Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Ujaran Kebencian di Era Digital dan Kontekstualisasi Kalimah Thayyibah QS. Ibrahim [24] dalam Mewujudkan Kesolehan Sosial Anggi, Muhammad; Sovia Lola; Najwa Syifa Nabila
MADINAH Vol 11 No 1 (2024): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v11i1.2446

Abstract

This article discusses the negative impact of hate speech on social media and efforts to combat it by utilizing the concept of kalimah thayyibah in the Qur'an. The digital age has brought about a revolution in human communication, but it has also brought about negative impacts, including hate speech. Hate speech can damage social relations, and can even disturb the peace of society and trigger conflict. The Qur'an opposes hate speech and encourages good speech. The concept of kalimah thayyibah in the Qur'an, especially in Qs. Ibrahim verse 24, is explained as a good sentence like a sturdy tree. The research method used is a qualitative data collection technique method. This article also provides solutions to combat hate speech, including the roles of individuals, families, communities, media, and government. By applying kalimah thayyibah and cooperation from various parties, it is hoped that hate speech can be minimized on social media.
Peran Teknologi Dalam Meningkatkan Akses Korban Kriminal Terhadap Layanan Hukum Dan Dukungan Psikologis Anggi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.525-530

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memiliki dampak yang besar dalam bidang pelayanan hukum dan dukungan psikologis untuk korban kejahatan. Di zaman digital ini, teknologi menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan yang diberikan kepada mereka yang terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi berperan dalam meningkatkan akses korban kejahatan terhadap layanan hukum dan dukungan psikologis. Pendekatan kualitatif digunakan dalam studi ini, dengan meninjau literatur, menganalisis studi kasus, dan inisiatif teknologi yang telah diterapkan dalam konteks layanan hukum dan dukungan psikologis bagi korban kejahatan. Data-data ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi bagaimana teknologi meningkatkan aksesibilitas, efektivitas, dan efisiensi layanan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi memainkan peran penting dalam memberikan akses yang lebih mudah dan cepat bagi korban kejahatan untuk mendapatkan layanan hukum dan dukungan psikologis. Dengan adopsi teknologi seperti platform daring, aplikasi seluler, dan konseling online, korban kejahatan dapat mengakses informasi, layanan, dan dukungan kapan pun diperlukan. Namun, tantangan terkait privasi, keamanan data, dan aksesibilitas teknologi perlu diatasi dengan efektif agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata oleh semua korban kejahatan, termasuk mereka yang berada dalam kelompok rentan atau memiliki keterbatasan akses teknologi.Kata kunci : Hukum,Korban,Peran,Teknologi
Etika Berbahasa Generasi Z di Kalangan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Antropologi Universitas Negeri Medan Harefa, Ravael Marelanno; Hutasoit, Reynaldi; Sinurat, Winro William; Anggi, Muhammad
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.5913

Abstract

Penelitian ini mengkaji etika berbahasa yang ditunjukkan oleh generasi Z di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Antropologi Universitas Negeri Medan. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1995-2010, memiliki karakteristik berbahasa yang unik dan cenderung dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola etika berbahasa, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta implikasinya terhadap interaksi sosial dan akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memperoleh data yang mendalam melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan focus group discussion dengan 45 mahasiswa Prodi Pendidikan Antropologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berbahasa mahasiswa generasi Z di Prodi Pendidikan Antropologi UNIMED ditandai dengan penggunaan bahasa yang fleksibel, kreatif, singkat, dan cenderung mencampur beberapa bahasa (code-mixing). Konteks komunikasi sangat mempengaruhi pilihan bahasa mereka, di mana terdapat perbedaan signifikan antara bahasa formal dalam konteks akademik dan bahasa informal dalam interaksi sosial sehari-hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi etika berbahasa mereka meliputi pengaruh media sosial, identitas kelompok, latar belakang sosial-budaya, dan tuntutan akademik. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan pemahaman antara generasi Z dengan generasi sebelumnya mengenai standar etika berbahasa, yang berpotensi menimbulkan miskomunikasi dalam lingkungan akademik. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pengembangan model pembelajaran bahasa yang mengakomodasi karakteristik generasi Z serta kebijakan institusi yang responsif terhadap perkembangan etika berbahasa kontemporer.
Etika Berbahasa Generasi Z di Kalangan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Antropologi Universitas Negeri Medan Harefa, Ravael Marelanno; Hutasoit, Reynaldi; Sinurat, Winro William; Anggi, Muhammad
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.5913

