Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran dan Dukungan Keluarga dalam Pencegahan Stunting Ulya, Ni'matul; Andanawarih, Putri; Setyowati, Ana; Artanti, Swasti
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol5.iss2.336

Abstract

Stunting is a condition where children under 5 years of age cannot thrive due to chronic malnutrition, especially in the first 100 days of life. This decline has an impact on brain growth and development, thereby increasing the risk of developing chronic diseases in adulthood. Apart from poor nutrition, factors causing stunting are low education or lack of parental knowledge about stunting. One of the causes of a mother's poor or weak womb is that she is not old enough to get pregnant or marries young, which causes several problems during pregnancy which can then give birth to a stunted baby. The aim of this service is to increase parents' knowledge in preventing stunting. The method used in this community service activity is through outreach activities to parents in the Jenggot Village area, Pekalongan City. As a result of this activity, participants' knowledge increased, namely good knowledge by 45.2% compared to 23.8% previously given counseling.
Pengabdian Masyarakat dengan “Pendampingan Posyandu Remaja sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja di Posyandu Remaja Kelurahan Banyurip Kota Pekalongan” Setyowati, Ana; Baroroh, Ida; Artanti, Swasti
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol5.iss2.347

Abstract

Adolescence is a transition period which is a period of transition in a child's development between childhood and adulthood which generally begins at the age of 12 or 13 years and ends at the age of 21 years. Adolescence is a vulnerable period because of the inability of teenagers to solve their own problems. Many teenagers ultimately find that many of the solutions do not match their expectations. advances in science and technology always result in social change, with increasingly sophisticated communications technology, transportation and information systems, changes in society are accelerating more rapidly. In facing such situations, teenagers often have a more sensitive soul, which in the end, quite a few teenagers fall into things that are contrary to moral values, religious norms, social norms and norms of life in society. The aim of this service is to provide assistance to youth posyandu as an effort to prevent juvenile delinquency. The method used in this community service activity begins with an opening and introduction of the resource persons, then continues with the delivery of health education material, a question and answer session to the participants and finally closing. With this activity, the posyandu felt helped because it was provided with assistance and information in preventive efforts to prevent juvenile delinquency.
PENGARUH KELAS IBU HAMIL DALAM PENGETAHUAN MENGENAI PERSIAPAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN BANYURIP KOTA PEKALONGAN : kelas ibu hamil, persiapan persalinan artanti, swasti; Andanawarih, Putri
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 10 No 1 (2025): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v10i1.207

Abstract

Persiapan persalinan merupakan hal penting bagi setiap ibu hamil, yang informasinya dapat diperoleh melalui buku KIA, ANC terpadu, dan Kelas Ibu Hamil. Kelas Ibu Hamil merupakan kelompok belajar tatap muka bagi ibu hamil usia kehamilan 4–36 minggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi dalam Kelas Ibu Hamil terhadap tingkat pengetahuan mengenai persiapan persalinan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pretest–Posttest, melibatkan 23 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi edukasi dilakukan melalui kelas tatap muka dengan penyampaian materi persiapan persalinan. Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun) sebesar 82,6%, berpendidikan menengah (73,9%), dan sebagian besar tidak bekerja (52,2%). Pengetahuan sebelum intervensi mayoritas berada pada kategori cukup (52,2%) dan meningkat menjadi baik (82,6%) setelah intervensi. Analisis bivariat menunjukkan p value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara edukasi Kelas Ibu Hamil dan peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai persiapan persalinan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Kelas Ibu Hamil secara terstruktur dan berkelanjutan dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesiapan ibu menjelang persalinan, sehingga perlu diperkuat sebagai bagian dari program pelayanan maternal di fasilitas kesehatan.
PENGARUH KELAS IBU HAMIL DALAM PENGETAHUAN MENGENAI PERSIAPAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN BANYURIP KOTA PEKALONGAN : kelas ibu hamil, persiapan persalinan artanti, swasti; Andanawarih, Putri
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 10 No 1 (2025): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v10i1.207

Abstract

Persiapan persalinan merupakan hal penting bagi setiap ibu hamil, yang informasinya dapat diperoleh melalui buku KIA, ANC terpadu, dan Kelas Ibu Hamil. Kelas Ibu Hamil merupakan kelompok belajar tatap muka bagi ibu hamil usia kehamilan 4–36 minggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi dalam Kelas Ibu Hamil terhadap tingkat pengetahuan mengenai persiapan persalinan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pretest–Posttest, melibatkan 23 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi edukasi dilakukan melalui kelas tatap muka dengan penyampaian materi persiapan persalinan. Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun) sebesar 82,6%, berpendidikan menengah (73,9%), dan sebagian besar tidak bekerja (52,2%). Pengetahuan sebelum intervensi mayoritas berada pada kategori cukup (52,2%) dan meningkat menjadi baik (82,6%) setelah intervensi. Analisis bivariat menunjukkan p value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara edukasi Kelas Ibu Hamil dan peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai persiapan persalinan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Kelas Ibu Hamil secara terstruktur dan berkelanjutan dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesiapan ibu menjelang persalinan, sehingga perlu diperkuat sebagai bagian dari program pelayanan maternal di fasilitas kesehatan.