Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efek Serbuk Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap Ekspresi IL-10 pada Sukarelawan Sehat Nur Azizah Syahrana; Akrom Akrom; Endang Darmawan
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.913 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v4i12017.1-5

Abstract

Pendahuluan: Bunga rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung fenol dan flavonoid antosianin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan sistem imun. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kapsul serbuk bunga rosella terhadap ekspresi IL-10 menggunakan metode pre and post test pada 21 sukarelawan sehat yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengisi informed consent. Metode: Relawan diberikan serbuk rosella dalam bentuk kapsul dengan dosis 500 mg selama 30 hari dan dilakukan pemeriksaan IL-10 menggunakan metode flowsitometri pada hari ke-0, 30 dan 45. Hasil dianalisis menggunakan SPSS dengan uji wilcoxon. Hasil: Nilai ekspresi IL-10 pada sukarelawan hari ke 0, ke-30 dan ke-45 adalah 0,42 ± 0,24; 0,83 ± 0,47 dan 1,06 ± 0,67. Hasil ini menunjukkan ekspresi IL-10 bepengaruh pada hari ke-0 ke-30 (p < 0,05) dan ekspresi IL-10 tidak berpengaruh hari ke-30 ke-45 (p > 0,05). Kesimpulan: pemberian kapsul serbuk rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dosis 500 mg/hari selama 30 hari meningkatkan ekspresi IL-10, tetapi dalam batas nilai normal pada sukarelawan sehat.
The Effect of NaOH Concentration on Cellulose Levels of Kepok Banana Hump (Musa paradisiaca L.) Surya Ningsi; Nurshalati Tahar; Nur Azizah Syahrana; Yuri Erika Arifin
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v3i2.20146

Abstract

The high cellulose content of Kepok banana hump has great potential to be used as a pharmaceutical excipient. This research aims to determine the effect of NaOH concentration on cellulose levels from kepok banana hump. NaOH solution was made in five concentrations, namely 5%; 7.5%; 10%; 12.5% and 15%. Cellulose levels were analyzed using the Chesson method. The research results showed that the NaOH solution with a concentration of 5%; 7.5%; 10%; 12.5% and 15% yielded cellulose content of 12.5%, 15.9%, 64.9%, 60.7% and 41.9%. The highest cellulose content is produced at a concentration of 10% NaOH solution.
Formulasi Sediaan Kosmetik Facial wash Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dengan Variasi Konsentrasi Sodium Lauryl Sulfat Nur Azizah Syahrana; Suryanita Suryanita; Muhammad Asri SR; Indah Indah
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 3 No 2 (2022): June 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v3i2.2801

Abstract

Moringa leaves (Moringa oleifera L) contains tannins, flavonoids and sapoins compounds, that function as antibacterials. This study aims to formulate a facial wash preparation from the ethanol extract of Moringa leaves as a facial skin cleanser. The ethanol extract of Moringa leaves was made in the form of 3 facial wash preparation formulas with a concentration of 3%, and different Sodium lauryl sulfate, namely FI (1%), FII (1.5%) and FIII (2%). Prior to the formulation, Moringa leaves were macerated with 96% ethanol to obtain a thick extract. Then proceed with organoleptic testing, pH testing, homogeneity testing and foam height testing. The results of the study on the evaluation of facial wash preparations of ethanol extract of Moringa leaves FII and FIII with SLS concentrations of 1.5% and 2% showed the best formulation compared to F1
Formulasi Pembuatan Sabun Padat Anti Acne Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa Balbisiana Colla) Nur Azizah Syahrana; Indah Indah; Suryanita Suryanita; Muhammad Asri SR
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 3 No 3 (2022): October 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v3i3.2838

Abstract

Herbal soap is a natural soap that can be made from plant extracs. Kepok banana pee (Musa balbiasana colla) as one of the plants that contains high antioxidants is in line with the research objective, namely evaluating the formulation of anti acne solid soap making of kepok banana ethanol extract. This type of research is a laboratory experiment, namely making solid soap from yellow kepok banana peels (Musa balbisiana colla) which is chopped then dried and mashed using a blender then extracted using 70% ethanol and formulated into solid soap preparetions with variations in the concentration of yellow kepok banana extrac FII (10%) and FIII (15%) did not meet the good physical quality for organoleptic testing and 3 people experienced irritation, while FI(5%) met all requirements for good physical quality seen from the organoleptic test, pH 8 test (8-11), the foam strength tes was 6 cm (60mm) and none of the respondents experienced skin irritation. So it can be formulated into solid soap preparations with the best concentration using extract 5%.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculate Nees) TERHADAP MENCIT (Mus musculus): ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY TEST OF SAMBILOTO (Andrographis paniculate Nees) LEAF ETHANOL EXTRACT IN MICE (Mus musculus) Nur Azizah Syahrana; Faridha Yenny Nonci; Satrianti; Indah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.624

