Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IoT-Based Automatic Cat Feeder Prototype Fahruddin, Mohammad Fahrul; Yuliana, Dian Efytra; Rizal, Royb Fatkhur
Jurnal Sistem Telekomunikasi Elektronika Sistem Kontrol Power Sistem dan Komputer Vol 4 No 1 (2024): JTECS Januari 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/jtecs.v4i1.4934

Abstract

Tingkat mobilitas manusia semakin tinggi. Semakin padatnya aktifitas masyarakat membuat masyarakat mencari kemudahan demi melancarkan pekerjaannya termasuk dalam hal memelihara hewan peliharaan seperti kucing. Penerapan teknologi otomatisasi mungkin dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan pada tentang pemberian makan hewan peliharaan diatas. Otomatisasi pemberian makanan pada kucing dilakukan dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT) sebagai penghubung antara aplikasi pemberian pakan kucing pada handphone pemilik peliharaan dengan NodeMCU ESP8266, dengan mengatur jam makan dan usia kucing, maka pemilik akan dapat memberi makan kucingnya secara otomatis dan me-monitoring jumlah makanan yang tersisa serta pendeteksian pergerakan kucing di sekitar wadah makan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat selisih rata-rata 1,2 gram pada jumlah makanan yang terbaca oleh sensor loadcell dibandingkan dengan nilai yang dibaca oleh timbangan digital. Selisih nilai atau error yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kecepatan penutupan katup makanan, lama pembacaan sensor loadcell, dan sebagainya.
Sistem Penyalaan Lampu Sein Otomatis Sepeda Motor Menggunakan Sensor Kecepatan Dan Keseimbangan Subekti, Ahson Rezza; Yuliana, Dian Efytra
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 8, No 2: Oktober 2021
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v8i2.10533

Abstract

Pada kendaraan sepeda motor kita di haruskan untuk mematikan lampu sein secara manual dan kebanyakan seseorang bahkan lupa mematikan lampu sein setelah menyalakannya pada saat setelah berbelok, pada permasalahan yang ada disini dapat di simpulkan bahwa di perlukannya suatu alat yang dapat mematikan lampu sein secara otomatis bahkan menyalakannya secara otomatis untuk mengurangi kesalahan komunikasi antar pengguna jalan yang diakibatkan oleh kelalaian seseorang mematikan  lampu sein. Pada penelitian ini telah dilakukan pemanfaatan beberapa sensor yang bertujuan untuk menyalakan dan mematikan lampu sein secara otomatis pada sepeda motor.Penelitian ini menganalisa penyalaan lampu sein otomatis sepeda motor dan diperoleh sensor kecepatan yang digunakan untuk membaca putaran roda dan mengaktifkan sensor keseimbangan stir kemudi sepeda motor, Sensor stir kemudi sepeda motor (rotary encoder) yang berguna memberi inputan untuk menyalakan lampu sein otomatis dengan nilai kurang dari 0 maka lampu sein akan menyala kiri dan sebaliknya jika lebih dari 0 maka lampu sein akan nyala kanan. Apabila sensor kecepatan (LM393) memiliki nilai berapapun lebih dari 0rps dan sensor keseimbangan (MPU 6050) pada sudut lebih dari 80° maka sein tidak akan menyala/mati. ketika sudut keseimbangan mendeteksi kemiringan sepeda motor dengan nilai kurang dari 80° ke kanan maka sein kanan akan menyala, apabila sudut keseimbangan mendeteksi kemiringan sepeda motor dengan nilai kurang dari 80° ke kiri maka sein kiri akan menyala.
IMPLEMENTASI IOT BERBASIS ESP32 UNTUK PENGATURAN VENTILASI RUANG KELAS SECARA OTOMATIS DAN EFISIEN Erwanto, Danang; Yuliana, Dian Efytra; Aprilia, Yoga Pebri; Naofal, Ahfan; Wahyu S., Mas Ilham
Jurnal Elektro Kontrol (ELKON) Vol 5, No 1 (2025): Jurnal ELKON
Publisher : Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/elkon.v5i1.15422

Abstract

Ventilasi yang baik sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kualitas udara di ruang kelas. Namun, sebagian besar ruang kelas belum memiliki sistem yang mampu menyesuaikan ventilasi secara otomatis dan efisien terhadap kondisi lingkungan. Penelitian ini mengembangkan sistem pengendalian ventilasi berbasis IoT menggunakan ESP32 yang memantau dan mengatur kualitas udara secara real-time. Sistem ini menggunakan sensor suhu, kelembapan, kadar CO₂, dan jumlah siswa untuk mengumpulkan data lingkungan, yang kemudian diproses dengan logika fuzzy guna mengendalikan kipas sebagai aktuator ventilasi. Pemantauan dilakukan melalui aplikasi web. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menjaga suhu dan kadar CO₂ dalam batas kenyamanan serta mengoptimalkan penggunaan energi. Akurasi sensor berada dalam toleransi yang dapat diterima, dengan waktu respons sistem antara 3 hingga 12 detik terhadap perubahan kondisi. Selain itu, sistem mampu menurunkan kadar CO₂ rata-rata sebesar 50 ppm per menit saat aktif, yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat. Sistem ini terbukti efektif dalam meningkatkan kenyamanan, efisiensi energi, serta dapat menjadi solusi inovatif dalam pengendalian ventilasi otomatis berbasis IoT untuk ruang kelas.
MPPT Berbasis ANN Untuk Sistem Fotovoltaik : Analisis Kinerja Pada Suhu dan Irradiansi Muhammad, Silahurrobbani; Shalahuddin, Yanu; Efytra Yuliana, Dian
ALINIER: Journal of Artificial Intelligence & Applications Vol. 6 No. 2 (2025): ALINIER Journal of Artificial Intelligence & Applications
Publisher : Program Studi Teknik Elektro S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/alinier.v6i2.15999

Abstract

Pemanfaatan energi surya melalui sistem fotovoltaik (PV) terkendala oleh fluktuasi iradiasi dan suhu yang memengaruhi titik daya maksimum (MPP). Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja MPPT berbasis Artificial Neural Network (ANN) dengan simulasi MATLAB/Simulink, menggunakan model single-diode PV array, dua input (iradiasi dan suhu), satu output (tegangan optimal), serta algoritma pelatihan Levenberg–Marquardt yang terintegrasi dengan boost converter 200 W. Hasil menunjukkan peningkatan iradiasi dari 400 W/m² ke 1000 W/m² pada suhu 25°C mampu menaikkan daya hingga 218% (62,1 W menjadi 198,1 W), sedangkan kenaikan suhu dari 25°C ke 35°C pada iradiasi 1000 W/m² menurunkan daya sekitar 10,6% (198,1 W menjadi 177 W). ANN terbukti mampu melacak MPP dengan cepat, menjaga kestabilan tegangan, serta meningkatkan efisiensi sistem PV, sehingga berpotensi diterapkan pada sistem energi surya di wilayah tropis.