Claim Missing Document
Check
Articles

Subjektivitas Dalam Iklan Ambient Media Miracle Aesthetic Clinic Murwonugroho, Wegig; Pilliang, Yasraf Amir
PANGGUNG Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v25i2.6

Abstract

Subjektivitas di dalam iklan adalah kuasa yang dimiliki iklan untuk mengkonstruksi trend, kebenaran, hingga ideologi yang terjadi melalui alam bawah sadar. Iklan berfungsi menyampaikan pesan, yang direpresentasi-visualkan melalui metafora-metafora yang menjembatani antara gambaran imajinasi dan realitas. Ambient media merupakan media beriklan yang memanfaatkan lingkungan di mana iklan ditempatkan. Miracle Aesthetic Clinic (Miracle) merepresentasi-visualkan iklan ambient media-nya dengan cara menghilangkan tampilan wajah kedua boneka perempuan. Wajah model iklan merupakan komoditi pencitraan yang pada umumnya memiliki nilai jual, namun dalam kedua iklan ini justeru ditenggelamkan ke dalam alas meja dan dinding tembok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Analisa Wacana Kritis untuk menganalisa subjektivitas di dalam pemaknaan ambient media. Subjektivitas iklan Miracle menyudutkan perempuan tidak dapat hadir, tersisih, menjadi sosok yang mengerikan di dalam tataran sosialnya ketika wajah berjerawat.  Iklan ambient media Miracle ini berhasil mengkonstruksi wacana trend baru kecantikan wajah yang tidak terbatas pada tolok ukur karakteristik kecantikan pada umumnya.Kata kunci: ambient media, subjektivitas, kuasa, kecantikan ideal perempuan.
PENTINGNYA KESESUAIAN VISUAL KARAKTER TOKOH DALAM FILM ANIMASI “MY LITTLE PONY: THE MOVIE” Fachrina Adzani; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.805 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i1.8630

Abstract

Film merupakan salah satu media yang menyediakan hiburan dalam bentuk elekktronik berupa audio visual, yang dapat menampilkan bunyi, kata-kata dan gambar. Film juga adalah sebuah medium untuk berkomunikasi yang dapat memberikan dampak kepada penontonnya. Film pada masa sekarang banyak berkembang dikarenakan teknologi yang semakin maju yang membuat dunia perfilman semakin maju dengan pesat. Film animasi “My little Pony: The Movie” adalah film animasi musikal yang diadaptasikan dari serial televisi animasi animasi My Little Pony yang diciptakan oleh Lauren Fraust. Film animasi “My Little Pony: The Movie” merupakan film yang disukai oleh anak-anak dan remaja karena menggunakan visual yang menarik dengan warna-warna yang disukai oleh anak-anak pada umumnya. Film ini mempunyai 6 karakter tokoh utama yaitu Twilight Sparkle, Pinkie Pie, Rainbow Dash, Rarity, Fluttershy dan Applejack, 6 karakter tokoh utama tersebut memiliki karakter dengan sifat-sifat yang berbeda satu sama lain. Film animasi My Little Pony menceritakan dunia fantasi tentang pertemanan 6 (enam karakter Tokoh). Tujuan penelitian adalah mencari konsep dibalik karakter visual setiap tokoh. Terlihat adanya masalah dimana visualiasi tidak identik dengan karakter yang diperankan. Metode penelitian yang digunakan semiotika F Sausure: sign = penanda & petanda.  Di dalam pembahasan objek terlihat tersturktur dalam beberapa pemvisualisasian yaitu: wajah, warna, bentuk mata, ekor dan pakaian. Tiap visualisasi memiliki makna sesuai dengan mitos fantasi. Diketemukan di dalam penelitian ini bahwa kesesuaian tokoh dengan karakter dikontruksi oleh ekspresi wajah, gerak kaki, sorotan mata, warna dan gaya berpakaian. Dari penelitian disimpulkan bahwa kesesuaian dalam pemvisualisasian menciptkan karakter yang membedakan antara tokoh satu dengan yang lainnya.
PENERAPAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA ANAK Yorifky Julio Alfares; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1481.794 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9526

