Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI BERBASIS DORATOON TENTANG POLA DIIT DM TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS Mudzakkir, Muhammad; Prihananto, Dhian Ika; Fatah, Nawaris Sufil
Jurnal EDUNursing Vol 7 No 2 (2023): September 2023 - Maret 2024
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/edunursing.v7i2.4452

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is an endocrine disorder characterized by instability of blood glucose levels. One of the important factors that can regulate blood sugar levels is regulating dietary patterns, so patient understanding regarding management is needed. Education as one of the pillars of management of DM patients plays an important role as a means of promoting holistic DM management. This research aims to determine the effect of health education through Doratoon-based animated video media about DM diet patterns on the knowledge of diabetes mellitus patients. The research design uses a quasi experiment with a one group pre and post test design without control group. The sample used was 30 DM patients with a purposive sampling technique. The research instrument is a questionnaire regarding knowledge of DM diet patterns. The data obtained were analyzed using Wilcoxon. The result obtained was a value of p = 0.001 (p<0.05) which shows that there is an influence of providing health education through Doratoon-based animated video media about DM diet patterns on the knowledge of diabetes mellitus patients. Future researchers are expected to be able to develop digital media in various forms of animation for health education. Keywords: Health Education, Animation videos, Knowledge, Diet Patterns, Diabetes Mellitus.
HUBUNGAN PERUBAHAN FISIK DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA Prihananto, Dhian Ika; Mudzakkir, Muhammad
Jurnal EDUNursing Vol 8 No 1 (2024): April - Agustus 2024
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/edunursing.v8i1.4906

Abstract

The physical changes experienced by the elderly influence the psychological problems of the elderly. Depression is a psychological disorder that often attacks the elderly. If this problem is not addressed, it can cause physical and mental disorders and hinder social functioning. Not only that, depression can also make other chronic health problems more difficult to treat. The aim of this study was to determine the relationship between physical changes and the incidence of depression in the elderly. This research is quantitative research with a case-control approach. The sampling technique was consecutive sampling of 52 respondents. The research instruments were a depression measurement scale in the elderly (beck) and an interview questionnaire. Analysis with chi-square test. The results of the research were that there were 8 respondents who could not accept physical changes in the case group and 3 respondents in the control group. The results of the chi-square test obtained a value of p=0.174 OR=3.407 95%CI=0.789 – 14.720. The conclusion is that there is no relationship between physical changes and the incidence of depression in the elderly. Keywords: Physical changes, depression in the elderly.
Implementasi Terapi Kognitif untuk Meningkatkan Harga Diri pada Remaja yang Mengalami Bullying dengan Masalah Keperawatan Harga Diri Rendah di Desa Kauman Kota Kediri (Studi Kasus) Rahmadaniar, Anjar Farah; Risnasari, Norma; Prihananto, Dhian Ika
Primary Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 4 (2025): Primary Journal of Multidisciplinary Research, August 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/pjmr.v1i4.253

Abstract

Bullying is an aggressive behavior that is carried out repeatedly by a person or a group of people towards a vulnerable victim with the intention of intimidating, threatening, or belittling the victim. Bullying can occur in various forms, such as physical bullying, verbal bullying, social bullying, and cyberbullying. The purpose of this study is to analyze the level of self-esteem in adolescents who experience bullying with low self-esteem nursing problems before and after cognitive therapy. This study is descriptive in nature, using a case study approach method. The subjects used in this study were 2 adolescents who experienced bullying, which was measured through a questionnaire. Intervention was carried out through the provision of cognitive therapy for three days. The results of the study showed a significant increase. Cognitive therapy is widely recognized as one of the most effective therapeutic approaches and is supported by empirical evidence for various psychological problems, including depression, anxiety, and low self-esteem. This researcher recommends conducting cognitive therapy to increase motivation and improve the mental well-being of adolescents.
Penerapan Air Rebusan Daun Kelor untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Anggota Keluarga yang Mengalami Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah dengan Diagnosa Medis Diabetes Melitus di Wilayah Puskesmas Tarokan Kabupaten Kediri (Studi Kasus) Asrori, Mohamad Bahrul; Prihananto, Dhian Ika; Risnasari, Norma
Primary Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 4 (2025): Primary Journal of Multidisciplinary Research, August 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/pjmr.v1i4.254

