Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UJI DAYA SIMPAN DAN BRANDING KULINER TRADISIONAL MAKASSAR SIAP SAJI MENGGUNAKAN PENGEMASAN VAKUM Anto, Arika Amanda; Veronika, Riska; Achmadi, Nila Sartika; Sasmita, Anggun Sari
HOME : Hospitality and Gastronomy Research Journal Vol. 6 No. 2 (2024): HOME: Hospitality and Gastronomy Research Journal
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/home.v6i2.573

Abstract

Upaya untuk menghambat kerusakan pada penyimpanan Otak-Otak, Saus Kacang Otak-Otak, Ikan Bakar Parape, Pisang Ijo dan Saus Pisang Ijo adalah dengan mengemas menggunakan vakum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya simpan Otak-Otak, Sambal Kacang Otak-Otak, Ikan Bakar Parape, Pisang Ijo dan Saus Pisang Ijo yang dikemas vakum selama dua hari dan empat hari pada suhu ruang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen menggunakan uji sensori. Analisis data yang digunakan adalah evaluasi sensori atau uji sensori dari aspek warna, aroma, dan tekstur pada kriteria kuliner Makassar Otak-Otak, Saus Kacang Otak-Otak, Ikan Bakar Parape, Pisang Ijo dan Saus Pisang Ijo. Panelis yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 15 orang panelis agak terlatih. Hasil penelitian pada pengemasan vakum dan  penyimpanan kuliner makassar selama dua hari menunjukkan Otak-Otak, Ikan Bakar Parape dan Pisang Ijo masih layak dikonsumsi oleh panelis, namun Sambal Kacang Otak-Otak dan Saus Pisang Ijo sudah tidak terima oleh panelis, sedangkan pada pengemasan vakum dan penyimpanan hari keempat. Otak-Otak, Sambal Kacang Otak-Otak, Pisang Ijo dan Saus Pisang Ijo sudah tidak layak dan tidak dapat dikonsumsi oleh panelis dibuktikan dengan nilai warna otak-otak 3,04 aroma 2,8 dan tekstur 2,86 untuk pisang ijo, dari aspek warna 3 aroma 2,66 dan tekstur 2,66. Namun, Ikan Bakar Parape masih layak sampai pada penyimpanan hari keempat dengan nilai sensori aspek warna 3,93 aroma 3,6 dan tekstur 3,66. Dalam menentukan brand positioning, ketiga produk ini dapat melakukan analisis kompetitor melalui pendekatan SWOT. Daya tahan produk dapat menjadi POD dalam membedakan ketiga produk khas Makassar dengan kemasan vakum dan tanpa kemasan vakum.
TEKNIK FUSION FOOD PADA PENGEMBANGAN MAKANAN TRADISIONAL BUBUR BASSANG SEBAGAI INOVASI PROMOSI KULINER KEKINIAN MELALUI MEDIA SOSIAL Hadijah, St.; Veronika, Riska
HOME : Hospitality and Gastronomy Research Journal Vol. 7 No. 1 (2025): HOME: Hospitality and Gastronomy Research Journal
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/home.v7i1.646

Abstract

Pelestarian makanan tradisional di kalangan remaja diperlukan untuk membuat mereka tidak hanya menyukai produk dari negara lain tetapi juga dari daerahnya sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk melestarikan dan memperkenalkan makanan tradisional khas Sulawesi Selatan secara luas. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi bubur bassang menggunakan teknik fusion food dan promosi menggunakan media sosial Instagram. Pembuatan bubur bassang menggunakan resep yang dimodifikasi pada kuah dan topping bubur. Promosi media sosial menggunakan Instagram dilakukan dengan mengembangkan framework 7C. Berdasarkan hasil studi literarur dan pembuatan produk, bubur bassang dapat dimodifikasi menggunakan teknik fusion food. Teknik ini juga sekaligus menjadi keunikan dari bubur bassang sehingga menjadi unik dan menarik untuk dipromosikan melalui media sosial Instagram.
PEMANFAATAN MINUMAN MINA SARUA ASAL BIMA SEBAGAI BAHAN DASAR KUE KERING DENGAN TIGA JENIS TEPUNG Mariana, Dina; Veronika, Riska; Andriani, Dewi Andriani,; Hadijah, St.
HOME : Hospitality and Gastronomy Research Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Vol 7, No 2 (2025): HOME: Hospitality and Gastronomy Research Journal
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61141/home.v7i2.754