Abstract

Penelitian ini mengkaji etika berbahasa yang ditunjukkan oleh generasi Z di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Antropologi Universitas Negeri Medan. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1995-2010, memiliki karakteristik berbahasa yang unik dan cenderung dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola etika berbahasa, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta implikasinya terhadap interaksi sosial dan akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memperoleh data yang mendalam melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan focus group discussion dengan 45 mahasiswa Prodi Pendidikan Antropologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berbahasa mahasiswa generasi Z di Prodi Pendidikan Antropologi UNIMED ditandai dengan penggunaan bahasa yang fleksibel, kreatif, singkat, dan cenderung mencampur beberapa bahasa (code-mixing). Konteks komunikasi sangat mempengaruhi pilihan bahasa mereka, di mana terdapat perbedaan signifikan antara bahasa formal dalam konteks akademik dan bahasa informal dalam interaksi sosial sehari-hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi etika berbahasa mereka meliputi pengaruh media sosial, identitas kelompok, latar belakang sosial-budaya, dan tuntutan akademik. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan pemahaman antara generasi Z dengan generasi sebelumnya mengenai standar etika berbahasa, yang berpotensi menimbulkan miskomunikasi dalam lingkungan akademik. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pengembangan model pembelajaran bahasa yang mengakomodasi karakteristik generasi Z serta kebijakan institusi yang responsif terhadap perkembangan etika berbahasa kontemporer.
Peran Teknologi Dalam Meningkatkan Akses Korban Kriminal Terhadap Layanan Hukum Dan Dukungan Psikologis Anggi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.525-530

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memiliki dampak yang besar dalam bidang pelayanan hukum dan dukungan psikologis untuk korban kejahatan. Di zaman digital ini, teknologi menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan yang diberikan kepada mereka yang terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi berperan dalam meningkatkan akses korban kejahatan terhadap layanan hukum dan dukungan psikologis. Pendekatan kualitatif digunakan dalam studi ini, dengan meninjau literatur, menganalisis studi kasus, dan inisiatif teknologi yang telah diterapkan dalam konteks layanan hukum dan dukungan psikologis bagi korban kejahatan. Data-data ini kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi bagaimana teknologi meningkatkan aksesibilitas, efektivitas, dan efisiensi layanan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi memainkan peran penting dalam memberikan akses yang lebih mudah dan cepat bagi korban kejahatan untuk mendapatkan layanan hukum dan dukungan psikologis. Dengan adopsi teknologi seperti platform daring, aplikasi seluler, dan konseling online, korban kejahatan dapat mengakses informasi, layanan, dan dukungan kapan pun diperlukan. Namun, tantangan terkait privasi, keamanan data, dan aksesibilitas teknologi perlu diatasi dengan efektif agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata oleh semua korban kejahatan, termasuk mereka yang berada dalam kelompok rentan atau memiliki keterbatasan akses teknologi.Kata kunci : Hukum,Korban,Peran,Teknologi
EFISIENSI ETIKA BANTUAN HUKUM DALAM BERPROFESI TERHADAP INTEGRITAS HUKUM INDONESIA Anggi, Muhammad; Priyana, Puti; Irawan, R. Bagus
De Juncto Delicti: Journal of Law Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/djd.v5i2.10769

Abstract

Sebagaimana keberadaan masyarakat di suatu negara, maka tentu keberadaan hukum adalah hal yang sangat penting untuk diadakan guna mewujudkan lingkungan yang berkeadilan. Undang undang dasar menjelaskan secara tegas bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. Melalui penelitian ini penulis mencoba untuk mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai etika para profesi bantuan hukum dalam penegakan hukum di Indonesia. Penelitian yang dilaksanakan Penulis termasuk dalam jenis penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif analisis. Jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Penulis menggunakan data primer yang diperoleh secara langsung menggunakan bahan hukum primer berupa : Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum, UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat  dan untuk bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier diperlukan untuk menunjang bahan hukum primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan profesi PKBH wilayah karawang, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dengan interaktif model. Para Advokat dalam melakukan pemberian layanan bantuan hukum.
Kinerja Campuran Ac-Wc Menggunakan Limbah Beton Aspal Di Laboratorium Dengan Peremaja Bioaspal Tempurung Kelapa Anggi, Muhammad; Dzahabiyyah, Ridha; Sihombing, Atmy Verani Rouly Sihombing
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 13 No.3 Desember 2025 Special Edition: E
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v13i3.10678

Abstract

Asphalt concrete waste in the Materials Laboratory of the Civil Engineering Department at Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) reaches approximately 326 kg per year, potentially causing environmental impacts if not managed properly. This research aims to recycle asphalt concrete waste at high contents (50% and 75% of the total asphalt mixture weight) using coconut shell bio-asphalt as a rejuvenator in Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) mixtures. These recycled mixtures are intended to be reused as patching materials for road damage within the POLBAN campus. The three mixtures were evaluated using the Marshall method, focusing on determining the optimum asphalt content (OAC), stability, flow, Marshall quotient (MQ), voids in the mix (VIM), immersion index (II), voids in mineral aggregate (VMA), and voids filled with asphalt (VFA). The results showed that the mixture containing 50% asphalt concrete waste with 8.0% bio-asphalt (by asphalt weight) produced an OAC of 5.0%, a stability of 1603.3 kg, a flow of 4.0 mm, and an MQ of 396.9 kg/mm. Meanwhile, the mixture with 75% asphalt concrete waste and 8.0% bio-asphalt achieved an OAC of 4.7%, a stability of 973.8 kg, a flow of 3.8 mm, and an MQ of 255.9 kg/mm. Both mixtures met the 2018 Bina Marga Revision 2 specifications for AC-WC layers. Based on these results, it can be concluded that asphalt mixtures in the POLBAN materials laboratory can be reused as hot mix AC-WC mixtures up to a 75% waste content. This researchtuga demonstrates the potential for utilizing asphalt concrete waste as patching material for campus roads at POLBAN.