Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : promedia

Komik "Lika-liku Perdagangan Orang" sebagai Media Sosialisasi Pencegahan Human Trafficking Made Fitri Maya Padmi; Dewi Maria Herawati
PRoMEDIA Vol 4, No 2 (2018): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.924 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v4i2.1282

Abstract

Indonesia was one of the countries of origin, destination, and transit for men, women, and children to be victims of force labour and sex trafficking. Goverment of Indonesia worked along with international organization, IOM, did preventive actions in order to supress the number of human trafficking. These preventive actions included the publishing of comic book about human trafficking tittled “Lika-Liku Perdagangan Orang”. This paper would like to analyze the role of this comic book as a socialization and education media for increasing the social awareness of the danger of human trafficking. The research method used in this paper was qualitative research in which the researchers conducted libary research and in depth interview toward one of government body for migran workers, BNP2TKI and IOM. Concepts used in this paper were human trafficking and comic. The result of this research was the existance of this comic book added more medium and also helped the society to be more aware of the human trafficking case.Keywords: human trafficking, comic, socialization
Penyebaran Hoax dan Hate Speech sebagai Representasi Kebebasan Berpendapat dewi maria herawati
PRoMEDIA Vol 2, No 2 (2016): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.566 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v2i2.793

Abstract

Perkembangan teknologi internet merubah pola komunikasi dan tatanan masyrakat sehingga menjadi wadah baru bagi masyarakat dalam mengemukakan pendapat dan ekspresinya. Kebebasan bersuara dan berekspresi ini dimungkinkan dengan adanya perundang-undangan yang menyatakan setiap orang bebas untuk berpendapat dan merupakan sebuah hak asasi manusia yang mendasar. Netizen juga beranggapan bahwa internet dianggap sebagai saluran yang menawarkan kebebasan demokrasi yang hampir tak terbatas untuk melacak informasi, untuk berkorespondensi dengan ribuan individu lain, dan secara spontan membentuk komunitas virtual yang tidak mungkin dibentuk dengan jalan lain secara tradisional. Karena itulah masyarakat menganggap dunia maya (dalam hal ini sosial media) menjadi wadah terbaik dalam menyuarakan pendapat dan ekspresi terhadap permasalahan yang dihadapi. Kebebasan dalam dunia maya itu menimbulkan permasalahan baru, yaitu hoax dan hate speech. Masyarakat sangat mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan menyampaikan ujaran-ujaran kebencian. Semuanya itu didasari dengan alasan yang sama, yaitu hak untuk bebas berpendapat. Namun dengan adanya perundang-undangan dan regulasi yang dibuat pemerintah dalam penyebaran informasi ITE, diharapkan hak kebebasan berpendapat bagi seluruh masyarakat dilindungi oleh pemerintah, namun masyarakat juga harus lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menulis dan menyampaikan sesuatu di dunia maya.   Kata kunci: hoax, hate speech, kebebasan berpendapat
NILAI HUMANISME VIDEO KLIP COLDPLAY “PARADISE” Hernita Jibril; Dewi Maria Herawati
PRoMEDIA Vol 4, No 1 (2018): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.817 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v4i1.1137

Abstract

Isu kemanusiaan seringkali dikaitkan dengan suatu peristiwa, hal ataupun objek-objek yang dapat tertangkap oleh indera penglihatan. Banyak juga pandangan yang menilai bahwa di tengah kemajuan teknologi maka nilai kemanusiaan sudah mulai luntur. Hal ini salah satunya terlihat karena perkembangan teknologi yang semakin pesat dimana semakin mudahnya manusia mencapai suatu tujuan sehingga melupakan peran sesama manusia lainnya. Sisi humanisme dapat ditelaah dari objek audio visual diantaranya yaitu video klip. Musik melalui video klip dimana didalamnya terdapat pesan mengenai realitas, ideologi atau bahkan kritik sosial berdasarkan latar belakang musisi itu sendiri atau keadaan lingkungan sekitar. lagu “Paradise” menceritakan tentang seorang gadis yang tersesat di dunia dan mencoba mencari jalan keluar melalui fantasi. Dengan karakter gajah sebagai subjek utama, Coldplay ingin menunjukkan pesan kemanusiaan yang tertuang dalam video klip dari lagu “Paradise” tersebut. Melalui video klip ini, diharapkan masyarakat khususnya penikmat musik Coldplay dapat tergugah mengenai pesan positif yang dimaksudkan juga oleh musisi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori humanisme dan semiotika. Ketujuh nilai humanisme yang tergambar dalam 12 scene pada video klip “Paradise” ini adalah sarana untuk mengembangkan diri dan memenuhi kebutuhan eksistensi manusia dalam usahanya menjadi paripurna sehingga tercipta rasa kebahagiaan, persamaan, persaudaraan antar sesama makhluk hidup dan lingkungan. Menjadi paripurna yaitu merasa bahagia karena telah mendapatkan apa yang menjadi impiannya.Kata Kunci: Humanisme, Video Klip, Semiotika
Myanmar: Surga Yang Hilang Dewi Maria Herawati; Agung Yudhistira Nugroho
PRoMEDIA Vol 7, No 1 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i1.4551