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan media audio visual yang berbentuk konten dapat berupa 2 dimensi atau 3 dimensi yang di tempatkan pada media berupa fisik dimana media di tempatkan. Media adalah sebuah alat yang berguna sebagai alat untuk menghubungkan pengirim dan penerima pesan. Sedangkan, media pembelajaran adalah sebuah fasilitas yang menjembatani tenaga pengajar dan peserta didik dalam suatu kegiatan belajar mengajar yang berguna untuk memberikan suatu ilmu pengetahuan, dan proses ini disebut dengan proses komunikasi dua arah. Media harus dilibatkan dalam proses ini. Dengan adanya AR peserta didik diharapkan dapat berpikir lebih dalam terhadap informasi yang diterima. Implementasi kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan alat berupa AR mampu memberikan manfaat langsung dalam proses pembelajaran. Sejumlah alat AR dirancang untuk memberikan informasi yang lebih spesifik pada pengguna dari objek secara konkret. Fungsi dari AR adalah untuk menvisualisasikan gambaran yang abstrak dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih terperinci dan menggambarkan struktur dari sebuah model objek yang spesifik.
PENGEMBANGAN PERALATAN TERPADU STERILISASI ALAT PELINDUNG DIRI (APD) COVID-19 Wegig Murwonugroho; Muhammad Burhanudinnur; Astri Rinanti; Sangayu Ketut Laksemi Nilotama; Asih Retno Dewanti; Virginia Suryani Setiadi; Gihon Nugrahadi; Atridia Wilastrina; Mustamina Maulani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1776.754 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9533

Abstract

Petugas kesehatan sebagai garda depan dalam penanganan pasien Covid-19 memerlukan perlindungan dari risiko terpapar virus. Seusai menjalankan tugasnya, para petugas medis melakukan tindakan sterilisasi diri dengan cara memasuki arena disinfectant chamber, membungkus hazmad sekali pakai untuk dibuang dan mengembalikan APD (Alat Pelindung Diri) lain dalam wadah yang telah tersedia untuk dicuci kembali. Namun demikian terlihat fasilitas yang tersedia belum nampak optimal, dan terlihat kumuh. Sehingga beberapa APD yang akan dikenakan kembali beresiko terpapar virus COVID-19.  Selain itu beberapa peralatan yang memungkinkan dipakai kembali tercampur, resiko hilang, dan kacamata resiko patah atau kaca lebih buram. Alhasil APD para petugas mulai menipis.Latar belakang ini menjadi alasan pentingnya dirancang fasilitas sterilisasi yang terpadu. Kegitaan dilakukan di RSUD Pademangan, Jakarta Utara merupakan salah rujukan pasien COVID-19. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan seperangkat alat terpadu sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) yang efektif dan praktis.  Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Design Thinking, yang terdiri atas emphatize, define, ideate, prototype, dan testing. Hasil penelitian ini adalah peralatan terpadu steriliasi APD Covid-19 yang terdiri atas disinfectan chamber, bak penampugan APD, ozone chamber, dan almari kompartemen dua arah. Berdasarkan serangkaian pengujian, hasilnya adalah: 1) disinfectant chamber dapat bekerja dengan baik. Ini ditandai oleh: disinfectant chamber dapat menyemprot secara otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan cairan optimal, bak penampung untuk menampung sisa cairan berfungsi dengan baik, dan kontruksi lebih ergonomis. 2)  bak penampungan berfungsi dengan baik (mudah dibuka untuk diambil dan dibersihkan, dan terbagi sesuai kelengkapan APD. 3) ozone chamber memenuhi kriteria keberhasilan. Indikasinya adalah  ozon chamber menyemprot otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan asap optimal, terdapat bak penampung yang menampung sisa cairan ozon, dan konstruksi lebih ergonomis. 4)  Nilai inovasi dari almari dua kompartemen solutif bagi masalah dan memenuhi kebutuhan petugas medis. Pencapaian ini disebabkan oleh berfungsinya semua fitur sebagaimana dalam desainnya. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peralatan sterilisasi APD Covid-19 dalam penelitian ini efektif dan layak untuk digunakan, utamanya untuk membersihkan diri dan APD petugas medis. Oleh sebab itu, produk peralatan sterilisasi dalam penelitian ini pantas untuk diproduksi secara massal dan dipergunakan di berbagai pusat layanan kesehatan.
IMPLIKASI DAN MANFAAT PELAKSANAAN KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS TRISAKTI Winnie Septiani; Astri Rinanti; Triwulandari Satitidjati Dewayana; Melati Feuranita Fachrul; Mohammad Ischak; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.709 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.12711

