetapkan.
STUDI KEANDALAN DEBIT BENDUNG BLOBO DI MOLEK TERHADAP PERUBAHAN AREA LAHAN PERTANIAN Saleh, Chairil; Orfa, Lourina Evanale; Nurcahyo, Mas Ragil
Media Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2018): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.016 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v16i1.5453

Abstract

Irigasi Molek adalah saluran irigasi yang mengairi sawah kec Kepanjen sampai dengan Sumberpucung. Sebelum Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang dari 2010 – 2030 ditetapkan, luas lahan pertanian  pada kedua kecamatan tersebut sebesar 3.971 Ha. Pada saat ini sebagian lahan pertanian direncanakan menjadi lahan permukiman sehingga tersisa daerah irigasi 2.187 Ha. Hal ini berdampak pada keandalan debit Bendung Blobo dalam mengairi area lahan pertanian, serta berpengaruh pada pola tata tanam yang sudah ada. Tujuan studi untuk mengetahui keandalan debit bendung blobo dalam mengairi area lahan pertanian dengan menghitung kebutuhan air yang tersedia menggunakan Metode FJ. Mock dan menghitung kebutuhan air. Dari studi ini didapatkan total kebutuhan air selama satu tahun untuk tanaman padi pada kondisi existing sebesar 6063.10 ltr/det dan pada kondisi akibat RTRW sebesar 3325.47 ltr/det. Dengan ketersediaan air diasumsikan tetap, maka total kebutuhan air pada kondisi extrim yaitu Musim Kering II sebesar 5.842 ltr/det yang mengakibatkan kekurangan air dan akibat RTRW mengalami kelebihan Air. Dari analisa tersebut menghasilkan pola tata tanam yang memaksimalkan kelebihan air akibat Rencana Umum Tata Ruang kab. Malang kec. Kepanjen.
PENGGUNAAN BENDUNG KONSOLIDASI SEBAGAI KONTROL MUKA AIR UNTUK MENGURANGI RESIKO LONGSOR PALUNG SUNGAI BRANTAS DI KAMPUS III UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Saleh, Chairil; Hadi S, Ach
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.413 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3746

Abstract

Analisa kecepatan aliran pada ruas sungai merupakan tahap awal dalam menentukan langkah upaya penanganan masalah gerusan yang terjadi pada palung sungai. Seiring dengan perkembangan piranti lunak (software) yang demikian pesat model matematika seringkali menjadi pilihan sebagai alat untuk memperoleh prilaku yang terjadi, oleh karena disamping biayanya yang murah model ini dapat mencangkup dimensi ruang dan waktu yang panjang. Surface Water Modeling Systemmerupakan salah satu program untuk memecahkan model  matematika yang dibangun berdasarkan konsep gerak air dan gerak sedimen yang secara matematis dipecahkan dengan menggunakan metode elemen hingga (finite element) melalui pendekatan dua dimensi horisontal. Dengan berbagai kelebihannya, model ini diharapkan mampu memberikan hasil yang memuaskan sehingga dapat memperbaiki kinerja dari metode-metode pendekatan yang umum digunakan sebelumnya. Lokasi penelitian adalah Sungai Brantas depan  Kampus III UMM di Kabupaten Malang Jawa Timur yang  memiliki masalah akibat gerusan di Palung Sungai yang cukup mengkhawatirkan. Dari hasil analisa terhadap gerusan yang terjadi memperlihatkan tingkat kecepatan aliran sangat besar, dengan memasukan nilai  n Manning = 0,045, di peroleh hasil kecepatan yang sangat tinggi yaitu Maksimum = 0.25 m/det dan Minimum = 0,03  m/det melebihi kecepatan kritis D50 sebesar 0,045 m/det, sedangkan hasil penempatan bendung didapat hasil kecepatan sebesar Maksimum = 0.043 m/det dan Minimum = 0,010 m/det dibawah kecepatan kritis D50.
STUDI PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH LINDI SEBAGAI KONTROL PEMENUHAN BAKU MUTU SESUAI KEPMEN 03/91 (STUDI KASUS PADA TPA SUPIT URANG MALANG) Saleh, Chairil
Media Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.736 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v10i2.1782

Abstract

Chairil SalehFakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas, No.246 MalangEmail: chairil@umm.ac.idABSTRACTThe processing of lye waste instalation is a processing lye waste leachate discharged intowater bodies do not pollute the environment .Harm caused leachatecan kill the organisms – organismsif the leachate is discharged directly into water bodies without prior treatment.Need for storage pondsfor leachate treatment plant, and therefore the capacity to design pondsneed to know how the leachate discharges.Required to discharge leachate storage ponds designedto meet the volume of pond water leachate.From the analysis of the leachate discharge obtained by9.43 m3/day. And the production of leachate was 0.8 m3 / day. Levels of waste treatment unit COD= 8960mg / l and BOD5 = 3968.293 mg / l, after going through the waste treatment plant to be COD= 298.67 mg / l and BOD5 = 88.18 mg / l. From the processing of these three levels in an alreadymeets the standard group III cross section pond 03/91.Keywords : Water leachate , storage ponds , COD and BOD5.
Model Pelimpah Samping Bendungan Bajulmati menggunakan Lateral Structure pada Program Hec-Ras Orfa, Lourina Evanale; Saleh, Chairil
Media Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.98 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v17i2.11175

Abstract

Pelimpah bendungan berfungsi untuk membuang kelebihan air tampungan pada saat kondisi banjir. Pada Bendungan Bajulmati, pelimpah yang digunakan adalah pelimpah samping. Program Hec-Ras digunakan untuk memodelkan aliran yang dilengkapi oleh model untuk menyerupai struktur di bagian aliran. Pada Program Hec-Ras terdapat Lateral Structure yang dapat memodelkan konstruksi pada sisi penampang saluran. Untuk memodelkan sesuai dengan karakteristik aliran di pelimpah samping maka akan digunakan Lateral Structure yang ada di Program Hec-Ras. Dari hasil permodelan menunjukkan bahwa permodelan geometri menggunakan Storage Area dan Lateral Structure dapat digunakan untuk memodelkan aliran di pelimpah. Tetapi harus diawali dulu dengan pembuatan initial condition untuk mendapatkan aliran dasar. Mengingat bahwa Program Hec Ras tidak bisa disimulasi untuk aliran kering. Boundary Condition hulu menggunakan debit inflow dan boundary condition hilir menggunakan muka air. Lateral Structure yang digunakan berupa weir karena pelimpah bendungan berupa pelimpah dengan tipe Ogee.