Abstract

AbstractMyanmar has a diversity of tribes and cultures, as well as unspoiled natural scenery to be one of the best potentials in its tourism sector. This can be a positive image for the country. However, Myanmar is also a country that has a long and winding history. Starting from a rich kingdom, colonized, independent, coup and the existence of divisions, to reforms which then experienced a coup again. Judging from the long history of this country, this article describes the nation branding inherent in Myanmar due to the intrigue that occurs in it. To see this phenomenon, the theoretical approach of Anholt's Nation Branding theory is used as a literature review. From this theory, it is concluded that the politically unstable state of the country certainly has a negative impact on the image of the country itself. The country's political instability has hampered economic growth, infrastructure and human resource development, causing the tourism sector to suffer. All of these things affect the nation branding for Myanmar. Therefore, the journey to change Myanmar's image as a competitive tourism destination in the eyes of the world will be a long journey.Keywords: Myanmar, Anholt, Nation BrandingAbstraksiMyanmar memiliki keberagaman suku dan budaya, serta panorama alam yang masih alami untuk dapat menjadi salah satu potensi terbaik di sektor pariwisatanya. Hal ini dapat menjadi citra yang positif bagi negara tersebut. Namun, Myanmar juga merupakan negara yang memiliki sejarah panjang yang cukup berliku. Mulai dari kerajaan yang kaya, dijajah, merdeka, dikudeta dan adanya perpecahan, hingga reformasi yang kemudian mengalami kudeta kembali.  Melihat dari panjangnya sejarah negara ini, maka artikel ini menggambarkan nation branding yang melekat di Myanmar diakibatkan intrik yang terjadi didalamnya. Untuk melihat fenomena tersebut, pendekatan teoritis dari teori Nation Branding dari Anholt digunakan sebagai telaah literatur. Dari teori tersebut, disimpulkan bahwa kondisi negara yang tidak stabil secara politik tentu berdampak negatif bagi citra negara itu sendiri. Ketidakstabilan politik negara mengakibatkan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia menjadi terhambat sehingga menyebabkan sektor pariwisata pun mendapatkan imbasnya. Semua hal tersebut saling mempengaruhi nation branding bagi Myanmar. Oleh karena itu, perjalanan untuk mengubah citra Myanmar sebagai tujuan pariwisata yang kompetitif di mata dunia akan menjadi perjalanan yang panjang.Kata Kunci: Myanmar, Anholt, Nation Branding
Penggunaan Fitur Instagram Stories Sebagai Selective Self Presentation Pada Wanita Milenial Dewi Maria Herawati; Titi Handayani
PRoMEDIA Vol 8, No 1 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i1.5519

Abstract

Instagram Stories is one of Instagram's social media features that is used as a place for self-presentation because it can form a visualization of a person with all their activities. The formulation of the problem in this research is how is the Selective Self Presentation carried out by millennial women in the use of the Instagram Stories feature?. The research method used is descriptive qualitative, data collection techniques in this study using Snowball Sampling and obtained through Semi Structured Interviews and non-participant observations of Instagram Stories informants. The results of this study indicate that the form of self-presentation made by millennial women on the use of Instagram Stories can show their desire to be seen as a pleasant person, their morality and self-quality towards others. With a filter that makes them more eager to socialize online than face to face. This makes millennial women more confident and tend to maintain a positive self-image towards others. Keywords: Instagram Stories, Self Presentation, Hyperpersonal      Abstraksi Instagram Stories menjadi salah satu fitur media sosial Instagram yang sangat dijadikan sebagai tempat untuk melakukan presentasi diri (self presentation) karena dapat membentuk suatu visualisasi seseorang dengan segala aktivitasnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Selective Self Pesentation yang dilakukan oleh wanita milenial dalam penggunaan fitur Instagram Stories?. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Snowball Sampling dan diperoleh melalui Wawancara Semi Terstruktur dan observasi non-partisipan terhadap Instagram Stories informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, bentuk presentasi diri (self presentation) yang dilakukan oleh wanita milenial pada penggunaan Instagram Stories dapat menunjukkan keinginan diri agar dilihat sebagai pribadi yang menyenangkan, moralitas dan kualitas diri yang dimiliki terhadap orang lain. Dengan adanya filter yang membuat mereka lebih berhasrat dalam bersosialisasi secara online dibandingkan tatap muka. Hal ini membuat wanita milenial lebih percaya diri dan cenderung menjaga citra diri positif terhadap orang lain.
Analysis Of BEM Unisri's Publik Opinion Regarding Political Advertising Billhots "Kepak Sayap Kebhinekaan" Herawati, Dewi Maria; Azhari, Wulan Ayu; Supuasari, Rahmatika Putri
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.7519