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan tantangan dan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, kapasitas dan kebutuhan mahasiswa di luar program studi dan di luar Perguruan Tinggi selama tiga semester.  Kebijakan MBKM yang sesuai dengan Permendikbud No 3 tahun 2020 mulai dilaksanakan pada beberapa Program Studi di Universitas Trisakti pada semester Gasal 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemahaman mahasiswa terhadap kebjiakan MBKM dan menganalisis implikasi serta manfaat kebijakan MBKM bagi mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan survey dengan metode total sampling. Instrumen penelitian berasal dari dua sumber yaitu survey Spada yang dilakukan oleh Dikti dan survey yang dirancang oleh universitas trisakti.  Penelitian ini dilakukan pada semua civitas akademika, akan tetapi pada paper ini bahasan dibatasi pada survey yang dilakukan pada mahasiswa Universitas Trisakti S1, seluruh angkatan dan semua program studi. Hasil analisis menunjukan  bahwa pemahaman mahasiswa tentang MBKM ini masih kecil, akan tetapi 60.87% menyatakan tertarik untuk mengikuti program MKBM. Tiga Program MBKM yang diminati mahasiswa adalah pertukaran pelajar, Magang/Praktik kerja dan kewirausahaan. Mahasiswa menilai implikasi pelaksanaan MBKM ini pada keterampilan untuk menyelesaikan masalah yang kompleks, memperluas perspektif, bekal bekerja setelah lulus, peningkatan soft skill dan persiapan menghadapi masa paska kampus.
PENTINGNYA KESESUAIAN VISUAL KARAKTER TOKOH DALAM FILM ANIMASI “MY LITTLE PONY: THE MOVIE” Fachrina Adzani; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v6i1.8630

Abstract

Film merupakan salah satu media yang menyediakan hiburan dalam bentuk elekktronik berupa audio visual, yang dapat menampilkan bunyi, kata-kata dan gambar. Film juga adalah sebuah medium untuk berkomunikasi yang dapat memberikan dampak kepada penontonnya. Film pada masa sekarang banyak berkembang dikarenakan teknologi yang semakin maju yang membuat dunia perfilman semakin maju dengan pesat. Film animasi “My little Pony: The Movie” adalah film animasi musikal yang diadaptasikan dari serial televisi animasi animasi My Little Pony yang diciptakan oleh Lauren Fraust. Film animasi “My Little Pony: The Movie” merupakan film yang disukai oleh anak-anak dan remaja karena menggunakan visual yang menarik dengan warna-warna yang disukai oleh anak-anak pada umumnya. Film ini mempunyai 6 karakter tokoh utama yaitu Twilight Sparkle, Pinkie Pie, Rainbow Dash, Rarity, Fluttershy dan Applejack, 6 karakter tokoh utama tersebut memiliki karakter dengan sifat-sifat yang berbeda satu sama lain. Film animasi My Little Pony menceritakan dunia fantasi tentang pertemanan 6 (enam karakter Tokoh). Tujuan penelitian adalah mencari konsep dibalik karakter visual setiap tokoh. Terlihat adanya masalah dimana visualiasi tidak identik dengan karakter yang diperankan. Metode penelitian yang digunakan semiotika F Sausure: sign = penanda & petanda.  Di dalam pembahasan objek terlihat tersturktur dalam beberapa pemvisualisasian yaitu: wajah, warna, bentuk mata, ekor dan pakaian. Tiap visualisasi memiliki makna sesuai dengan mitos fantasi. Diketemukan di dalam penelitian ini bahwa kesesuaian tokoh dengan karakter dikontruksi oleh ekspresi wajah, gerak kaki, sorotan mata, warna dan gaya berpakaian. Dari penelitian disimpulkan bahwa kesesuaian dalam pemvisualisasian menciptkan karakter yang membedakan antara tokoh satu dengan yang lainnya.
PENERAPAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA ANAK Yorifky Julio Alfares; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9526

