Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) DALAM PROSES PERENCANAAN DAN KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG Robby; Manurung, Edison Hatoguan; Mubarok, Abdul
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 6 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v6i6.10005

Abstract

Evaluasi Penggunaan Teknologi Building Information Modeling (BIM) dalam Proses Perencanaan dan Konstruksi Bangunan Gedung bertujuan untuk menganalisis penerapan BIM dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kolaborasi dalam proyek konstruksi bangunan gedung. Teknologi BIM memungkinkan pembuatan representasi digital dari karakteristik fisik dan fungsional bangunan yang dapat digunakan sepanjang siklus hidup proyek, dari perencanaan hingga pemeliharaan. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai manfaat yang diperoleh dari penerapan BIM, seperti pengurangan kesalahan desain, penghematan biaya, pengelolaan waktu yang lebih baik, dan peningkatan koordinasi antar tim yang terlibat. Selain itu, studi ini juga mengevaluasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi BIM, termasuk kebutuhan akan sumber daya manusia yang terlatih, investasi awal yang besar, serta adopsi teknologi yang bervariasi di setiap organisasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun terdapat hambatan awal dalam penerapannya, BIM dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proyek konstruksi, terutama dalam proyek bangunan gedung yang kompleks. Kesimpulannya, adopsi BIM secara lebih luas dapat menjadi strategi penting untuk mengoptimalkan proses perencanaan dan konstruksi, dengan potensi manfaat jangka panjang yang besar bagi industri konstruksi.
Integration of Local Wisdom and Islamic Teachings in Reducing Domestic Violence in Muslim Communities Mubarok, Abdul
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v4i3.4085

Abstract

Domestic violence remains a significant issue in many societies, including Muslim communities, despite religious teachings promoting peace and family harmony. This study explores the integration of local wisdom and Islamic teachings as a strategy to reduce domestic violence in Muslim communities. Using a qualitative approach, this research employs literature review and library research methods to analyze the alignment of Islamic principles with local cultural practices that emphasize respect, kindness, and mutual understanding within the family. The study reviews Islamic texts, such as the Qur’an and Hadith, alongside indigenous cultural values that promote non-violence and social harmony. It highlights the potential for synergizing these two sources to create a comprehensive framework that can guide community interventions, educational programs, and policy initiatives. The findings suggest that integrating Islamic teachings on justice, compassion, and the sanctity of family life with local wisdom, such as conflict resolution strategies and the role of elders in mediation, can be effective in preventing and addressing domestic violence. By fostering an environment where both spiritual and cultural values are respected, Muslim communities can build stronger, non-violent family structures. The research emphasizes the importance of community-based approaches in creating sustainable change and highlights the need for further studies on the practical application of these integrated values in real-world settings.
Tantangan Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Di Era 5.0 Manurung, Edison Hatoguan; Mubarok, Abdul; Pasaribu, Sony Heru Tua; Suripto, Suripto
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v6i1.2555

Abstract

Proyek konstruksi ialah industri yang beresiko besar bila dibanding dengan industri yang lain. Angka kecelakaan kerja di Indonesia lumayan besar serta selalu bertambah pada beberapa tahun terakhir. Aspek ’keselamatan’ dan ’kesehatan kerja’ (K3) secara umum di negara Indonesia masih sebagai permasalahan besar yang kerap terjalin dalam proyek konstruksi. Meski pemerintah telah mengeluarkan persyaratan dan peraturan peraturan guna memberikan proteksi pada tenaga kerja, dalam faktanya pelaksana proyek masih kerap melalaikan persyaratan serta peraturan- peraturan pada K3 itu sebab pelaksana proyek kurang sadar akan betapa besar resiko yang wajib ditanggung oleh tenaga kerja serta perusahaannya. Dalam rancangan era society 5. 0 ini, Keselamatan dan Kesehatan Kegiatan (K3) membutuhkan manajemen serta strategi yang lebih efisien, lebih berdaya guna, serta lebih inovatif guna mencegah pekerja dari efek Musibah Kegiatan serta penyakit dampak kerja. Dari perolehan pengkajian tersimpulkan biaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebesar Rp. 47.816.125.12 kemudian untuk nilai kontrak pada proyek tersebut adalah Rp. 13.189.675.910 atau sebesar 0.36% dari nilai kontrak.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Resiko Pada Proyek Konstruksi Infrastruktur Sirait, Ebenezher; Manurung, Edison Hatoguan; Mubarok, Abdul; Suripto, Suripto
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v6i1.2556

Abstract

Infrastruktur adalah seluruh struktur dan juga fasilitas dasar, baik itu fisik maupun sosial seperti bangunan, pasokan listrik, irigasi, jalan, jembatan, dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk operasional aktifitas masyarakat maupun perusahaan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat risiko tersebut maka perlu dilakukan identifikasi terhadap variabel risiko pada proyek konstruksi infrastruktur di wilayah Summarecon Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko yang menjadi penyebab terhadap proyek infrastruktur, serta untuk mengetahui alokasi risiko berdasarkan identifikasi risiko adanya kendala dalam pembebasan lahan pada proyek. Pengumpulan data dengan metode kuesioner yang disebarkan kepada responden. Jumlah responden sebanyak 60 responden.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER KOLABORATIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VIII B SMPIT IBNUL QOYYIM MAKASSAR Mubarok, Abdul; Abdul Karim, Bisyiri; Azhar, Muh.; Surani; Sampurno, Bambang
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57438

Abstract

This study aims to determine the implementation of the collaborative Advance Organizer learning model in improving students’ learning motivation in Islamic Religious Education subjects at class VIII B of SMPIT Ibnul Qoyyim Makassar. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 30 students of class VIII B. Data collection techniques included observation, documentation, and tests. The results of the study indicate that the implementation of the collaborative Advance Organizer learning model in class VIII B at SMPIT Ibnul Qoyyim Makassar was carried out effectively. The learning process became more active, interactive, and student-centered. This learning model was proven to improve students’ motivation and learning outcomes in Islamic Religious Education subjects. This can be seen from the increase in students’ learning completeness in each cycle, from 36.7% in the pre-cycle with an average score of 69, increasing to 56.7% in cycle I with an average score of 75, and reaching 100% in cycle II with an average score of 86.83. Therefore, the collaborative Advance Organizer learning model is effective in improving students’ motivation, participation, understanding, and learning outcomes.