Abstract

Puan Maharani's billboard advertisement with the theme " Kepak Sayap Kebhinnekaan" raises many pros and cons in society. Many people think positively, but quite a few people sneer at the ad. This research wants to see the public opinion of a group of BEM Activists from Slamet Riyadi University, Surakrta regarding the billboard " Kepak Sayap Kebhinnekaan" as a political advertisement belonging to Puan Maharani. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this research are the responses given from several informants as BEM Activists at Slamet Riyadi University, Surakarta, which were variously positive, negative, and even neutral. There are those who openly do not support Puan Maharani to lead, but have a positive response to the message conveyed on Puan Maharani's political advertising billboards. Everyone who sees the political advertising billboard "Kepak Sayap Kebhinnekaan" of course has their own responses and opinions. Keywords: Public Opinion, Politic, Communication
Strategi Komunikasi Pemasaran Desa Wisata Ngidam Muncar Hastuti, Nurnawati Hindra; Herawati, Dewi Maria; Itasari, Andri Astuti
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7286

Abstract

AbstractThe revival of tourism after the COVID-19 pandemic is one of the main agendas for accelerating the Indonesian economy. This program began with the opening of tourism doors in Bali and the creation of the slogan work from Bali by the Minister of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia, Sandiaga Uno in May 2021. This tourism revival will also begin to be carried out in various tourist attractions in Indonesia in 2022. Starting from the place tourism areas that are already well-known to tourist areas that are still young or newly formed, such as tourist villages. One of them is a tourist village in Susukan District, Semarang Regency, Central Java, namely Ngidam Muncar Tourism Village. The existence of this tourist village was initiated in 2019. Then the existence of the Ngidam Muncar Tourism Village was inaugurated in early 2020. However, this tourism program could not be carried out optimally because the COVID-19 virus broke out in 2020. The pandemic affected tourism activities and program marketing strategies. tourism in this village has been hampered. Therefore, this research wants to see how the marketing communication strategy carried out by the local village government can then provide new input so that it can increase the village's income. The stages of this research method are starting from conducting an initial survey of the research object to see and determine the focus of the research, namely the marketing communication strategy of the Ngidam Muncar Tourism Village. Then, to dissect and answer this research problem, marketing communication strategy theory, SWOT analysis theory and marketing mix theory were used. This research method uses descriptive qualitative. The process of collecting data uses literature review methods, observation, and interviews with several sources who are directly related to the problem.Keywords: Marketing Communication, SWOT, Tourism Village  Abstraksi Kebangkitan pariwisata pasca pandemi COVID-19 merupakan salah satu agenda utama percepatan ekonomi Indonesia. Program ini diawali dengan mulai dibukanya pintu pariwisata di Bali dan dibentuknya slogan work from Bali oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno pada Mei 2021. Kebangkitan pariwisata ini juga mulai dilakukan di berbagai tempat wisata di Indonesia pada tahun 2022. Mulai dari tempat wisaata yang sudah terkenal hingga kawasan wisata yang masih muda atau baru terbentuk seperti desa wisata. Salah satunya seperti desa wisata yang ada di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yaitu Desa Wisata Ngidam Muncar. Keberadaan desa wisata tersebut mulai diinisiasikan pada tahun 2019.  Kemudian keberadaan Desa Wisata Ngidam Muncar diresmikan pada awal tahun 2020. Namun program pariwisata ini tidak dapat dilakukan secara maksimal dikarenakan virus COVID-19 mewabah pada tahun 2020. Pandemi tersebut mengakibatkan kegiatan wisata dan strategi pemasaran program pariwisata desa ini jadi terhambat. Oleh karena itu, penelitian ini ingin melihat bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat yang kemudian dapat memberikan masukan baru sehingga dapat meningkatkan pendapatan desa tersebut. Tahapan metode penelitian ini adalah mulai dari melakukan survei awal ke objek penelitian untuk melihat dan menentukan fokus penelitian, yaitu strategi komunikasi pemasaran Desa Wisata Ngidam Muncar. Kemudian untuk membedah dan menjawab permasalahan penelitian ini, digunakan teori strategi komunikasi pemasaran, teori analsis SWOT dan teori marketing mix. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Proses mengumpulkan data menggunakan metode literature review, observasi, dan wawancara beberapa narasumber yang berkaitan langsung dengan permasalahan.Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, SWOT, Desa wisata
Etika Komunikasi dan Public Speaking dalam Program Berita Televisi Liputan 6 SCTV Mutiara, Jeaniffer; Herawati, Dewi Maria
PRoMEDIA Vol 9, No 1 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i1.6788