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by high blood sugar levels due to impaired insulin function. In addition to medical treatment, diabetes management can also utilize herbal therapies such as moringa leaves (Moringa oleifera), which are known to contain active ingredients that have the potential to lower blood glucose levels. This study aims to determine the effectiveness of boiled moringa leaf water in lowering blood sugar levels in family members experiencing nursing problems related to unstable blood glucose levels and a medical diagnosis of diabetes mellitus. The research method used was a descriptive case study with two respondents experiencing nursing problems related to unstable blood glucose levels of hyperglycemia. One glass of boiled moringa leaf water was given daily for four days. Blood sugar measurements before and after the intervention showed a significant decrease, with Mrs. T's blood sugar decreasing from 269 mg/dl to 213 mg/dl and Mrs. T's from 221 mg/dl to 165 mg/dl. These findings demonstrate that administering boiled moringa leaf water can be a safe and effective alternative complementary therapy to help control blood sugar levels in diabetic patients within the family.
Gerakan 6 Pilar Menuju Masyarakat Bebas Alzheimer Di Posyandu Lansia Sasana Ratna Kusuma Kelurahan Mojoroto Kota Kediri Wijayanti, Endah Tri; Mudzakir, Muhammad; Risnasari, Norma; Prihananto, Dhian Ika
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 1 (2017): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.071 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i1.11728

Abstract

Demensia sangat rentang terjadi pada semua orang dengan usia di atas 65 tahun. Insiden demensia hanya mampu dicegah melalui tindakan preventif dan promotif yang melibatkan peran serta keluarga, perawat, serta puskesmas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam 2 kali tatap muka yaitu tanggal 24 September 2017 dan tahap kedua pada tanggal 11 Oktober 2017.Sebelum penyuluhan dilakukan skrining kesehatan kepada peserta lansia. Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 orang pada tahap pertama dan 24 orang pada tahap kedua. Lansia sebagian besar mengalami pre hipertensi sebesar 53,3% pada pelaksanaan pertama dan 46% pada pelaksanaan kedua. Demensia dapat dicegah dengan program 6 pilar menuju otak sehat yaitu aktifitas fisik rutin, diet sehat, stimulasi mental, kualitas tidur, manajemen stress, keaktifan sosial. Program 6 pilar tersebut penting untuk dikenalkan kepada masyarakat sebelum memasuki usia 65 tahun supaya mereka tidak masuk ke kondisi demensia. Pentingnya pengenalan 6 pilar menuju otak sehat tersebut harus dilakukan sedini mungkin melalui penyuluhan kesehatan dan demo sederhana kepada masyarakat. Mengingat masyarakat di Indonesia masih kurang memperhatikan masalah pentingnya mencegah demensia.
HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI DENGAN KEJADIAN SKIZOFRENIA DIBAWAH USIA 25 TAHUN prihananto, dhian ika
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 2 No 2 (2018): volume 2 nomor 2 tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.147 KB) | DOI: 10.29407/judika.v2i1.12177

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu sindrom klinis berbagai keadaan psikologis yang sangat mengganggu, melibatkan proses pikir, emosi, presepsi, dan tingkah laku dengan insidensi pada pria lebih besar dari pada wanita. Status ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga di masyarakat berdasarkan berdasarkan pendapatan per bulan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat ekonomi dengan kejadian skizofrenia dibawah usia 25 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian mix method, desain studi case- control. Populasi studi yaitu penderita dan keluarga dengan skizofrenia dibawah usia 25 tahun di kecamatan Kepil kabupaten Wonosobo. Sampel terdiri dari 55 kasus dan 55 kontrol yang diambil secara consecutive sampling. Instrument penelitian adalah kuesioner wawancara. Analisis data secara univariat, bivariat (chi-square). Hasil penelitian yaitu responden yang tingkat ekonomi rendah pada kelompok kasus sebanyak 27 responden (49,1%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 11 responden (20%). Hasil uji bivariat (chi-square) diperoleh nilai p=0,003 OR=3,857 95%CI=1,655-8,990. Simpulannya terdapat hubungan tingkat ekonomi dengan kejadian skizofrenia dibawah usia 25 tahun. Responden yang tingkat ekonomi rendah mempunyai resiko 3,9 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang tingkat ekonomi tinggi.
HUBUNGAN FAKTOR KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA (Studi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Blitar di Tulungagung) Prihananto, Dhian Ika; Sari, Norma Risna; Yoga, Bayu Septa; Sintia, Mega; Solekha, Siti
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 4 No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v4i1.14675