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan media audio visual yang berbentuk konten dapat berupa 2 dimensi atau 3 dimensi yang di tempatkan pada media berupa fisik dimana media di tempatkan. Media adalah sebuah alat yang berguna sebagai alat untuk menghubungkan pengirim dan penerima pesan. Sedangkan, media pembelajaran adalah sebuah fasilitas yang menjembatani tenaga pengajar dan peserta didik dalam suatu kegiatan belajar mengajar yang berguna untuk memberikan suatu ilmu pengetahuan, dan proses ini disebut dengan proses komunikasi dua arah. Media harus dilibatkan dalam proses ini. Dengan adanya AR peserta didik diharapkan dapat berpikir lebih dalam terhadap informasi yang diterima. Implementasi kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan alat berupa AR mampu memberikan manfaat langsung dalam proses pembelajaran. Sejumlah alat AR dirancang untuk memberikan informasi yang lebih spesifik pada pengguna dari objek secara konkret. Fungsi dari AR adalah untuk menvisualisasikan gambaran yang abstrak dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih terperinci dan menggambarkan struktur dari sebuah model objek yang spesifik.
PENGEMBANGAN PERALATAN TERPADU STERILISASI ALAT PELINDUNG DIRI (APD) COVID-19 Wegig Murwonugroho; Muhammad Burhanudinnur; Astri Rinanti; Sangayu Ketut Laksemi Nilotama; Asih Retno Dewanti; Virginia Suryani Setiadi; Gihon Nugrahadi; Atridia Wilastrina; Mustamina Maulani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9533

Abstract

Petugas kesehatan sebagai garda depan dalam penanganan pasien Covid-19 memerlukan perlindungan dari risiko terpapar virus. Seusai menjalankan tugasnya, para petugas medis melakukan tindakan sterilisasi diri dengan cara memasuki arena disinfectant chamber, membungkus hazmad sekali pakai untuk dibuang dan mengembalikan APD (Alat Pelindung Diri) lain dalam wadah yang telah tersedia untuk dicuci kembali. Namun demikian terlihat fasilitas yang tersedia belum nampak optimal, dan terlihat kumuh. Sehingga beberapa APD yang akan dikenakan kembali beresiko terpapar virus COVID-19.  Selain itu beberapa peralatan yang memungkinkan dipakai kembali tercampur, resiko hilang, dan kacamata resiko patah atau kaca lebih buram. Alhasil APD para petugas mulai menipis.Latar belakang ini menjadi alasan pentingnya dirancang fasilitas sterilisasi yang terpadu. Kegitaan dilakukan di RSUD Pademangan, Jakarta Utara merupakan salah rujukan pasien COVID-19. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan seperangkat alat terpadu sterilisasi Alat Pelindung Diri (APD) yang efektif dan praktis.  Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Design Thinking, yang terdiri atas emphatize, define, ideate, prototype, dan testing. Hasil penelitian ini adalah peralatan terpadu steriliasi APD Covid-19 yang terdiri atas disinfectan chamber, bak penampugan APD, ozone chamber, dan almari kompartemen dua arah. Berdasarkan serangkaian pengujian, hasilnya adalah: 1) disinfectant chamber dapat bekerja dengan baik. Ini ditandai oleh: disinfectant chamber dapat menyemprot secara otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan cairan optimal, bak penampung untuk menampung sisa cairan berfungsi dengan baik, dan kontruksi lebih ergonomis. 2)  bak penampungan berfungsi dengan baik (mudah dibuka untuk diambil dan dibersihkan, dan terbagi sesuai kelengkapan APD. 3) ozone chamber memenuhi kriteria keberhasilan. Indikasinya adalah  ozon chamber menyemprot otomatis setelah sensor diberi isyarat/pemicu, kekuatan tekanan asap optimal, terdapat bak penampung yang menampung sisa cairan ozon, dan konstruksi lebih ergonomis. 4)  Nilai inovasi dari almari dua kompartemen solutif bagi masalah dan memenuhi kebutuhan petugas medis. Pencapaian ini disebabkan oleh berfungsinya semua fitur sebagaimana dalam desainnya. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peralatan sterilisasi APD Covid-19 dalam penelitian ini efektif dan layak untuk digunakan, utamanya untuk membersihkan diri dan APD petugas medis. Oleh sebab itu, produk peralatan sterilisasi dalam penelitian ini pantas untuk diproduksi secara massal dan dipergunakan di berbagai pusat layanan kesehatan.
IMPLIKASI DAN MANFAAT PELAKSANAAN KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS TRISAKTI Winnie Septiani; Astri Rinanti; Triwulandari Satitidjati Dewayana; Melati Feuranita Fachrul; Mohammad Ischak; Wegig Murwonugroho
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.12711

