Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Mie dari Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Muh Ikhlas Arsul; Nur Rezky Rutami Amir; Ruhul Fadila; Indah Nur Pratiwi; Fitril Imani
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.286 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i2.11703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi labu kuning dalam menurunkan kadar gula darah setelah dibuat dalam bentuk makanan (mie). Labu terlebih dahulu dikupas lalu diiris tipis-tipis kemudian dikeringkan. Setelah kering labu dijadikan tepung dengan cara digiling dan diayak. Tepung labu kemudian diolah menjadi mie dengan mencapurkan dengan tepung kaya protein dan telur lalu digiling hingga membentuk mie. Mie dibuat dengan perbandingan tepung labu 57, 67, dan 75% terhadap total bahan padat. Mie dengan kandungan tepung labu 75% menunjukkan penurunan kadar glukosa darah tertinggi yaitu 60 mg/dL dengan indeks glikemik 69,56. Dari hasil pengujian hedonik, responden sebagian besar menyukai mie yang terbuat dari labu kuning.
English English Fitril Imani; Yusnita Rifai; Herlina Rante; Ansari Masri; Andri Anugrah Pratama; Musabbiha
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v5i2.37548

Abstract

This study aims to predict the compounds from Ocimum basillicum that have potential as glioma inhibitors by inhibiting the enzyme isocitrate dehydrogenase (IDH). Forty-two compounds from Ocimum basillicum were carried out by molecular docking to the IDH receptor using the AutodockTools 1.5.7 program and continued prediction of pharmacokinetic profile and toxicity using ADMETab 2.0 and Toxtree. The validation of the molecular docking method showed an RMSD value of 1.8509 A. As a result of the research, we discovered several compounds had the best interactions in our investigation. Those compounds were Apigenin, Catechin, Chloronergic Acid, Ellagic Acid, Quercetin, Rutin, Eriodictyol, and Chicoric Acid, with binding affinity values of -7.1, -6.7, -7.1, -7.1, -7.1, -8.5, -7.2, and -6.5, respectively. Several compounds are predicted to have the potential to be developed as glioma inhibitors. Furthermore, the ADMET's predictions show that these potential compounds still require improvement in pharmacokinetics and toxicity. However, further laboratory investigations like in vitro and in vivo assays need to be conducted.
Karakteristik Fitosom dari Ekstrak Etanol Daun Laruna (Chromolaena odorata L.) menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan PSA (Particle Size Analyzer) Tahir, Karlina Amir; Syahrana, Nur Azizah; Putri, Aulia Dinda; Annisa, Khairun; Imani, Fitril; Indah, Indah; Handayani, Selpida; Nonci, Faridha Yenni; Lalo, Ahmad
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.816

Abstract

Daun laruna (Chromolaena odorata L.) mengandung senyawa utama seperti saponin, fenol, tanin, steroid dan flavonoid. Flavonoid dalam daun laruna memiliki potensial terapetik yang luas, salah satunya sebagai antioksidan, senyawa fenolik yang ada dalam flavonoid memiliki polaritas yang tinggi sehingga menyebabkan bioavailabilitasnya rendah. Fitosom merupakan suatu sistem penghantaran yang dibentuk oleh bahan aktif alami dan fosfatidilkolin. Sistem fitosom diketahui dapat membantu untuk meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat Drug Delivery System nanopartikel dengan sistem vesikular yaitu fitosom dari ekstrak daun laruna. Tahapan pertama yang dilakukan yaitu ekstraksi yang dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pembuatan fitosom pada pengujian ini menggunakan metode dispersi mekanik dengan pembawa fosfatidilkolin dan pelarut aseton. Dari hasil fitosom kemudian dilakukan karakteristik morfologi fitosom menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan pengukuran partikel fitosom menggunakan PSA (Particle Size Analyzer). Hasil uji morfologi fitosom menggunakan SEM menunjukkan bahwa fitosom yang dibuat telah memenuhi spesifikasi morfologi yaitu berbentuk bulat padatan (spheris), sedangkan hasil untuk ukuran partikel fitosom menggunakan PSA daun laruna didapatkan hasil nilai rata-rata sebesar 105.1 nm, dan untuk nilai indeks polidispersitas sebesar 0.299. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun laruna dapat dikembangkan menjadi sistem fitosom dengan karakteristik yang baik.