Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Hubungan Perilaku Sedentary dengan Indeks Massa Tubuh dan Tekanan Darah serta Denyut Jantung pada Pegawai Struktural dan Administrasi RSUD Provinsi Sulawesi Utara Walukouw, Caesario S. J.; Lampah, Christopher; Gessal, Joudy
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.1.2020.27357

Abstract

Abstract: Due to high technology, sedentary behavior develops worldwide. Some conse-quences that might arise due to sedentary behavior inter alia increases in body mass index, blood pressure, and heart rate. The prevalences of obesity and high blood pressure in North Sulawesi are the highest ones in Indonesia. This study was aimed to identify the relationship between sedentary behavior and body mass index (BMI), blood pressure as well as heart rate among structural and administrative employees of North Sulawesi Regional Hospital as subjects. This was an analytical and observational study with a cross sectional design. Direct observation was performed on all subjects. The results showed that there were 37 employees as subjects. There was a strong correlation between sedentary behavior and blood pressure (r=0.684); a negative and very weak correlation between sedentary behavior and BMI (r=-0.101); and a very strong correlation between sedentary behavior and heart rate (r=0.796). In conclusion, there were relationships between sedentary behavior and blood pressure as well as heart rate. Albeit, there was no relationship between sedentary behavior and body mass indexKeywords: sedentary behavior, body mass index, blood pressure, heart rate Abstrak: Dengan kemajuan teknologi maka perilaku sedentary makin meningkat di seluruh dunia. Beberapa akibat yang dapat terjadi akibat perilaku sedentary ialah meningkatnya indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan denyut jantung. Prevalensi obesitas dan tekanan darah tinggi di Sulawesi Utara ialah yang tertinggi di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentary dengan IMT, tekanan darah, serta denyut jantung pada pegawai struktural dan administrasi RSUD Provinsi Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan langsung terhadap subyek penelitian yaitu pegawai struktural dan administrasi RSUD Provinsi Sulawesi Utara yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian mendapatkan korelasi kuat antara perilaku sedentary dengan tekanan darah (r=0,684); korelasi negatif yang sangat lemah antara perilaku sedentary dengan IMT (r=-0,101); dan korelasi sangat kuat antara perilaku sedentary dengan denyut jantung (r=0,796). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara perilaku sedentary dengan tekanan darah dan denyut jantung tetapi tidak terdapat hubungan antara perilaku sedentary dan indeks massa tubuhKata kunci: perilaku sedentary, indeks massa tubuh, tekanan darah, denyut jantung
Gambaran Kasus Nyeri Bahu pada Pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Tahun 2020-2022 Geraldine, Petria F.; Lampah, Christopher; Gessal, Joudy
e-CliniC Vol. 13 No. 1 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i1.60774

Abstract

Abstract: Shoulder pain is one of the leading causes of health problems with a high incidence rate increaseing with age. This condition is the third most common musculoskeletal problem encountered in primary health care visits. This study aimed to obtain the description of shoulder pain cases in patients at the Medical Rehabilitation Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from 2020 to 2022. This was a descriptive and retrospective study with a cross-sectional design. The results obtained a population of 240 patients; 223 of them met the inclusion and exclusion criteria. Patients who came with complaints of shoulder pain in this study were dominated by patients diagnosed with frozen shoulder (43.9%), the age group of the late elderly (56–65 years) (28.3%), female gender (54.7%), had a work background as housewives (26.5%), had a previous history of hypertension (39%), and had a non-traumatic etiology of the problem (51.2%). In conclusion, patients who presented with shoulder pain were diagnosed with frozen shoulder, aged in the late old elderly, female gender, worked as housewives, had a history of hypertension, and had a nontraumatic etiology. Keywords: shoulder pain; patient characteristics; non-traumatic etiology     Abstrak: Nyeri bahu merupakan salah satu penyebab utama gangguan kesehatan dengan tingkat kejadian yang tinggi seiring pertambahan usia dan menempati masalah muskuloskletal ketiga paling sering dijumpai dalam kunjungan ke layanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nyeri bahu pada pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode tahun 2020-2022. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan rancangan potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan populasi sebanyak 240 pasien dengan nyeri bahu; 223 di antaranya memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pasien yang datang dengan keluhan nyeri bahu pada peneltitian ini didominasi oleh pasien yang terdiagnosis frozen shoulder (43,9%), kelompok usia masa lansia akhir (56–65 tahun) (28,3%), berjenis kelamin perempuan (54,7%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (26,5%), memiliki riwayat hipertensi sebelumnya (39%), dan memiliki etiologi permasalahan secara non traumatik (51,2%). Simpulan penelitian ini ialah pasien dengan nyeri bahu terbanyak dengan diagnosis frozen shoulder, berusia masa lansia akhir, berjenis kelamin perempuan, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, mempunyai riwayat hipertensi, serta beretiologi non traumatik. Kata kunci: nyeri bahu; karakteristik pasien, etiologi nontraumatik