Abstract

Abstract News presenters have a responsibility to carry the news or message their communication technique skills. However, circulating video recordings containing the unprofessional behavior of the news presenter. There was a sound leak from the coverage team at the time of broadcasting and allegedly offended a guest who was present at the funeral. This study aims to determine the ability of public speaking and communication ethics standards of news presenters in presenting the news program Liputan 6 SCTV. The research method used is descriptive qualitative research method. The results of this study indicate the existence of special public speaking skills that a presenter must have. This shows that speaking skills are able to shape someone to be alert in dealing with any situation and quickly deal with problems that occur when doing assignments directly in the studio or in the field. As well as the application of communication ethics standards in general and based on the vision and mission of the communication ethics standards owned by Liputan 6 SCTV. So that through communication ethics one can build relationships with the community through the applicable ethical standards of communication and be responsible for the applicable code of ethics.Keywords: Communication Ethic; Public Speaking; Descriptive Analysis    Abstraksi Presenter disebut juga sebagai Newsanchor yang memiliki tanggungjawab dalam membawakan berita atau pesan seputar kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia dengan kemampuan teknik komunikasi yang dimiliki. Berdasarkan fenomena yang pernah terjadi dan dialami oleh Presenter yang sedang membawakan berita di televisi dimana rekaman video tersebut viral dengan perilaku Presenter yang tidak professional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan public speaking dan standar etika komunikasi seorang Presenter dalam membawakan sebuah program berita Liputan 6 SCTV. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan data primernya diperoleh dari wawancara dan observasi, sedangkan data sekundernya diperoleh dari dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Etika Komunikasi dan teori Public Speaking. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kemampuan public speaking yang harus dimiliki seorang Presenter dan menerapkan standar etika komunikasi secara umum bahkan berdasarkan visi, misi dari standar etika komunikasi yang dimiliki Liputan 6 SCTV. Presenter Liputan6 juga melakukan praktik di lapangan dan studio dengan memanfaatkan waktu dan properti yang tersedia untuk digunakan sebagai latihan untuk menjadi Presenter Liputan6 yang kompeten.Kata Kunci: Etika Komunikasi, Presenter, Public Speaking, Analisis deskriptif
Framing of News on the 190-Year Cultivation Rights Policy in the Indonesian Capital on detik.com for the July-August 2024 Period related to the Formation of the Government's Image Dewi Maria Herawati; Aviva Asa Yutika
PRoMEDIA Vol 12, No 1 (2026): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v12i1.9426

Abstract

 The policy of granting Land Cultivation Rights (Hak Guna Usaha/HGU) for up to 190 years in the Nusantara Capital City (IKN) has generated public debate due to its connection with investment interests, land control, and the potential for agrarian conflicts. Mass media play an important role in framing this issue, which can influence public perceptions of government policies. This study aims to analyze how the online media outlet Detik.com frames the 190-year HGU policy in IKN and how such framing relates to the construction of the government’s image. This research employs the framing analysis model developed by Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, which examines four structures: syntactic, script, thematic, and rhetorical. A descriptive qualitative approach was used with eight news articles from Detik.com published between July and August 2024 as the research object. Data were collected through documentation, literature review, and triangulation through interviews with journalists. The findings indicate that Detik.com tends to frame the HGU policy in a legitimative manner by emphasizing the legal basis of the policy, economic rationality, and the urgency of investment for the development of IKN. Through this framing pattern, Detik.com constructs the image of the government as a rational, pro-investment, and competent actor in managing national development.