Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBEDAAN PEMBERIAN SENAM HAMIL DAN MASSAGE DENGAN SENAM HAMIL DAN TAPPING TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA IBU HAMIL TRIMESTER III YANG MENGALAMI NYERI PUNGGUNG BAWAH MIOGENIK DI UNIT VERLOS KAMER BALI ROYAL HOSPITAL DENPASAR Putu Ayu Meka Raini; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Susy Purnawati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 3 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.548 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2017.v05.i03.p09

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian senam hamil dan massage dengan senamhamil dan tapping dalam meningkatan aktivitas fungsional pada ibu hamil trimester III yang mengalami nyeripunggung bawah miogenik. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan pre and post test twogroup design. Sampel penelitian berjumlah 14 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok 1 diberikan perlakuansenam hamil dan massage sedangkan kelompok 2 diberikan perlakuan senam hamil dan tapping. Peningkatanaktivitas fungsional diukur dengan oswestry disability index (ODI) sebelum dan sesudah perlakuan. Ujihipotesis pada tiap kelompok menggunakan Paired sample t-test didapatkan hasil p=0,000 dengan penurunan skorODI sebesar 8,75% untuk Kelompok 1 dan p=0,003 dengan penurunan skor ODI sebesar 11,42% untuk Kelompok 2.Hasil tersebut menunjukkan terdapat peningkatan aktivitas fungsional yang bermakna pada setiap kelompok. Padauji beda skor ODI sesudah perlakuan anatara Kelompok 1 dengan Kelompok 2 yang menggunakan Independentsample t-test didapatkan p=0,620 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwatidak ada perbedaan yang bermakna antara pemberian senam hamil dan massage dengan senam hamil dan tappingdalam meningkatkan aktivitas fungsional pada ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung bawah miogenik.Kata kunci: aktivitas fungsional, nyeri punggung bawah miogenik, senam hamil, massage, tapping, oswestrydisability index (ODI)
Body mass index as a determinant in the development of osteoarthritis: A cross-sectional study Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Raini, Putu Ayu Meka
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 2 No. 4 (2025): July 2025
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v2i4.129

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease characterized by the progressive degradation of articular cartilage, the formation of new bone (osteophytes), and changes in synovial and subchondral tissues. These pathological changes contribute to pain, joint stiffness, and functional impairment in OA. The primary risk factors for OA include advanced age and increased body mass index (BMI). This study aimed to determine the association between BMI and the incidence of osteoarthritis. A cross-sectional analytical study was conducted among 70 participants aged >40 years from Banjar Cepaka, Badung, Indonesia, using simple random sampling method. Osteoarthritis severity was assessed using the WOMAC questionnaire, while BMI was calculated from measured height and weight. Chi-square analysis was performed to determine the associations between variables. Osteoarthritis severity assessment using the WOMAC questionnaire demonstrated that 58.6% of the participants experienced severe symptoms, while 27.1% reported moderate symptoms. Chi-square analysis revealed a statistically significant association between BMI and osteoarthritis incidence (p = 0.000). The cross-tabulation showed that individuals with obesity class I had 81.2% severe osteoarthritis cases, while those with obesity class II had 83.3% severe cases and 16.7% very severe cases of osteoarthritis. In conclusion, a strong association between elevated BMI and osteoarthritis severity among adults over 40 years in rural Indonesia. The progressive relationship between increasing body weight and joint degeneration severity underscores the modifiable nature of this risk factor through weight management interventions.
REVIEW LITERATUR: ADAPTASI FISIOLOGIS TERHADAP LATIHAN BLOOD FLOW RESTRICTION PADA INDIVIDU DENGAN KNEE OSTEOARTHRITIS Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Karang, Ni Nyoman Melani; Raini, Putu Ayu Meka
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v9i2.4440

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering dijumpai, terutama pada populasi usia lanjut, ditandai dengan kerusakan struktural sendi dan penurunan fungsi fisik. Terdapat latihan blood flow restriction yang dapat digunakan sebagai alternatif latihan dengan pendekatan latihan beban rendah yang tetap memberikan efek terhadap adaptasi otot. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu review literature yang mencakup proses pencarian dan analisis berbagai referensi yang relevan dengan topik melalui basis data. Berdasarkan studi sebelumnya, pemberian latihan blood flow restriction dapat memberikan adaptasi fisiologis pada peningkatan kekuatan dan massa otot, aktivasi serat otot tipe II, peningkat hormon anabolik, serta perbaikan fungsi sendi dan penurunan nyeri sehingga latihan blood flow restriction metode intervensi yang efektif dan aman bagi individu dengan knee osteoarthritis (OA), terutama pada populasi lanjut usia.
Efektivitas Backward Walking Terhadap Fungsi Fisik Pada Knee Osteoarthritis Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Raini, Putu Ayu Meka; Kamayoga, I Dewa Gede Alit
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knee osteoarthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan penurunan fungsi fisik secara signifikan. Terapi latihan non-farmakologis, khususnya backward walking, memiliki potensi dalam meningkatkan kemampuan fungsional penderita. Penelitian ini bertujuan untuk membuat review artikel terkait peranan efektivitas backward walking untuk meningkatkan fungsi fisik pada penderita knee osteoarthristis.  Penelitian ini menggunakan desain tinjauan literatur sistematis dengan pencarian artikel melalui basis data PubMed, PEDro, dan Google Scholar pada periode 2016–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi “knee osteoarthritis”, “backward walking”, “retrowalking”, dan “physical function”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi berupa randomized controlled trial dan studi komparatif dengan outcome fungsi fisik. Proses seleksi dan ekstraksi data dilakukan secara independen oleh peneliti. Sebanyak empat artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa backward walking secara signifikan meningkatkan fungsi fisik yang diukur menggunakan WOMAC dan Tes Timed Up and Go (TUG), serta menurunkan intensitas nyeri. Selain itu, latihan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps dan stabilitas postural. Dengan demikian, backward walking merupakan latihan yang efektif, aman, dan mudah diaplikasikan dalam meningkatkan fungsi fisik pada penderita knee osteoarthritis, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi fisioterapi berbasis bukti.