Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI STEM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI HUKUM ARCHIMEDES Eris, Eris; Sitompul, Stepanus Sahala; Oktavianty, Erwina
Jurnal Pendidikan Fisika FKIP UM Metro Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v12i2.11218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, And Mathematics (STEM) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi Hukum Archimedes di SMA Negeri 8 Pontianak. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pre exsperimental design dengan bentuk quasi exsperimental design dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini yaitu kelas X.A (30 orang) dan X.B (30 orang) di SMA Negeri 8 Pontianak, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu tes. Pada pretest kelas eksperimen mendapatkan skor sebesar 46,48 dengan kategori sedang dan kelas kontrol mendapatkan skor sebesar 30,48 dengan kategori sedang. Kemudian, setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen nilai posttest mendapatkan skor sebesar 87,82 dengan kategori tinggi. Selanjutnya, pada kelas kontrol nilai posttest mendapatkan skor sebesar 50,32 dengan kategori sedang. Kemudian, pada hasil perhitungan N-gain score pada kelas eksperimen yaitu sebesar 0,88 dengan kategori tinggi dan pada hasil perhitungan N-gain score kelas kontrol yaitu sebesar 0,50 dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan rata-rata keterampilan berpikir kritis peserta didik. Kemudian, berdasarkan angket respon peserta didik memberikan respon yang sangat baik berdasarkan keempat aspek angket yaitu pada aspek respon proses pembelajaran sebesar 93.2, aspek manfaat pembelajaran PBL-STEM sebesar 89.6, aspek rasa ingin tahu sebesar 88.6 dan aspek keterampilan untuk menyampaikan materi sebesar 91.1. Kesimpulan penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran PBL-STEM untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi hukum Archimedes di SMA Negeri 8 Pontianak.
Edukasi Berpikir Positif Untuk Mengurangi Ketidakberdayaan Psikososial Pada Pasien Stroke: Literature Review Anastasyah, Pely; Zakinah, Cinta Natasyah; Putri, Dewi Yastri; Rahayu, Sri; Ningsih, Surya; Putri, Sahea Amalia; Putri, Lusiana; Emran, Ariqah Lutfiyah; Eris, Eris; Derajat, Mified; Nurafliansyah, Nurafliansyah; Pongdatu, Merry
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1265

Abstract

Stroke tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga menimbulkan masalah psikososial, salah satunya adalah ketidakberdayaan. Ketidakberdayaan ditandai dengan perasaan kehilangan kendali, putus asa, dan munculnya pikiran negatif yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Edukasi berpikir positif merupakan salah satu pendekatan yang diyakini dapat meningkatkan kondisi psikososial pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas edukasi berpikir positif dalam mengurangi ketidakberdayaan psikososial pada pasien stroke. Metode: Penelitian ini merupakan literature review yang dilakukan untuk mengkaji efektivitas edukasi berpikir positif terhadap ketidakberdayaan psikososial pada pasien stroke. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed dengan kata kunci: “stroke”, “positive thinking education”, “psychosocial helplessness”, dan “quality of life”. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian berbahasa Indonesia atau Inggris, open access, terbit tahun 2021–2025, dan meneliti intervensi edukasi berpikir positif atau intervensi psikologis terkait pada pasien stroke dengan luaran psikososial. Pencarian awal memperoleh 635 artikel. Setelah skrining judul dan abstrak berdasarkan kriteria inklusi, tersisa 167 artikel. Seleksi lebih lanjut berdasarkan kesesuaian metode dan hasil intervensi menghasilkan 19 artikel kandidat, kemudian dinilai kualitasnya menggunakan JBI Critical Appraisal Tools, dan 10 artikel memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil: Tinjauan menunjukkan bahwa edukasi berpikir positif telah terbukti mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan perasaan tidak berdaya pada pasien stroke. Intervensi ini juga meningkatkan penerimaan diri, harga diri, dan kualitas hidup. Efektivitas edukasi akan meningkat jika disertai dengan dukungan keluarga yang memberikan motivasi, apresiasi, dan perhatian emosional. Kesimpulan: Edukasi berpikir positif dapat menjadi strategi keperawatan yang sederhana, murah, dan efektif untuk mengatasi masalah psikososial ketidakberdayaan pada pasien stroke. Intervensi ini akan lebih efektif jika melibatkan keluarga sebagai pendukung utama dalam proses pemulihan pasien