Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medical Scope Journal (MSJ)

Profil Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Disertai Anemia di Poli Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode September-November 2023 Rumengan, Gardenia G. E.; Sedli, Bisuk P.; Rotty, Linda W. A.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.58525

Abstract

Abstract: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disorder characterized by elevated blood sugar level. Anemia is a hematological disorder that often occurs in T2DM patients due to complication of secondary diseases, such as kidney dysfunction. The potential for anemia in T2DM patients can worsen the complications. This study aimed to determine the profile of T2DM patients with anemia at the endocrine polyclinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital from September to November 2023. This was a prospective and descriptive study with a cross-sectional design, using medical records at the endocrine polyclinic. The results showed that T2DM patients with anemia in this study (n=40) were dominated by females (55%) and age group of 45-60 years (62.5%). The average levels in laboratory examination were, as follows: HbA1c was 8.683, hemoglobin was 9.583, creatinine was 3.080, and eLFG was 23.38. Classification of anemia types based on erythrocyte morphology was dominated by hypochromic microcytic anemia, experienced by females (47.5%) and in the age group of 45-60 years (55%). In conclusion, the majority of type 2 diabetes mellitus patients with anemia are females aged 45-60 years who experience hypochromic microcytic anemia. Keywords: type 2 diabetes mellitus; anemia; HbA1c glomerular filtration rate    Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah gangguan metabolisme yang ditandai adanya peningkatan gula darah. Anemia merupakan gangguan hematologi yang sering terjadi pada penyandang DMT2 yang disebabkan oleh komplikasi penyakit sekunder, seperti gangguan fungsi ginjal. Potensi anemia pada pasien DMT2 dapat memperburuk komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penyandang DMT2 disertai anemia di Poli Endokrin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode September–November 2023. Jenis penelitian ialah deskriptif prospektif dengan desain potong lintang, menggunakan data rekam medis Poli Endokrin. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pasien DMT2 disertai anemia di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou (n=40), didominasi oleh perempuan (55%) dan kelompok usia 45-60 tahun (62,5%). Rerata nilai HbA1c 8,683, Hb 9,583, kreatinin 3,080, dan eLFG 23,38. Klasifikasi jenis anemia berdasarkan morfologi eritrosit didominasi oleh jenis anemia hipokrom mikrositik yang dialami oleh perempuan (47,5%) dan pada kelompok usia 45-60 tahun (55%). Simpulan penelitian ini ialah mayoritas pasien diabetes melitus tipe 2  disertai anemia terjadi pada perempuan dan kelompok usia 45-60 tahun yang mengalami anemia hipokrom mikrositik. Kata kunci: diabetes melitus tipe 2; anemia; HbA1c; laju filtrasi glomerulus
Hubungan Kadar HbA1c dengan Nilai Ankle Brachial Index pada Lanjut Usia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Samuel, Patricia G. M.; Wantania, Frans E. N.; Sedli, Bisuk P.
Medical Scope Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v7i1.58526

Abstract

Abstract: The prevalence of type 2 diabetes mellitus (T2DM) increases with aging and unhealthy lifestyles, especially after the age of 40 years. Hyperglycemia is a risk factor for atherosclerosis. Ankle brachial index (ABI) is an option for early diagnosis of this pathological condition because it is non-invasive, low cost, and easy to perform. This study aimed to determine the relationship between HbA1c level and ankle brachial index value ​​in elderly with T2DM. This was a quantitative study using a cross sectional approach. Samples were 30 elderly DMT2 patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado during October –December 2023 that fulfilled the inclusion and exclusion criteria. Data of HbA1c were obtained from the patients’ medical records. Ankle brachial index was assessed using the Doppler ultrasound dan sphygmomanometer. The results showed a moderate and significant negative correlation between HbA1c level and ABI value ​​(r=-0.425; p=0.019). In conclusion, there is a relationship between HbA1c level and ABI value ​​in elderly T2DM patients. The higher the HbA1C level, the lower the ABI value. Keywords: HbA1c; ankle brachial index; type 2 diabetes mellitus; elderly    Abstrak: Prevalensi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) meningkat sejalan dengan proses penuaan dan gaya hidup yang tidak sehat terutma pada usia di atas 40 tahun. Hiperglikemi ialah salah satu faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Ankle brachial index (ABI) merupakan pilihan untuk diagnosis dini pada keadaan patologi ini karena bersifat non-invasive, murah, dan mudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan nilai Ankle Brachial Index pada subjek lanjut usia (lansia) dengan DMT2. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ialah 30 pasien lansia DMT2 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado selama Oktober –Desember 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data HbA1c diperoleh dari data rekam medik pasien. Penilaian ABI menggunakan doppler ultrasound dan sfigmomanometer. Hasil penelitian mendapatkan korelasi negatif kekuatan sedang yang bermakna pada hubungan antara kadar HbA1c dengan nilai ABI (r=-0,425; p=0,019). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara kadar HbA1c dengan nilai ABI pada pasien lansia dengan DMT2. Semakin tinggi kadar HbA1c, maka semakin rendah nilai ABI. Kata kunci: HbA1c; ankle brachial index; diabetes melitus tipe 2; lanjut usia