Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Gulma Air (Kiambang dan Enceng Gondok) sebagai Pupuk Organik: Upaya Penerapan Konsep Circular Economy di Kalangan Mahasiswa: A Case Study in Muara Enim, South Sumatra Wijayanti, Ratih; Martinus, Ali; Afriyani, Asia; Fratiwi, Ineke; Safitri, Ayu; Agus, Muhammad; Iskandar, Yandra; Hargianti, Mita
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep circular economy melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan gulma air (Salvinia molesta dan Eichhornia crassipes) sebagai pupuk organik. Program dilaksanakan di Universitas Serasan, dengan melibatkan 10 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Lingkungan. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan fermentasi pupuk organik, serta evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dengan rata-rata skor post-test lebih tinggi 35–45 poin dibanding pre-test. Mahasiswa menunjukkan partisipasi aktif, khususnya dalam praktik pembuatan pupuk, yang menghasilkan produk berkarakteristik kompos matang secara visual. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan prinsip circular economy dapat dilakukan secara sederhana dan aplikatif, serta mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset dan inovasi berbasis limbah hayati lokal. Kegiatan ini juga menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan di lingkungan pendidikan tinggi
Edukasi Pemanfaatan Gulma Air (Kiambang dan Enceng Gondok) sebagai Pupuk Organik: Upaya Penerapan Konsep Circular Economy di Kalangan Mahasiswa: A Case Study in Muara Enim, South Sumatra Wijayanti, Ratih; Martinus, Ali; Afriyani, Asia; Fratiwi, Ineke; Safitri, Ayu; Agus, Muhammad; Iskandar, Yandra; Hargianti, Mita
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v3i1.19285

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep circular economy melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan gulma air (Salvinia molesta dan Eichhornia crassipes) sebagai pupuk organik. Program dilaksanakan di Universitas Serasan, dengan melibatkan 10 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Lingkungan. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan fermentasi pupuk organik, serta evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dengan rata-rata skor post-test lebih tinggi 35–45 poin dibanding pre-test. Mahasiswa menunjukkan partisipasi aktif, khususnya dalam praktik pembuatan pupuk, yang menghasilkan produk berkarakteristik kompos matang secara visual. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan prinsip circular economy dapat dilakukan secara sederhana dan aplikatif, serta mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset dan inovasi berbasis limbah hayati lokal. Kegiatan ini juga menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan di lingkungan pendidikan tinggi
Knowledge and adaptation strategies of coffee smallholders toward climate change: evidence from Tanjung Agung, Semende Darat Ulu Afriyani, Asia; Agustina, Tuty Emilia; Putri Hsaa, Aura Khalisya; Wijayanti, Ratih; Martinus, Ali
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 15 No. 1 (2026): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jlso.15.1.2026.776

Abstract

Coffee farming was highly vulnerable to the impacts of climate change. Exploring the strategies used by small farmers in Tanjung Agung Village has had a big impact on climate change. This study aimed to identify the level of knowledge, adaptation practices, and polyculture practices and types of shade trees used by coffee smallholders in facing climate change in Tanjung Agung Village, Semende Darat Ulu Regency. These strategies have made a significant difference. This study used a qualitative, survey-based approach. It also conducted data collection and analysis. This process was both simultaneous and cyclical coffee smallholders have noticed the effects of climate change in the last 1-2 years. Also, 35% of smallholders have known about climate change for the last 3-5 years. Coffee smallholders use indicators to predict climate change. These indicators include increased temperatures and shifts in the rainy and dry seasons. Water availability was also an indicator. Up to 90% of small farmers take steps to reduce climate change. These steps include using better types of coffee, planting trees for shade, and controlling how far apart the coffee plants were. Farmers also make air holes and use coffee bean skins to improve the soil. Our findings show that coffee smallholders understand climate change impacts well. They also quickly use strategies to adapt their crops to the changing climate. Smallholders use 16 types of shade crops as a strategy. The most widely used shade crops were petai, mango, avocado and durian.