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji antiinflamasi ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dalam bentuk sediaan krim pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan krim dari ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) sebagai antiinflamasi serta mengetahui kadar ekstrak etanol daun sambiloto dalam sediaan krim yang optimum memberikan efek antiinflamasi pada mencit. Daun sambiloto diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan ekstrak kemudian dibuat krim. Pengujian antiinflamasi secara topikal pada telapak kaki mencit yang diinduksi dengan menggunakan larutan albumin. Sediaan krim ekstrak daun sambiloto dengan konsentrasi 1,6 %; 3,2 %; 6,4 % dan kontrol negatif tanpa ekstrak serta Voltaren emulgel sebagai kontrol positif. Pengamatan dilakukan terhadap peningkatan radang (% radang) dan penghambatan radang (% inhibisi radang). Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan radang(% R) pada menit 0, 30, 60, 90 dan 120  untuk Formula I (1,6 %), F II (3,2 %), F III (6,4 %), kontrol negatif dan kontrol positif (voltaren emulgel). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang maksimum memberikan efek antiinflamasi adalah 1,6 %.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculate Nees) TERHADAP MENCIT (Mus musculus): ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY TEST OF SAMBILOTO (Andrographis paniculate Nees) LEAF ETHANOL EXTRACT IN MICE (Mus musculus) Nur Azizah Syahrana; Faridha Yenny Nonci; Satrianti; Indah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.624

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji antiinflamasi ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dalam bentuk sediaan krim pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan krim dari ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) sebagai antiinflamasi serta mengetahui kadar ekstrak etanol daun sambiloto dalam sediaan krim yang optimum memberikan efek antiinflamasi pada mencit. Daun sambiloto diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan ekstrak kemudian dibuat krim. Pengujian antiinflamasi secara topikal pada telapak kaki mencit yang diinduksi dengan menggunakan larutan albumin. Sediaan krim ekstrak daun sambiloto dengan konsentrasi 1,6 %; 3,2 %; 6,4 % dan kontrol negatif tanpa ekstrak serta Voltaren emulgel sebagai kontrol positif. Pengamatan dilakukan terhadap peningkatan radang (% radang) dan penghambatan radang (% inhibisi radang). Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan radang(% R) pada menit 0, 30, 60, 90 dan 120  untuk Formula I (1,6 %), F II (3,2 %), F III (6,4 %), kontrol negatif dan kontrol positif (voltaren emulgel). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang maksimum memberikan efek antiinflamasi adalah 1,6 %.
Effects of Enhancment Span-60 of Vernonia amygdalina Leaves Extract-loaded Niosomes Pratiwi, Afrianty; Syahrana, Nur Azizah; Ismail, Isriany; Arsul, Muhammad Ikhlas
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v6i2.45956

Abstract

Introdiction: Niosomes are a promising drug carrier because of their bilayer structure and the fact that they are produced by the self-association of nonionic surfactants and cholesterol in an aqueous phase. Niosomes are non-toxic, biodegradable, and compatible with human cells. Aims: This research aimed to create niosomes from V. amygdalina leaves and investigate how span 60 addition affects niosome properties. Methods: Extraction V. amygdalina using maceration, niosomes synthesized using a thin-film hydration process, and characterization performed by SEM, particle size, polydispersity index, zeta potential, and FTIR. Conclusion: V. amygdalina succesfully to loaded into niosomes. Span-60 with various concentration affected of characterization of niosomes. Increased span-60 increasing particle size, polydispersity index, and %EE.
Studi Literatur Perbandingan Metode Uji Antioksidan pada Tanaman Kopi Robusta (Coffea robusta) Wahyuddin, Munifah; Faridha Yenny Nonci; Nur Azizah Syahrana; Nursasmita
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i1.37966