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan tantangan dan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, kapasitas dan kebutuhan mahasiswa di luar program studi dan di luar Perguruan Tinggi selama tiga semester.  Kebijakan MBKM yang sesuai dengan Permendikbud No 3 tahun 2020 mulai dilaksanakan pada beberapa Program Studi di Universitas Trisakti pada semester Gasal 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemahaman mahasiswa terhadap kebjiakan MBKM dan menganalisis implikasi serta manfaat kebijakan MBKM bagi mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan survey dengan metode total sampling. Instrumen penelitian berasal dari dua sumber yaitu survey Spada yang dilakukan oleh Dikti dan survey yang dirancang oleh universitas trisakti.  Penelitian ini dilakukan pada semua civitas akademika, akan tetapi pada paper ini bahasan dibatasi pada survey yang dilakukan pada mahasiswa Universitas Trisakti S1, seluruh angkatan dan semua program studi. Hasil analisis menunjukan  bahwa pemahaman mahasiswa tentang MBKM ini masih kecil, akan tetapi 60.87% menyatakan tertarik untuk mengikuti program MKBM. Tiga Program MBKM yang diminati mahasiswa adalah pertukaran pelajar, Magang/Praktik kerja dan kewirausahaan. Mahasiswa menilai implikasi pelaksanaan MBKM ini pada keterampilan untuk menyelesaikan masalah yang kompleks, memperluas perspektif, bekal bekerja setelah lulus, peningkatan soft skill dan persiapan menghadapi masa paska kampus.
ANALISIS PENGARUH IKLAN GOOGLE APP : CARI LAGU #SELALU TAU MUSIK TERHADAP RESPON PADA SASARAN Kamil Nadhirshan; Wegig Murwonugroho
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2017 Buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.2171

