Nelwan, Jeini E.
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Antara Umur Dan Tingkat Pendidikan Dengan Perilaku Pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pada Masyarakat Kelurahan Talete 1 Kota Tomohon Pangkey, Marverio R.A.; Mantjoro, Eva M.; Nelwan, Jeini E.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Talete 1 merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Tomohon tengah dengan angka kasus COVID-19 yang tergolong lebih dari kelurahan lain di kecamatan Tomohon tengah. Dalam situasi pandemik ini masyarakat masih tetap menjalankan kegiatan baik didalam dan diluar rumah. Pemerintah membuat beberapa peraturan dalam situasi pandemi COVID-19 agar masyarakat masih tetap bisa beraktivitas tanpa meningkatkan angka kasus penularan COVID-19 dengan melakukan perilaku mitigasi COVID-19 kepada seluruh kalangan umur dan tingkat pendidikan pada seluruh masyarakat, sehingga dihrapakan masyarkat bisa melakukan perilaku mitigasi COVID-19 dengan maskimal. Penelitian ini adalah penelitian korelasi analitik dengan desain Cross Sectional (Studi Potong Lintang) yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai September 2021 pada masyarakat kelurahan Talete 1 Kota Tomohon dengan instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dari hasil penentuan sample lemeshow, analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearmen rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Terdapat 80 responden dalam penelitian ini Analisis Bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan antara umur terhadap perilaku mitigasi COVID-19 (nilai p = 0,661 atau lebih dari α 0,05) dan menunjukan adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku mitigasi COVID-19 (nilai rhitung 0,509 serta p adalah 0,000). Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID-19, Umur, Tingkat Pendidikan. ABSTRACTTalete 1 Village is one of many villages in the central district of Tomohon City with a high number of COVID-19 cases compared to other villages within the district. In this pandemic, citizens are still running daily activities whether it's inside or outside their house. The government made a number of rules and regulations in regards to the COVID-19 in order for the citizens to be able to run daily activities without risking spreading of COVID-19 with enacting COVID-19 prevention behavior towards all ages and education level of citizens, in hopes that all citizens can start doing the COVID-19 prevention behavior with maximum effort. The research is a research concerning correlation analytics and Cross Sectional design which is implemented in February until September of 2021 on citizens of Talete 1 Village in Tomohon City using a data retrieval instrument which is a questionnaire. The sample retrieval method using Purposive Sampling from the results that determines Lemeshow sample, the Bivariate analysis uses Spearman Rank correlation test with level of confidence reaching 95%. There have been 80 responders in this research. The Bivariate analysis shows that there is no relation between age with COVID-19 prevention behavior (p value = 0,661 or more than α 0,05) and shows a relation between education level with COVID-19 prevention behavior (calculated value 0,509 as well as p value is 0,000). Keywords: COVID-19 Prevention Behavior, Age, Education Level.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Sasombo, Ferkrindi; Nelwan, Jeini E.; Mantjoro, Eva M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.27438

Abstract

Hipertensi adalah yang menyebabkan kematian pada dunia. Banyak orang menyebut hipertensi sebagai pembunuh diam-diam, dikarenakan orang yang mengidap penyakit hipertensi sering kali tidak ada gejalanya. Pada tahun 2023, data menunjukkan bahwa jumlah orang yang berusia antara 30 hingga 79 tahun yang menderita hipertensi mencapai satu miliar di seluruh dunia. Menurut data Riskesdas tahun 2013 dan 2018, Indonesia mengalami peningkatan kasus hipertensi dari total prevalensi 25,8% naik menjadi 34,15%. Prevalensi penyakit hipertensi di dunia atau secara global yaitu sebesar 22% dari total populasi dunia. Sulawesi Utara memiliki angka prevalensi hipertensi sebesar 33,12%. Kota Manado memiliki angka kejadian penyakit hipertensi yaitu sejumlah 41.869 kasus. Hipertensi merupakan penyakit teratas di Kecamatan Tuminting. Tujuan Penelitian untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan aktivitas fisik dan riwayat keluarga dengan hipertensi pada pasien di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Jenis penelitian yaitu observasional analitik  desain penelitian cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah pasien hipertensi di Puskesmas Tuminting Kota Manado, yang terdiri dari 74 responden yang dipilih melalui metode accidental sampling. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari-Februari 2024. Hasil penelitian dengan uji Chi Square, yaitu tidak ada korelasi antara aktivitas fisik dengan hipertensi memiliki nilai sebesar 0,101, dan juga ditemukan tidak ada korelasi antara riwayat keluarga dengan hipertensi memiliki nilai sebesar 0,386.
HUBUNGAN ANTARA FOMO (FEAR OF MISSING OUT) DENGAN NOMOFOBIA PADA MAHASISWA FKM UNSRAT Lotulung, Megapresia Indri; Kalesaran, Angela F. C.; Nelwan, Jeini E.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48017

Abstract

Ketergantungan yang tinggi terhadap smartphone dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah nomofobia, yaitu ketakutan berlebihan saat terpisah dari smartphone. Banyak individu menggunakan smartphone untuk mencari informasi dan mengakses media sosial, sehingga ketakutan tertinggal informasi (Fear of Missing Out/FOMO) dapat menjadi pemicu nomofobia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out (FOMO) dengan nomofobia pada mahasiswa FKM UNSRAT. Jenis penelitian ini bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner NMP-Q dan FOMOs dan dibagikan kepada 100 mahasiswa yang menjadi responden. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Analisis statistik dilakukan secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi, serta secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,000 (<0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,357. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan dengan tingkat kekuatannya cukup dan arah hubungan yang positif, antara FOMO dengan nomofobia pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT
Hubungan Antara Konsumsi Alkohol dan Kebiasaan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-laki di Puskesmas Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado Asmudrono, Raty K.; Manjoro, Eva M.; Nelwan, Jeini E.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/q6z3dk11

Abstract

Hipertensi memiliki peluang besar menyebabkan kerusakan di pembuluh darah yang kemudian mempengaruhi fungsi kerja beberapa organ seperti jantung, otak, ginjal dan mata. Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi merupakan penyebab utama beberapa komplikasi penyakit tidak menular seperti kasus serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kematian prematur, kecacatan, hingga komplikasi diabetes melitus. Hipertensi menyebabkan 45% kematian akibat penyakit jantung, dan 51% kematian akibat stroke. Perubahan gaya hidup modern, seperti merokok, minuman alkohol, pola makan yang tidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik dapat memicu meningkatnya angka kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi. Jenis penelitian menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilakukan di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil uji univariat menunjukan i65 dari 90 responden memiliki penyakit hipertensi, kebiasaan merokok sebesar 94,4% dan konsumsi alkohol sebesar74,4%. Berdasarkan hasil analisis uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%,menunjukan adanya hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol (p = 0,00) dan kebiasaan merokok (p 0,20) dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado.