Lalo, Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Variasi Konsentrasi Emulgator Viscolam® Terhadap Stabilitas Krim Fitosom Ekstrak Daun Laruna (Chromolaena odorata L.) Tahir, Karlina Amir; Doloking, Haeria; Kairani, Utari Estina; Lalo, Ahmad
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.457

Abstract

Fitosom adalah teknologi yang dikembangkan untuk dapat membuat suatu molekul mudah terabsorpsi dan meningkatkan bioavaibilitas dari fitokonstituen. Krim yang terbuat dari bahan alam selain harus memiliki bioavaibiltas yang baik juga harus memiliki kestabilan fisik yang memadai sehingga dalam formulasi perlu ditambahkan emulgator untuk menstabilkannya. Viscolam® dipilih karena memiliki beberapa keuntungan seperti memiliki stabilitas yang baik dalam penyimpanan di suhu kamar maupun climatic chamber serta pH yang mendekati pH kulit manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh emulgator Viscolam® dengan berbagai konsentrasi pada krim fitosom ekstrak daun laruna (Chromolaena odorata L.) dan mengetahui konsentrasi emulgator Viscolam® yang paling stabil terhadap krim fitosom ekstrak daun laruna (Chromolaena odorata L.). Tahapan penelitian meliputi ekstraksi sampel, uji identifikasi golongan dan uji antioksidan, pembuatan fitosom, pembuatan krim, dan evaluasi fisik krim. Hasil yang diperoleh bahwa konsentrasi emulgator Viscolam® berpengaruh terhadap stabilitas fisik krim fitosom ekstrak daun laruna (Chromolaena odorata L.). Peningkatan konsentrasi Viscolam® menyebabkan peningkatan viskositas krim sehingga daya sebar menurun dan daya lekat meningkat, serta penurunan pH seiring dengan meningkatnya konsentrasi Viscolam®. Formula B2 dan F2 merupakan formula yang terbaik dengan menggunakan emulgator Viscolam® sebesar 1,51%
Karakteristik Fitosom dari Ekstrak Etanol Daun Laruna (Chromolaena odorata L.) menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan PSA (Particle Size Analyzer) Tahir, Karlina Amir; Syahrana, Nur Azizah; Putri, Aulia Dinda; Annisa, Khairun; Imani, Fitril; Indah, Indah; Handayani, Selpida; Nonci, Faridha Yenni; Lalo, Ahmad
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.816

Abstract

Daun laruna (Chromolaena odorata L.) mengandung senyawa utama seperti saponin, fenol, tanin, steroid dan flavonoid. Flavonoid dalam daun laruna memiliki potensial terapetik yang luas, salah satunya sebagai antioksidan, senyawa fenolik yang ada dalam flavonoid memiliki polaritas yang tinggi sehingga menyebabkan bioavailabilitasnya rendah. Fitosom merupakan suatu sistem penghantaran yang dibentuk oleh bahan aktif alami dan fosfatidilkolin. Sistem fitosom diketahui dapat membantu untuk meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat Drug Delivery System nanopartikel dengan sistem vesikular yaitu fitosom dari ekstrak daun laruna. Tahapan pertama yang dilakukan yaitu ekstraksi yang dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pembuatan fitosom pada pengujian ini menggunakan metode dispersi mekanik dengan pembawa fosfatidilkolin dan pelarut aseton. Dari hasil fitosom kemudian dilakukan karakteristik morfologi fitosom menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan pengukuran partikel fitosom menggunakan PSA (Particle Size Analyzer). Hasil uji morfologi fitosom menggunakan SEM menunjukkan bahwa fitosom yang dibuat telah memenuhi spesifikasi morfologi yaitu berbentuk bulat padatan (spheris), sedangkan hasil untuk ukuran partikel fitosom menggunakan PSA daun laruna didapatkan hasil nilai rata-rata sebesar 105.1 nm, dan untuk nilai indeks polidispersitas sebesar 0.299. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun laruna dapat dikembangkan menjadi sistem fitosom dengan karakteristik yang baik.