Arlien Jeannete Manoppo
Faculty Of Nursing, Universitas Klabat

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KOGNITIF DAN PENDAPATAN ORANG TUA PADA PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN Manoppo, Arlien Jeannete
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.787

Abstract

ABSTRACT Good learning achievement is highly desired by students in their lectures, cognitive and income of students' parents have a role in their achievement. The purpose of this study was to analyze the effect of cognitive and parental income on learning achievement. Analytical observational method with cross-sectional approach was chosen in this study with 296 respondents through consecutive sampling technique. The findings of this study are that most of the students' cognitive abilities are good 159 (53.7%), the income of parents of students is in the good category 186 (62.8%), and the learning achievement shown by students is very good 147 (49.6 ). Simultaneously and partially, students' parents' cognitive and income had a significant effect (p<0.05) on academic achievement. Cognitive odds ratio value is 4.853 and parents' income is 1.678 so that the contribution of cognitive influence to learning achievement is greater than parents' income. The addition of other independent variables needs to be done to get maximum learning achievement because the influence given by the independent variable on the logistic regression model that is formed is only 19.8%. KEYWORDS: cognitive, learning achievement, parental income ABSTRAK Prestasi belajar yang baik sangat diinginkan mahasiswa dalam perkuliahannya, kognitif dan pendapatan orang tua mahasiswa memiliki peran dalam pencapaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kognitif dan pendapatan orang tua pada prestasi belajar. Metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dipilih dalam penelitian ini dengan 296 responden melalui teknik consecutive sampling. Temuan hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar kognitif mahasiswa adalah baik 159 (53,7%), pendapatan orang tua mahasiswa dalam kategori baik 186 (62,8%), serta prestasi belajar yang ditunjukkan oleh mahasiswa adalah sangat baik 147 (49,6). Secara simultan dan parsial, kognitif dan pendapatan orang tua mahasiswa mempunyai pengaruh yang signifikan (p<0.05) terhadap prestasi akademik. Nilai odds ratio kognitif adalah 4,853 dan pendapatan orang tua adalah 1,678 sehingga kontribusi pengaruh kognitif terhadap prestasi belajar lebih besar dibandingkan pendapatan orang tua. Penambahan variabel independen lainnya perlu dilakukan untuk mendapatkan prestasi belajar yang maksimal karena pengaruh yang diberikan variabel independen pada model regresi logistik yang terbentuk hanya 19,8%. Kata kunci: kognitif, pendapatan orang tua, prestasi belajar
PROFIL DEMOGRAFI DAN EFIKASI DIRI PADA PENDERITA DM TIPE II Manoppo, Arlien Jeannete
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1188

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II (DMT2) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, mencapai 171 juta penderita pada 2021 dan diperkirakan menjadi 366 juta pada 2030. Komplikasi serius dari penyakit ini dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi, sehingga pengelolaan mandiri menjadi krusial. Profil demografi seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, serta pendapatan memainkan peran dalam efikasi diri, yang berdampak pada keberhasilan pengelolaan penyakit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan antara profil demografi dengan efikasi diri pada penderita DMT2. Desain deskriptif komparasi dan cross-sectional diterapkan pada 60 sampel di salah satu puskesmas, Minahasa Utara yang diseleksi menggunakan teknik convenience sampling. The Diabetes Mellitus Management Self-Efficacy Scale (DMSES) digunakan untuk mengukur efikasi diri sedangkan profil demografi diukur dengan checklist. Uji Independent T-Test, One-way ANOVA dan Pearson Correlation digunakan sebagai uji bivariat. Mayoritas responden memiliki efikasi diri yang baik (83,3%), namun tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara profil demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) dengan efikasi diri pada penderita DMT2 (p>0,05). Meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam aspek demografi penderita DMT2, hampir semua responden menunjukkan efikasi diri yang baik, mencerminkan kesadaran dan manajemen aktif dalam pengelolaan penyakit mereka Type II Diabetes (T2D) represents a burgeoning global health concern, with its prevalence escalating from 171 million cases in 2021 to a projected 366 million by 2030. The potentially lethal complications associated with this disease underscore the critical importance of effective self-management strategies. Demographic factor including age, gender, educational attainment, occupation, and income, play pivotal roles in shaping patients' self-efficacy, which in turn significantly influences disease management outcomes. This study aims to explore the potential disparities in self-efficacy among T2D patients across various demographic profiles. A descriptive comparative and cross-sectional design was employed, involving a sample of 60 participants from a community health center in North Minahasa, selected through convenience sampling. The Diabetes Mellitus Management Self-Efficacy Scale (DMSES) was utilized to assess self-efficacy, while demographic profiles were measured using a checklist. Independent T-Test, One-way ANOVA, and Pearson Correlation were applied as bivariate tests. The majority of respondents demonstrated good self-efficacy (83.3%); however, no significant differences were found between demographic profiles (age, gender, education, occupation, and income) and self-efficacy in individuals with T2D (p > 0.05). While no significant demographic differences were observed among T2D patients, nearly all respondents exhibited good self-efficacy, reflecting an active awareness and management of their condition.
Tanda Vital dan Tingkat Kesadaran Pasien Stroke Manoppo, Arlien Jeannete; Anderson, Elisa
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1093