Abstract

Abstrak“Google Now” adalah salah satu fitur pendukung dari aplikasi Google. Fitur“Google Now” berupa seperti asisten pribadi cerdas yang memungkinkan secarainteraktif menggunakan aplikasi tersebut dalam hal melakukan pencarian web. Untukmendukung proses pemasaran dari aplikasi tersebut Google membuat sebuah iklantelevisi yang memiliki beberapa jenis untuk menyampaikan informasi terkait aplikasiGoogle, khususnya Ok – Google yang memungkinkan penggunanya untuk melakukanperintah dengan menggunakan suara (voice over). Iklan Google App : #selalutaumusikmenjadi subjek utama dalam penelitian ini. Elemen visual yang digunakan baik daripemilihan talent hingga animasi pendukung dalam iklan tersebut menjadi focus utamabagi khalayak. Dalam membuat iklan sangat memperhatikan respon khalayak setelahmelihat iklan tersebut. Dilakukan penelitian dengan mewawancara 5 responden yangbelum melihat iklan tersebut untuk mengetahui respon setelah melihat iklan tersebutuntuk pertama kalinya. Hasil analisa dari wawancara tersebut membuktikan bahwa iklanyang diluncurkan belum tentu menghasilkan respon yang sesuai.
Co-Authors Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Achmad Syarief Adzani, Fachrina Afandi, Nadya Nurul Aghastya Wiyoso Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budiwaspada Agus Nugroho Ujianto Agus Nugroho Ujianto, Agus Nugroho Ahmad Buchori Akkapurlaura Akkapurlaura Alfares, Yorifky Julio Alika Salsabila Marwanto Anisha Melanie Yuniar S Arba Rustian Arief Datoem Arief Datoem, Arief Asih Retno Dewanti Asri Cikita Astri Rinanti Astrid Kusumawidagdo Atridia Wilastrina Aulia Rahman Alhaq Azizan, Ahamad Tarmizi Burhanudinnur, Muhammad Calvin Glenaldo cindy permatasari Cindylaras, Nadya Deddy Wahjudi Dewayana, Triwulandari Satitidjati Dharsono, Soni Djuana, Tjhwa Endang Ekananda HARYADI Eko Budiwaspada, Agung Endang Djuana Fachrina Adzani Fachrul, Melati Feuranita Febri Sukma Ambarani Ferida, Yuni Fikri Abdillah Fikri Abdillah Gandarum , M. Dedes Nur Gandarum, Dedes Nur Gandung Anugrah Kalbuadi Gihon Nugrahadi Gihon Nugrahadi, Gihon Ginanjar Hamid Wiryawan Glenaldo, Calvin gunawan, setia Hambawan, Tulus Harris Effendi Hartini Hartini HARYADI, Ekananda Haura, Nazzalla Izzabelle I Nyoman Larry Julianto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Busnetty Ilham Ari Susanto Indralaksmi Indralaksmi Indralaksmi, Indralaksmi Isa Bella Ischak, Mohammad Iskandar, Julindiani Kamil Nadhirshan Kevin Abubakar Perdana Khoirunisa, Amalia Leonardus Aryo M Fikri Akbar M. Fikri Akbar Marina Wardaya Marwanto, Alika Salsabila Matheus Prayogo Maulani, Mustamina Melati Feuranita Fachrul Menul Teguh Riyanti, Menul Teguh Miftakhudin Miftakhudin Miftakhudin, Miftakhudin Milenia Aziz Milvan, Tania Ansarah Davina Moertiningsih, Sarwosri Mohamed Razeef Abdul Razak Mohammad Ischak Monica Dwi Hartanti Monica Dwi Hartanti, Monica Dwi Muhammad Burhannudinnur Mustamina Maulani Mustamina Maulani Nasir, Roziani Binti Mat Nashir @ Mohd Noviani Prasetyaningsih Nurhikmah Budi Hartanti Perdana, Kevin Abubakar Prabowo, A Hadi Prabowo, Achmad Hadi Putri Gayanti, Syarifah Arsitadewi R.A. Heryani Wahyuningrum Ramli, Ishak Rasendriya, Athiyya Apsarini Ratih Alifah Putri Renata Kusuma Richy Wijaya Rina Fitriana, Rina Risabella Wongso Salsabilla Atwinita Sangayu Ketut Laksemi Nilotama Savira P. Setia Gunawan Setiadi, Virginia Suryani Setyohadi, Sru Sony Dharsono Kartika Syarifah Arsitadewi Putri Gayanti Teddy Siswanto, Teddy Thirathep Chonmaitree Tiko Prabhata Tjhwa Endang Djuana Tommi Tommi Triwulandari Satitidjati Dewayana Utomo, R. Drajatno Widi Virginia Suryani Virginia Suryani Setiadi Wardoyo, Bambang Tri Wawan Kurniawan Wilastrina, Atridia Winnie Septiani Wongso, Risabella Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yasraf Amir Pilliang Yasraf Amir Pilliang Yorifky Julio Alfares Yosua Reydo Respati, Yosua Reydo Yusran, Husna Leila