Abstract

Abstrak Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat mencegah dan memperlambat kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas melalui penghambatan mekanisme oksidatif. Banyaknya metode uji aktivitas antioksidan dapat memberikan hasil uji yang beragam. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya pengaruh dari struktur kimiawi antioksidan, sumber radikal bebas, dan sifat fisiko-kimia dari sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode antioksidan pada tanaman kopi robusta (Coffea robusta) berdasarkan kajian literatur. Dalam penelitian ini menggunakna metode kajian literatur, database dari Google Scholar, Science Direct dan Tylor & Francis. Hasil yang diperoleh adalah metode ABTS menunjukkan hasil aktivitas total antioksidan paling tinggi di mana nilai aktivitas antioksidannnya adalah 32.42±1.66 g trolox/100 g; 83,63%; 10.90±0.63 mg TE/g DW; 22.59±1.11 μ/ml; diikuti dengan metode Folin-Ciocalteu di mana nilai total aktivitas antioksidannya adalah 385±1 g GAE/ kg dan 1043 mg GAE/L dengan kandungan senyawa dalam tanaman kopi robusta (Coffea robusta) meliputi kafein, flavonoid, fenolik, dan asam klorogenat yang merupakan sumber antioksidan yang baik. Kata kunci: Coffea robusta, Antioksidan, Metode uji antioksidan
Pengaruh Penggunaan Pelarut terhadap Skrining Fitokimia dan Profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Ekstrak Daun Tobo-Tobo (Ficus septica Burm. F): bahasa indonesia Mukhriani, Mukhriani; Nur Azizah Syahrana; Nursyamsi Dhuha; Dwi Ariqoh Ridwan
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v11i2.45451

Abstract

Pendahuluan: Penelitian Pengaruh Penggunaan Pelarut terhadap Skrining Fitokimia Dan Profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Ekstrak Daun Tobo-Tobo (Ficus septica Burm. F). Tujuan daam penelitian ini adalah mengetahui kandungan Ficus septica Burm. F dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Metode: Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi secara maserasi dengan pelarut air, etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Profil fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid dengan KLT. Hasil: Adapun hasil yang didapatkan dari skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis menunjukkan kandungan senyawa bioaktif dalam ekstrak air adalah alkaloid, flavonoid, dan saponin, ekstrak etanol 96% adalah flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, ekstrak etil asetat adalah tanin, sedangkan ekstrak n-heksan tidak ditemukan kandungan senyawa yang diteliti. Identifikasi alkaloid dengan uji KLT pada ekstrak etanol 96% dengan nilai Rf 0,23, 0,43, 0,03 dan 0,25. Identifikasi flavonoid pada ekstrak etanol 96% dengan nilai Rf 0,2 dan 0,38, sedangkan ekstrak etil asetat dengan nilai Rf 0,38 dan 0,49. Identifikasi tanin pada ekstrak etil asetat dengan nilai Rf 0,63, sedangkan pada ekstrak n-heksan dengan nilai Rf 0,25, 0,58, dan 0,69. Identifikasi senyawa triterpenoid pada ekstrak etanol 96% dengan nilai Rf 0,58, 0,23 dan 0,4, pada ekstrak etil asetat dengan nilai Rf 0,63 dan 0,67, sedangkan pada ekstrak n-heksan dengan nilai Rf 0,18, 0,52, dan 0,65. Kesimpulan: Penggunaan pelarut yang berbeda dapat mempengarahui optimalnya penarikan senyawa metabolit sekunder pada daun tobo- tobo (Ficus septica Burm. F). Kata kunci: Ekstraksi, Skrining Fitokimia, KLT, Pelarut
Formulasi dan Penentuan Potensi Tabir Surya Sediaan Lip Balm Ekstrak Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea cormendalica) Syahrana, Nur Azizah; Masri, Anshari
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 3 (2024): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i3.6123

Abstract

Pendahuluan: Produk kosmetik yang dapat menjaga kelembaban dan memberikan perlindungan pada kulit bibir yakni produk lip balm. Kulit batang kayu jawa (Lannea cormendalica) (KBKJ) merupakan bagian tanaman yang mengandungsenyawa antioksidan dan memiliki sifat fotoprotektif sehingga melindungi kulit dan mampu menyerap sinar ultraviolet. Tujuan: untuk mendapatkan formula sediaan lip balm yang baik dan mengetahui potensi tabir surya sediaan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Metode: Lip balm diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak KBKJ  F0, FI, F2 dan F3 yaitu 0%, 3%, 5% dan 7% dan dilakukan evaluasi sediaan meliputi pengujian organoleptis, homogenitas, suhu lebur, nilai pH, daya lekat, daya sebar, uji kelembaban, uji iritasi dan penentuan efektivitas tabir surya yang dilihat dari nilai SPF, %pigmentasi dan %eritema. Hasil:Seluruh formulasi memiliki sifat fisik yang baik dan memenuhi persyaratan mutu. Nilai SPF berturut-turut 0,24; 6,23, 6,68 dan 15.0. Kesimpulan:Berdasarkan hasil pengujian ekstrak kulit batang kayu jawa memenuhi persyaratan mutu dan berpotensi digunakan sebagai tabir surya dengan nilai SPF tertinggi pada F3 sebesar 15,0 kategori ultra dan potensi perlindungan terhadap sinar UV dikategorikan suntan.