Kecemasan kompetitif (competitive anxiety) merupakan salah satu kendala psikologis yang sering dialami atlet menjelang dan saat bertanding, yang dapat menurunkan performa. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam psikologi olahraga karena dapat menghambat atlet dalam mencapai potensi terbaiknya, terutama pada ajang bergengsi seperti KONI Klungkung 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mental toughness terhadap competitive anxiety serta menguji perbedaan competitive anxiety berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tipe olahraga pada atlet KONI Klungkung 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal, melibatkan 399 atlet dari 44 cabang olahraga sebagai responden. Data dikumpulkan melalui skala Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ) dan Sport Competitive Anxiety Test (SCAT). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dan independent samples t-test dengan bantuan software JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan mental toughness terhadap competitive anxiety. Mental toughness memberikan kontribusi sebesar 57,7% dalam menurunkan competitive anxiety. Selain itu, hasil uji beda menunjukkan bahwa competitive anxiety lebih tinggi pada atlet remaja dibandingkan dewasa (p < 0,001), lebih tinggi pada atlet perempuan dibandingkan laki-laki (p < 0,001), serta lebih tinggi pada atlet olahraga individu dibandingkan olahraga grup (p = 0,001). Sebagai rekomendasi, pelatih dan manajemen KONI Klungkung disarankan untuk menyusun program pelatihan mental yang berdiferensiasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tipe olahraga guna menurunkan kecemasan kompetitif secara lebih efektif.