Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

WOMEN'S WORLD IN SHORT STORIES ON DUNIASANTRI.CO: A READING OF SANTRIWATI'S WORKS Diah Haryanti, Novi; Fitriyah, Atiqotul; Pitaloka, Aprilia; Hudaa, Syihaabul; Rizky Utama, Virdika
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 21 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31291/jlka.v21i1.1103

Abstract

ABSTRACT This paper aims to examine the world of women in short stories writ­ten by santriwati (female students) on duniasantri.co website, which was the first pioneer of student journalism with the concept of citizen journalism. There are 78% of short stories written by santri (male students) and only 22% of short stories written by santriwati. This gender-based contribution imbalance was appealing to study further. Using qualitative descriptive method to explore the santriwati short stories, this research analyzes five short stories in duniasantri.co written by santriwati. To strengthen the data and analysis, the researcher also conducted interviews with the santriwati authors. The study found that there were various themes such as matchmaking and marriage in pesantren, the search for identity, the longing for Ramadan and Lailatul Qadar, and patriarchy culture. These themes indicate that education in Islamic boarding schools produces female students with heterogeneous thinking. Therefore, it can be concluded that the world of women is not seen as uniform by santriwati. Keyword: duniasantri.co, Pesantren, Santriwati, Women's World. ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dunia perempuan dalam cerpen-cerpen yang ditulis santriwati di website Duniasantri.co yang merupakan pelopor jurnalisme santri pertama berkonsep citizen journalism. Terdapat 78% cerpen ditulis oleh santri dan hanya 22% cerpen ditulis oleh santri­wati. Ketimpangan komposisi tersebut menjadi daya tarik untuk melihat bagaimana kisah-kisah yang diproduksi oleh santriwati. Penelitian ini menggunakan metode deskrispi kualitatif dengan objek kajian cerpen-cerpen karya santriwati di duniasantri.co. Untuk memperkuat data dan analisis, peneliti juga melakukan wawancara dengan para penulis santri­wati. Berdasarkan hasil analisis terhadap lima cerpen yang ditulis oleh santriwati di duniasantri.co memperlihatkan karakteristik tema yang bera­gam seperti perjodohan dan pernikahan di pesantren, pencarian identitas para santriwati di pesantren, kerinduan terhadap bulan Ramadan dan Lailatul Qadar, serta budaya patriarki yang masih membelenggu perem­puan. Tema-tema tersebut memperlihatkan, pendidikan di pesantren menghasilkan santriwati dengan pemikiran beragam (heterogen). Dengan demikian dapat disimpulkan dunia perempuan tidak dilihat seragam oleh santriwati. Kata Kunci: Dunia Perempuan, duniasantri.co, Santriwati, Sastra Pesantren.
KEKERASAN REZIM ORDE BARU DALAM EMPAT CERPEN INDONESIA MODERN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMA/MA Febriyanti, Febriyanti; Diah Haryanti, Novi
TANDA Vol 1 No 04 (2021): SASTRA DAN BAHASA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan Rezim Orde Baru dalam empat cerpen Indonesia Modern dan menjelaskan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa dan sastra di SMA. Penelitian ini mengacu pada bentuk-bentuk kekerasan Johan Galtung tentang  kekerasan struktural dan personal. Dengan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiologi sastra, hasil analisis menemukan bahwa dalam keempat cerpen Indonesia modern terdapat bentuk kekerasan struktural berupa penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan tertinggi. Pada kekerasan personal terdapat pola kekerasan berupa penyiksaan, penindasan, pembunuhan, dll. Dari keempat cerpen tersebut hanya satu yang tidak mengandung kekerasan personal yang terpusat pada fisiologi. Dalam konteks pembelajaran di SMA, keempat cerpen Indonesia modern tersebut dapat dijadikan bahan ajar materi cerpen sekaligus alternatif pengajaran tentang sejarah Indonesia.
PEMAKNAAN SIMBOL PADA LAGU RESAH KARYA PAYUNG TEDUH DAN PUISI MENENANGKAN RINDU KARYA M. AAN MANSYUR: SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE Oktavianna; Ansori, Alwi; Diah Haryanti, Novi
Jurnal Nusantara Raya Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v2i2.9639

Abstract

Seni bahasa pada lagu biasanya dipadukan dengan seni musik yang menyebabkan lagu memiliki nilai estetika yang tinggi. Lirik lagu biasanya pengarang juga memperhatikannya dalam pemilihan kata yang tepat dan memiliki unsur kiasan agar dapat dinikmati oleh pendengar. Selain itu, puisi juga tak kalah bedanya dengan lirik lagu yang memperhatikan pemilihan diksinya untuk menjadikan lirik-lirik puisi ini sangat imajinatif. Setiap diksi yang dipilih pengarang dalam menciptakan karya mengandung sistem tanda yang memiliki arti atau penafsiran yang luas. Penafsiran dalam sistem tanda yang ada di karya sastra memerlukan pendekatan sastra yang sesuai dalam membedahnya, agar penafsirannya sesuai dengan isi pesan pengarang yang ingin disampaikan kepada pendengar maupun pembaca. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berusaha untuk menguraikan sumber data yang sudah ditemui dengan narasi yang jelas. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan semiotika dengan teori dari Charles Sanders Pierce yang mendasari dengan konsep trikotomi. Adapun sumber data penelitian ini dari lirik lagu Resah karya Payung Teduh dan puisi Menenangkan Rindu karya M. Aan Mansyur. Tujuan penelitian ini untuk memperlihatkan bagaimana penafsiran terhadap sistem tanda yang dimana memiliki penafsiran yang berbeda-beda, sesuai konteks yang ada.
KEINGINAN UNTUK PULANG: Kecemasan dan Ambivalensi dalan Novel Miss Lu Diah Haryanti, Novi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v1i1.%p

Abstract

Pascalengsernya Soeharto, berbagai macam karya sastra muncul kepermukaan membawa isu-isu yang “terpendam” selama berpuluh-puluh tahun. Salah satu isu yang paling sering diangkat ke dalam cerita adalah tragedi’65, yang tidak hanya memakan korban jiwa, tapi juga menimbulkan rasa traumatis terhadap korban hidup yang tersisa. Selain ‘menyapu’ mereka yang dianggap tercemar oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), sasaran lain tragedi ini adalah etnis Tionghoa.Esai ini bertujuan untuk memperlihatkan proses peliyanan yang dilakukan terhadap etnis Tionghoa dan membongkar pemakanaan nasionalisme –secara sempit– yang dilakukan pemerintah untuk mengindonesiakan etnis Tionghoa dalam novel Miss Lu (2003) karya Naning Pranoto. Metode deskriptif analisis dengan perspektif multikulturalisme digunakan untuk melihat wacana nasionalisme dan  oposisi biner “pribumi vs nonpribumi” dalam novel.Berdasarkan pembacaan terhadap Miss Lu, tampak sikap ambivalen pemerintah terkait etnis Tionghoa. Di satu sisi pemerintah berusaha “mengindonesiakan” mereka, namun di sisi lain membuat berbagai aturan yang mempertegas perbedaan antara pribumi dengan etnis Tionghoa sebagai nonpribumi (other). Dengan demikian, pemaknaan kembali kata nasionalisme menjadi penting di tengah upaya mewujudkan Indonesia yang multikultur.  Kata kunci: identitas, other, nasionalisme, etnis Tionghoa.