Kumampung, Deislie R.H.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Waste Inventorization Inorganic In The Mangrove Ecosystem Bunaken Island For The East Part Sundah, Geraldo Thimoty; Schaduw, Joshian N. W.; Warouw, Veibe; Kumampung, Deislie R.H.; Paransa, Darus Sa'adah J.; Mokolensang, Jeffrie
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.2.2021.35318

Abstract

The coastal area is a potential resource in Indonesia, is an intermediate area between the mainland and Ocean. This resource is very large which is supported by the existing coastline 81,000 km long. Long coastline This holds the potential for a large wealth of natural resources. The potential including biological and non-biological potential. in addition to the potential for natural resources that are widespread on the coast of Indonesia, potential pollution to the coastal and marine environment has quite a big opportunity. this opportunity could be caused by Indonesia's population density, high tourist activity including transportation, and major construction. As for the goal This study aims to identify the type and amount of waste inorganic in the Bunaken coastal mangrove ecosystem in the eastern part and identify the size and weight characteristics of inorganic waste in the mangrove ecosystem. The method used The result of this research is the coastline survey method methodology based on NOAA (2013) and line transects with taking 2 stations. This research was conducted for three months, which at each station has 1 transect line, each of which has 5 plots/sampling plots. Transect lines are carried out in parallel coastline along 50 meters of trash in the mangrove forest the distance between stations is 50 m, where the transect line must be located represents the research area. The data taken next is back analysis with the help of a computer program MS Excel The types of marine debris found at the research location are plastic, rubber, metal, and glass waste. The total size of the litter type which was found at the research location showed 2 characteristics, namely mega- debris and macro-debris. The most dominant type of waste is plastic waste.Keywords: Inorganic waste, Mangrove, East BunakenAbstrak Wilayah pesisir yang merupakan sumber daya potensial di Indonesia, adalah daerah peralihan antara daratan dan lautan.Sumber daya ini sangat besar yang didukung oleh adanya garis pantai sepanjang sekitar81.000 km. Garis pantai yang panjang ini menyimpan potensi kekayaan sumber alam yang besar.Potensi itu diantaranya potensi non hayati dan hayati.Disamping potensi sumberdaya alam yang tersebar luas di pesisir Indonesia, potensi pencemaran terhadap lingkungan pesisir dan laut pun memilik i peluang yang cukup besar.Peluang ini dapat disebabkan oleh padatnya penduduk Indonesia, aktifitas wis ata yang cukup tinggi termasuk transportasi, dan pembangunan yang besar. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu Mengidentifikasi jenis dan jumlah sampah anorganik yang berada di ekosistem mangrove pantai Bunaken bagian timur Dan Mengidentifikasi karakteristik ukuran dan berat sampah anorganik pada ekosistem mangrove. Metode yang dipakai dalam hasil penelitian ini adalah metode shoreline survey methodology berdasarkan NOAA (2013) dan Line transect dengan mengambil 2 stasiun . Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dimana dalam setiap stasiun terdapat 1 line transect yang masing–masing memilik i 5 petak/plot pengambilan sampel. Jalur transek dilakukukan sejajar garis pantai sepanjang 50 meter adanya sampah pada mangrove jarak antar stasiun adalah 50 m, dimana jalur transek tersebut harus mewakili wilayah penelitian. Data yang di ambil selanjutnya d i analisa kembali dengan bantuan program komputer MS Excel Jenis sampah laut yang ditemukan pada lokasi penelitian berupa sampah plastik, karet, logam, dan kaca. Jumlah ukuran jenis sampah yang terdapat di loksasi penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 karakteristik yaitu mega-debris dan macro-debris. Jenis sampah yang paling dominan adalah sampah plastik.Kata Kunci: Sampah Anorganik, Mangrove, Bunaken Timur.
Density of Sea Urchin Species (Echinoidea) in The Intertidal Zone of Taruan and Gemeh Subdistricts of Gemeh, Talaud Islands Regency Tegi, Ronald F.; Kaligis, Erly; Kumampung, Deislie R.H.; Rumampuk, Natalie D.C.; Boneka, Farnis; Wagey, Billy Th.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3b.2025.64776

Abstract

Sea urchins (Echinoidea) are important organisms in intertidal areas that contribute to maintaining the balance of the coastal marine environment. This study aims to identify the level of diversity, population density, and dominance of sea urchin species found in the intertidal zone of Taruan Village and Gemeh Village, Talaud Islands Regency. Data were collected using the 1 × 1 meter belt transect method in the two locations. The results showed that Taruan Village had more species, namely seven species, compared to Gemeh Village which only had four species. The highest density value was recorded in Taruan at 10.5 ind/m², while in Gemeh it was 6.2 ind/m². The diversity index (H') was in the range of 1.220 to 1.662 and belonged to the medium category, while the dominance index (C) value ranged from 0.230 to 0.324, indicating the absence of a significantly dominating species. Environmental parameters such as salinity, temperature, and pH in both locations are within the range that supports the survival of sea urchins. The results of this study should serve as an initial reference for efforts to conserve and manage sustainable marine resources in the Talaud Island region. Keywords:. sea urchins diversity, density, dominance, Talaud   Abstrak                                          Bulu babi (Echinoidea) merupakan organisme penting di kawasan intertidal yang berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman, kepadatan populasi, dan dominansi spesies bulu babi yang terdapat di zona intertidal Desa Taruan dan Desa Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode belt transek berukuran 1×1 meter di dua lokasi tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Desa Taruan memiliki jumlah spesies lebih banyak, yaitu tujuh spesies, dibandingkan Desa Gemeh yang hanya memiliki empat spesies. Nilai kepadatan tertinggi tercatat di Taruan sebesar 10,5 ind/m², sedangkan di Gemeh sebesar 6,2 ind/m². Indeks keanekaragaman (H') berada pada kisaran 1,220 hingga 1,662 dan tergolong dalam kategori sedang, sedangkan nilai indeks dominansi (C) berkisar antara 0,230 hingga 0,324, yang mengindikasikan tidak adanya spesies yang mendominasi secara signifikan. Parameter lingkungan seperti salinitas, suhu, dan pH di kedua lokasi berada dalam kisaran yang mendukung kelangsungan hidup bulu babi. hasil penelitian ini seharusnya dapat menjadi referensi awal dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di wilayah Kepulauan Talaud. Kata kunci: bulu babi, keanekaragaman, kepadatan, dominansi, Talaud