Abstract

Mina Sarua adalah minuman yang berasal dari daerah Bima yang terbuat dari rempah-rempah dan memiliki masa simpan yang singkat. Diperlukan inovasi untuk mampu membuat minuman Mina Sarua dapat disimpan dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kue kering yang dihasilkan dengan pemanfaatan minuman Mina Sarua pada pembuatan kue kering dengan tiga jenis tepung serta untuk mengetahui pengaruh jenis tepung terhadap tingkat kesukaan konsumen terhadap produk kue kering berbahan dasar minuman Mina Sarua asal Bima. Tiga jenis tepung yang digunakan sebagai perlakuan adalah tepung terigu (100%), tepung beras (100%), dan tepung sagu (100%). Setiap formulasi kue kering diuji oleh 30 panelis tidak terlatih yang memberikan penilaian terhadap empat aspek yaitu rasa, aroma, tekstur, dan warna. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil pembuatan produk menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada ketiga produk dari aspek aroma akan terdapat perbedaan pada aspek warna, aspek tekstur dan aspek rasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis tepung tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan konsumen terhadap kue kering berbahan dasar minuman Mina Sarua
INOVASI BOLU RAMPAH KHAS MAKASSAR DENGAN PEMANFAATAN TIGA JENIS SARI KURMA SEBAGAI PEMANIS ALAMI Hidayat Dwi Putra; Veronika, Riska; Anggun Sari Sasmita
HOME : Hospitality and Gastronomy Research Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HOME: Hospitality and Gastronomy Research Journal
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growing public awareness of healthy lifestyles highlights the need for innovation in traditional foods so that they remain relevant and nutritionally beneficial. Bolu Rampah, a traditional spiced cake from Makassar, is typically sweetened with palm sugar. Using date extract as a natural sweetener offers the potential to create a healthier product without losing its cultural identity. This study aims to describe the production process of Bolu Rampah with palm sugar substituted by three types of date extract—Sukari, Khalas, and Lulu—and to evaluate consumer acceptance of the resulting products. A quantitative approach was employed using a hedonic test with 63 consumer panellists selected through accidental sampling at Pasar Cidu’, Makassar. Panellists used a six-point scale to evaluate five sensory attributes—texture, taste, colour, aroma, and overall appearance. The results showed that Khalas date extract received the highest scores for texture (5.34), colour (5.32), and aroma (5.39), while Lulu date extract was preferred for taste (5.27) and overall appearance (5.52). Sukari date extract consistently obtained the lowest scores across all attributes, though within the “like” category. Therefore, date extracts, particularly Khalas and Lulu, can be recommended as natural sweeteners in innovative Bolu Rampah. This study emphasises the importance of innovating traditional foods with natural ingredients and opens opportunities for further research on shelf life, nutritional analysis, and market potential to support commercial development.
PENERAPAN TEKNIK FUSION PADA SCONES BARUASA BERBASIS TEPUNG LOKAL Hadijah, St.; Veronika, Riska; Andriani, Dewi
HOME : Hospitality and Gastronomy Research Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HOME: Hospitality and Gastronomy Research Journal
Publisher : Politeknik Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to develop a fusion pastry product known as Scones Baruasa, which combines scones as a Western quick bread with the traditional Bugis Makassar cake baruasa through partial substitution of wheat flour using sorghum and banana flour. An experimental method was applied in two stages, including local flour substitution formulation and fusion technique implementation based on the sensory characteristics of baruasa. Sensory evaluation was conducted in stages involving 25 semi trained panelists, 3 expert panelists, and 200 consumer panelists using a seven point hedonic scale. The results indicated that the optimal formulation was achieved with 15 percent sorghum flour and 10 percent banana flour substitution. Scones Baruasa obtained an overall acceptance score of 5.34, categorized as liked. Although the acceptance level was lower than that of conventional scones, the product demonstrated strong local sensory characteristics, particularly in aroma and flavor. Scones Baruasa has potential to be developed as a fusion pastry product based on local culture and sustainable gastronomy.