Abstract

Blockage or rupture of blood vessels in the brain can cause neurological disorders, such as decreased consciousness. Apart from that, it can also interfere with the regulation of other vital signs, such as body temperature, heart rate, oxygen levels in the blood, and blood pressure. The aim of this study was to analyze the correlation between vital signs and the level of consciousness of stroke patients in the neurology inpatient room. This research used an analytical observational design with a cross sectional approach, involving 82 respondents using convenience sampling techniques. The findings from this study were that the average temperature value (36.6°C), heart rate (81 times/minute), and oxygen levels in the blood of stroke patients (96%) were within normal limits, but the systolic blood pressure value (146) and diastolic (87) on average increased, the GCS assessment of the patient's level of consciousness (11) was still below normal, and there was no significant relationship between vital signs and level of consciousness (p>.05). Recommendations for further research are to increase the sample size and use multivariate analysis for better results. Sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak dapat menyebabkan gangguan neurologi, seperti penurunan kesadaran. Selain itu, dapat juga mengganggu regulasi tanda vital lainnya, seperti suhu tubuh, denyut jantung, kadar oksigen dalam darah, dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi tanda vital dan tingkat kesadaran pasien stroke di ruang rawat inap neurologi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan melibatkan 82 responden melalui teknik convenience sampling. Temuan hasil dari penelitian ini adalah rata-rata nilai suhu: 36,6°C, denyut jantung: 81 kali/menit, dan kadar oksigen dalam darah pasien stroke: 96% berada dalam batas normal, tetapi nilai tekanan darah sistolik: 146 mmHg dan diastolik: 87 mmHg rata-rata mengalami peningkatan dari batas normalnya, penilaian GCS dari tingkat kesadaran pasien: 11 masih di bawah normal, serta tidak ada hubungan yang signifikan antara tanda vital dengan tingkat kesadaraan (p-value > ,05). Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya untuk menambah jumlah sampel dan menggunakan analisis multivariat untuk hasil yang lebih baik.
Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Seran, Benediktus; Anderson, Elisa; Manoppo, Arlien Jeannete
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.479 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10455

Abstract

ABSTRACT Family support is the attitude and action of assisting the elderly by family members, so that the elderly will feel comfortable and have a good quality of life influenced by several factors such as physical, psychological, social, and environmental influenced by several factors such as physical, psychological, social, and environmental. This study aims to determine the relationship between family support and the quality of life of the elderly in Waleo Village. The research design used is descriptive correlation with a cross sectional approach. The research sample consisted of 114 elderly respondents aged 50-75 years through total sampling technique. The data collection instruments used were the family support questionnaire and the OPQOL-Brief adapted in Indonesian language. Most of the respondents had family support in the high category with 102 (89.5%) elderly, and quality of life in the good category with 109 (95.6%) elderly. Furthermore, the results of the Spearmen rank statistical test found a value of p = 0.000; and r = 0.400. There is a significant relationship between family support and the quality of life of the elderly in Waleo Village. The relationship is moderate in a positive direction, where the higher the family support, the higher the quality of life of the elderly. It is recommended that family members will continue to strengthen support for the elderly and continue to maintain it so that the quality of life for the elderly remains high and good. The elderly are also expected to continue to maintain a high quality of life by adding insight into health information. And for further researchers it is suggested to develop research by analyzing other factors that may affect family support and the quality of life of the elderly. Keywords: Family support, Quality of life, Elderly  ABSTRAK Dukungan keluarga adalah sikap dan tindakan mendampingi lansia yang dilakukan oleh anggota keluarga sehingga lansia merasa nyaman dan memiliki kualitas hidup yang baik dengan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti fisik, psikologi, sosial, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Desa Waleo. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan secara cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 114 responden lansia dengan umur 50-75 tahun melalui teknik pengumpulan data total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan OPQOL-Brief yang diadaptasi dalam Bahasa Indonesia. Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga pada kategori tinggi dengan jumlah 102 (89,5%) lansia, dan kualitas hidup pada kategori baik dengan jumlah 109 (95,6%) lansia. Selanjutnya, hasil uji statistik spearmen rank menemukan nilai p= 0,000; dan r = 0,400. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Desa Waleo. Hubungan bersifat sedang dengan arah positif, dimana semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tinggi kualitas hidup lansia. Diharapkan kepada anggota keluarga untuk tetap memperkuat dukungan pada lansia dan terus mempertahankannya agar kualitas hidup lansia tetap tinggi dan tetap bagus. lansia juga diharapkan dapat terus mempertahankan kualitas hidup yang tinggi dengan menambah wawasan tentang informasi kesehatan. Dan untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan menganalisis faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia.  Kata Kunci: Dukungan keluarga, Kualitas Hidup, Lansia