Abstract

Depresi adalah suatu bentuk gangguan jiwa yang ditunjukkan dengan gejala-gejala diantara merasa sedih, pikiran kacau, putus asa, konsentrasi berkurang, kehilangan minat melakukan sesuatu, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, nafsu makan berkurang, susah tidur, berpikir untuk bunuh diri dan pada akhirnya melakukan percobaan bunuh diri. Depresi merupakan gangguan mental yang paling sering terjadi pada lansia. Orang tua yang sudah lanjut usia banyak memikirkan keluarganya, hal tersebut juga bisa menjadi depresi. Banyak orang tua yang merasa depresi sebab memikirkan anggota keluarganya, bayi, anak, maupun cucu. Orang tua lebih banyak berpikir mengenai kehidupan anaknya dan berbagai perasaan lainnya. Kondisi tersebut akan mendorong orang tua yang memasuki lanjut usia rentan terhadap kondisi depresi dan susah untuk mendapatkan kehidupan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor keluarga dengan kejadian depresi pada lansia di UPT Pelayanan Lanjut Usia Blitar di Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian mix method, desain studi case- control. Populasi studi yaitu lansia yang mengalami depresi di di UPT Pelayanan Lanjut Usia Blitar di Tulungagung. Sampel terdiri dari 26 kasus dan 26 kontrol yang diambil secara consecutive sampling. Instrument penelitian adalah Skala pengukuran depresi pada lansia (Beck), kuesioner wawancara. Analisis data secara univariat, bivariat (chi-square). Hasil penelitian yaitu responden yang memikirkan keluarga pada kelompok kasus sebanyak 13 responden (50%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 3 responden (11,5%). Hasil uji bivariat (chi-square) diperoleh nilai p=0,007 OR=7,667 95%CI=1,839 – 31,965. Simpulannya terdapat hubungan faktor keluarga dengan kejadian depresi pada lansia. Lansia yang memikirkan keluarga memiliki risiko 7,667 kali lebih besar untuk menderita depresi dibandingkan lansia yang tidak memikirkan keluarga.
Hubungan Faktor Harapan Dengan Kejadian Depresi Pada Lansia : Studi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Blitar di Tulungagung Prihananto, Dhian Ika; Sari, Norma Risna
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i1.16279

Abstract

Depresi merupakan kondisi emosional seseorang yang biasanya ditandai dengan kesedihan yang amat sangat, perasaan tidak berarti dan bersalah, menarik diri dari orang lain, tidak dapat tidur, kehilangan selera makan, hasrat seksual, dan minat serta kesenangan dalam aktivitas yang biasa dilakukan. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan mengalami depresi. Pada dasarnya orang yang lanjut usia akan kehilangan semangat hidup, terlebih apabila mereka sudah memikirkan berbagai keinginan yang selama ini belum terpenuhi, perasaan bersalah terhadap keluarga atau pasangan akan semakin mendorong rasa depresi menjadi lebih berat. Penelitian ini merupakan penelitian mix method, desain studi case- control. Populasi studi yaitu lansia yang mengalami depresi di di UPT Pelayanan Lanjut Usia Blitar di Tulungagung. Sampel terdiri dari 26 kasus dan 26 kontrol yang diambil secara consecutive sampling. Instrument penelitian adalah Skala pengukuran depresi pada lansia (Beck), kuesioner wawancara. Analisis data secara univariat, bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang harapan belum terpenuhi pada kelompok kasus sebanyak 9 responden (34,6%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 2 responden (7,7%). Hasil uji bivariat (chi-square) diperoleh nilai p=0,042 OR=6,353 95%CI=1,216-33,191. Simpulannya terdapat hubungan antara faktor harapan dengan kejadian depresi pada lansia. Lansia yang harapannya belum terpenuhi memiliki risiko 6,353 kali lebih besar untuk menderita depresi dibandingkan lansia yang harapannya terpenuhi.
Pendidikan Kesehatan, Deteksi Dini Depresi Dan Implementasi Hipnotis 5 Jari Untuk Menurunkan Depresi Pada Lansia Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar Di Tulungagung wijaya, endah; Prihananto, Dhian Ika; Aizah, Siti; Ariyanti, Ariyanti; Oktaviana, Emmy; Andini, Fitri Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2023): Vol.3 No.1 (Desember 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v3i1.21234

Abstract

Depression is mood disorder which is indicated by symptoms including feeling sad, confused, hopelessness, reduced concentration and thinking about suicide. One of the non-pharmacological treatments to reduce the level of depression in the elderly is 5 finger hypnosis therapy. The aim of this section is to provide health education about depression, early detection of depression and therapy 5 finger hypnosis to reduce depression in the elderly. The activities are health education, early detection of depression and performing 5 finger hypnosis. The results of examining the level of depression before treatmentsfor in 30 elderly people who experienced depression, none or at least 5 elderly people (17%), 7 elderly people with mild depression (23%), 18 elderly people with moderate depression (60 %) and none experienced major depression (0%). The results of examining the level of depression in the elderly after using 5 finger hypnosis showed that of the 30 elderly who experienced depression, none or at least 14 elderly (46%), 11 elderly who experienced mild depression (37%), 5 elderly who experienced moderate depression. (17%) and elderly with no major depression (0%). The conclusion is that 5 finger hypnosis is effective in reducing the level of depression in the elderly.